Home > Realita > Mémblé Karena Témpé

Mémblé Karena Témpé

Nggak cuma remaja saja yang labil, negara sebesar Indonesia juga amat labil dan gampang digoyang. Tak hanya karena BBM atau nilai tukar rupiah, tapi tempe juga bisa membuat Indonesia jadi memble. Apapun dalihnya, tapi tak bisa dipungkiri bahwa negara kita amat labil.

Jika melihat fenomena yang terjadi, maka bukan tak mungkin jika sekian tahun ke depan bisa terjadi kelangkaan beras, air bersih, listrik dan kebutuhan pokok lainnya. Yang menyedihkan adalah semua itu terjadi bukan karena kita tak punya potensi tapi semata karena salah kelola.

Sesuatu yang selama ini tampak sepele, tiba2 jadi berita nasional dan menjadi pusat perhatian. Hanya karena harga kedelai, semua stasiun TV berlomba menayangkannya. Hanya karena témpé, banyak orang jadi mémblé. Inilah yang dinamakan Sepélé Dadi Gawé.

Mungkin terlalu berlebihan jika blog kecil ini membahas masalah nasional, tapi banyak teori yang mengatakan bahwa untuk memulai sesuatu memang harus dari yang kecil2 dulu…

~ Grazie ~
Categories: Realita
  1. July 28th, 2012 at 09:23 | #1

    Pertamax dulu. 😆


    Selamat, Anda dapat Tempe Pertamax

    [Reply]

    Idah Ceris Reply:

    Benar2 tidak mengerti, bagaimana mungkin Indonesia sampai impor kedelai, Pak?
    Bukankah ada lebih dari 1 juta facebookers di Indonesia yang sering banget invite dan main farmville. :lol:?
    Berarti mereka nggak menanam kedelai ya, Pak?


    Tak pernah terduga ya Mbak, jika suatu ketika tempe bisa jadi topik nasional

    [Reply]

    nique Reply:

    hahaha soalnya dele yg di farmville nasibnya sama dgn dele nya petani.
    eh lebih parah dele di farmville ding.
    dele nya petani masih bisa jadi uang, wlo harganya sering dangdutan yang seringnya bikin petani boro2 kembali untung, bisa kembali modal aja udah syukur 🙁
    pemerintah mesti bikin regulasi yang jelas, biar dele impor gak menjadi raja di negeri ini.


    Saya malah nggak tau kedelai farmville itu Ni

    [Reply]

    apurie Reply:

    nah soal dele di farmville sama aja, semua karena ada permainan mafia..Mafia Wars..#eh


    Mungkin semua akan pindah ke virtual ya

    nique Reply:

    kupu2 biru kalah tenar dibanding tempe nih pak 😀


    Makanya saya metamorfosa lagi dan ganti warna ijo…

    [Reply]

    Idah Ceris Reply:

    Waaah, Tempe dikasih pertamax?
    Apa rasanya ya? 😛


    Karena sama2 minyak, jadi rasanya ya rasa minyak

    [Reply]

  2. July 28th, 2012 at 09:24 | #2

    usaha klo salah kelola bisa bangkrut pak 🙁


    Makanya kamu jangan salah kelola Ni…
    Selamat berusaha

    [Reply]

  3. Evi
    July 28th, 2012 at 11:21 | #3

    Sekarang petani kita mau rame-rame tanam kedele. Bagus sih sebetulnya, tapi asal nanti panen raya, serentak jangan pula pada menjerit harga jatuh..Pandai-pandai kita lah mengelola produk sendiri, jangan melulu mengandalkan pemerintah..Terlalu ribet, mereka terlalu banyak beban. Jadi mari kita kelola sendiri bahan baku tempe kita, mulai menanam…


    Ikut prihatin pada para penggemar tempe

    [Reply]

  4. July 28th, 2012 at 11:34 | #4

    lagi2 tempe yang membuat bangsa kita bergejolak… semoga pemerintah bisa menerapkan aturan untuk mengurangi konsumsi tempe, mungkin pake kartu kendali, stiker atau apalah


    Untung saja Semarang dan Kendal masih ada tempe

    [Reply]

  5. irmarahadian
    July 28th, 2012 at 11:36 | #5

    met malam mingguan njih pak…
    hehehe


    Met Malam Minggu juga Mbak

    [Reply]

  6. July 28th, 2012 at 11:56 | #6

    *mengheningkan cipta
    Bisa-bisanya tempe langka dan kudu impor. Owalah…


    Itulah kenapa, ternyata masalah yg sepele bisa dadi gawe

    [Reply]

  7. July 28th, 2012 at 12:15 | #7

    saya tiga hari tak bertemu tempe dan tahu,
    # pagi ini ke pasar, udah ketemu lagi,
    moga pemerintah ntar gak impor tempe dan tahu pula 🙁


    Berarti saya beruntung, karena di Kendal tempe nggak pernah kosong Mbak

    [Reply]

  8. July 28th, 2012 at 12:35 | #8

    iya mbahKung, urusan yg katanya sepele bisa bikin memble,
    jangan coba2 ilangin tempe, bisa bikin pusing pak erte.

    #pakerte-nya Oyen lebih suka keilangan jengkol drpd tempe.


    Kalau kedelai susah didapat, sudah saatnya bikin Tempe Jengkol

    [Reply]

  9. July 28th, 2012 at 13:04 | #9

    memble di stadion Wembley..#eh ga nyambung


    Nganti lambene Ndombley

    [Reply]

  10. July 28th, 2012 at 14:27 | #10

    Kalau saya pernah tanya sama penjual tempe yg sdh lama membuat dan menjual tempe, [beberapa waktu sebelum saya membuat postingan ttg tempe..] saat itu saya sempat tanya 1Kg kedelai jadi tempe berapa? Beliau cerita jika 1 Kg jadi 10 bungkus tempe dengan harga jual per bungkus Rp. 1000,-. Padahal harga 1 Kg = Rp.8000,-. Jd kalau dihitung dengan harga pembungkusnya, tenaga kerja dan waktu yang digunakan maka perolehan Rp.2000,- masih disebut rugi…

    Kalau harga kedelai dimurahkan, maka yg merugi petaninya dan kalau harga kedelai tetap mahal produksi tempe bakal gulung tikar…Jd mestinya kita bisa meningkatkan produksi kedelai ya pak?..


    Perajin tempe itu rata2 hanya sekedar bertahan ya Mbak. Tak punya proteksi dari manapun, tak ada yg mikirkan nasibnya.
    Tenaganya hampir tak diperhitungkan

    [Reply]

    nique Reply:

    emangnya tempe yang biasa dijual di pasar seharga 4000 perak itu biasanya berapa gram dele nya mbak? mosok 1kg cuma jadi 10 yang seribuan?
    masih untung jualan susu dele dong
    ywd gak usah bikin tempe, jualan susu dele aja,bisa 200% untungnya.


    Tergantung ukurannya Ni…
    Kan bentuk tempe macam2.
    Ada yg bulat, ada yg gepeng

    [Reply]

  11. July 28th, 2012 at 14:28 | #11

    memble karena hal sepele,,,,oh my country,


    Itulah kenyataannya

    [Reply]

  12. advertiyha
    July 28th, 2012 at 15:07 | #12

    tempe oh tempe,, membuat hariku mengharu biru..
    gak ketemu tempe lebih tersiksa daripada gak ketemu nanas cs pak.. 🙂


    Saya juga Mbak…
    Tahu tempe adalah lauk dasar saya

    [Reply]

  13. Kaget
    July 29th, 2012 at 00:23 | #13

    Kalau tempe raib, saya malah bingung Pakde, soalnya ngga suka tahu yang sebenarnya sama2 kedelai. Tapi ya itu tadi,.. makanan sehat terjangkau disemua kalangan,… heran kalau sampai menghilang dari peredaran.


    Tempenya balas dendam karena selama ini diremehkan Mas.
    Sering dipakai buat bulan2an, semisal mental tempe dll

    [Reply]

  14. July 29th, 2012 at 03:28 | #14

    Semuanya tidak disangka, Tempe menjadi topik nasional memang belum pernah saya pikirkan.
    permasalahan ini semakin menunjukkan betapa kurangnya pengelolaan Sda di Indonesia.


    Biasanya yg meresahkan itu seperti kenaikan BBM, harga ninyak goreng, beras dll ya Mas

    [Reply]

  15. July 29th, 2012 at 05:59 | #15

    Tempe, enak dimakan dan perlu


    Hahahaha
    Saingannya Tempo

    [Reply]

    animateholic Reply:

    TEMPO, enak dibaca dan perlu


    Kalo Tempe?
    Enak dimakan dan langka

    [Reply]

  16. arif
    July 29th, 2012 at 06:07 | #16

    selamat hari minggu, alhamdulillah tadi sahur dan buka kemarin masih bisa menikmati tempe tahu di rumah


    Di kota saya juga masih biasa…

    [Reply]

  17. July 29th, 2012 at 06:41 | #17

    Tempe is my Way…..


    My Way juga

    [Reply]

  18. July 29th, 2012 at 11:52 | #18

    regane dele nyaingi emas inten..
    Ckckckck


    Belum sich, tapi karena menyangkit hajat orang banyak, maka beritanya jadi besar

    [Reply]

  19. July 29th, 2012 at 11:54 | #19

    gpp deh kalo bang toyib tahun ini lagi2 gak pulang, yg penting tempe harus pulang ke rumah.. biar pada gak memble lagi.. 😀


    Untuk masyarakat bawah, tempe adalah lauk pauk utama Mbak

    [Reply]

  20. July 29th, 2012 at 12:45 | #20

    kalau kedelai mahal, ganti tempe benguk saja ya pk … 😀


    Boleh juga itu untuk alternatif…
    Kira2 ada yg tau tempe itu nggak ya 😀

    [Reply]

  21. achmad sholeh
    July 29th, 2012 at 13:13 | #21

    salah kelola, mengandalkan impor itu memang harus jd perhatian bangsa ini


    Ketika salah kelola, maka sesuatu yang berlimpah bisa jadi bubrah Pak

    [Reply]

  22. July 29th, 2012 at 13:24 | #22

    lha iya ya pak, wong makanan rakyat lo, kok bahan bakunya impor. beras impor, kedelai impor, garam impor… mbesok lama-lama impor pemerintah. hehe


    Kalau yang import2 kan bisa jadi proyek Mbak 😀

    [Reply]

  23. July 29th, 2012 at 14:40 | #23

    KALAU PUNYA SAWAH SENDIRI AKU LANGSUNG MENANAM KEDELAI TAK TABURI PUPUK ORGANIK bIO 7 BIAR BUAHNYA GEDE2 , daripada nggerundel gak ketemu tempe.


    Sawah2 sudah berubah jadi rumah

    [Reply]

  24. July 29th, 2012 at 17:08 | #24

    Dan anehnya kebanyakan tempe kualitas bagus kita impor, tapi masih ada kualitas bagus dlam negeri, yang tau malah orang bule?


    Hahaha
    Iya Bli
    Gula pasir juga gitu.
    Kita import yg jelek, lalu produk dalam negeri yg bagus malah buat eksport

    [Reply]

  25. July 29th, 2012 at 18:51 | #25

    ulasan sederhana tapi memang realitanya seperti itu ya pak mars


    Karena tempe adalah komoditi sederhana, maka ulasannya juga musti sederhana Mas

    [Reply]

  26. July 29th, 2012 at 21:15 | #26

    yang labil yang di atasnya mas, yang di bawah mah ga bisa ngelawan.


    Hahahaha
    Iya sich.
    Yang di bawah pasrah ajah

    [Reply]

  27. July 30th, 2012 at 04:24 | #27

    kasus tempe merupakan bukti ketidakmampuan pemerintah mengontrol harga kebutuhan pokok di pasaran.


    Tanpa campur tangan pemerintah, rakyat bawah tiada daya

    [Reply]

  28. Bambang Haris
    July 30th, 2012 at 05:16 | #28

    Tempe asale saka dele, ananging aja “esuk tempe sore dele” artinya cari sendiri …
    Salam Pak Mars 🙂


    Nah itu yang namanya munafik Mas
    Esuk dele sore tempe.
    Hari ini bilang A, esoknya B

    [Reply]

  29. yuniarinukti
    July 31st, 2012 at 16:10 | #29

    Tempe-tempe kenapa nasibmu jadi susah begini sih.. katanya Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, mana buktinya mana??? *emosi kelas tinggi* 😀


    Padahal ada yang bilang negara kita negara tempe

    [Reply]

  30. August 1st, 2012 at 14:11 | #30

    Saya penggemar tempe, Pak Mars…
    tapi karena suami saya (ternyata) alergi kedelai, otomatis saya jadi jarang masak/goreng tempe… jadi walaupun tempe langka atau harganya melambung, saya jadi nggak ngeh…

    Tapi tempe goreng memang enak… 🙂


    Ternyata kedelai bisa menyebabkan alergi juga ya Mbak. berarti alergi terhadap kacang2an lainnya juga ya?

    [Reply]

  31. August 3rd, 2012 at 08:49 | #31

    Lha ini keturutan nantinya kalau tempe gak ada. Soalnya duu ada gending yang menggambarkan bahwa Indonesia bukan bangsa tempe.

    Indonesia dudu bangsa tempe
    Indonesa bisa ngadek dewe
    Ora usah bantuane kang saka PBB
    Iku mung alate imperalis bae

    Tuh hebat kan kita sampai keluar dari PBB

    Salam hangat dari Surabaya


    Tempe balas dendam Dhe
    Sering buat nyek2an
    Apa2 yg jelek dikatakan tempe.
    Mental tempe, negara tempe dll

    [Reply]

  32. August 1st, 2015 at 21:53 | #32

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai tempe indonesia.Benar benar sangat bermamfaat dalam menambah wawasan kita menjadi mengetahui lebih jauh mengenai indonesia.Saya juga mempunyai artikel yang sejenis mengenai indonesia yang bisa anda kunjungi di sini

    [Reply]

  33. September 7th, 2015 at 14:51 | #33

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai indonesia.Benar benar sangat bermamfaat dalam menambah wawasan kita menjadi mengetahui lebih jauh mengenai indonesia.Saya juga mempunyai artikel yang sejenis mengenai indonesia yang bisa anda kunjungi di sini

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~