Mendahulukan Kepentingan Tetangga Di Atas Kepentingan Pribadi

Ada dua agenda pribadi yang sudah saya rencanakan di tanggal 2 November 2013, tapi dua-duanya batal terjadi. Agenda pertama adalah nonton pentas grup band d’Masiv di ulang tahun sekolah dan agenda kedua adalah liburan ke luar kota dalam rangka ulang tahun pernikahan.

Dua agenda itu saya batalkan karena khusus dalam kasus ini saya lebih mendahulukan kepentingan tetangga dibanding urusan pribadi. Hari itu tetangga saya menikahkan anaknya. Lamaran dan akad nikah dilakukan di rumah tapi resepsinya diadakan di Semarang.

Alasan saya untuk lebih mendahulukan kepentingan tetangga adalah bahwa saya masih bisa nonton d’Masiv lewat TV dan bisa berlibur di lain waktu, tapi tidak demikian dengan hajatannya tetangga. Saya tak bisa menggeser jadwal pernikahan anaknya.

Sekali tempo kita memang harus mengalahkan ego kita demi etika bertetangga.

41 thoughts on “Mendahulukan Kepentingan Tetangga Di Atas Kepentingan Pribadi

  1. Saya punya teman yg ayahnya banyak kenalan, hampir tiap minggu menghadiri acara nikahan orang lain. Sampai gak ada cerita pernah berlibur, karena selalu datang disetiap pernikahan. 🙂

    [Reply]

  2. membina hubungan baik dengan tetangga perlu dijaga dan diperkuat, berbahagialah Pak Mars bisa tetap menjalin silaturahmi dengan tetangga 🙂

    [Reply]

  3. Soalnya hanya tetangga yg rumahnya bebas kita masuki, sambil bilang “Nyilih ndog siji ya.. ” atau “Njaluk lomboke saitik yaa.. tak njupuk dewe ning kulkas.. “

    [Reply]

  4. lama tak sua dengan sahabat lama,
    rindu terasa penuhi rongga dada,
    saat pertemuan tiba,
    berderai air mata tanda bahagia
    #pantun utk mister#
    🙂
    semoga sihat selalu, mister…

    [Reply]

  5. ada kalanya mendahulukan tetangga karena setengah terpaksa pak, yang punya hajatan tetangga depan rumah persis, mau piknik mobil juga gak bisa keluar garasi, hla wong jalannya ditutup dan ditaruh kursi kok paaaak… 😀

    [Reply]

  6. situasi seperti itu bisa di bilang “biasa” jika dibandingkan tetangga saya yg mau nikahan, eh tetangganya ada yg meninggal di deket rumah. kejadiannya hari ini ….

    [Reply]

  7. Bijak sekali pak Mars…memang sebaiknya seperti itu ya pak, penghargaan dan persaudaraan kpd tetangga harus diwujudkan dg tindakan yg nyata dan konkret…hehe

    [Reply]

  8. Halo pak Mars.. lama gak ke sini..
    betul pak, tetangga itu juga keluarga loh. yang perlu diperhatikan, perlu dijadikan prioritas. saling bantu, saling tepo seliro.

    [Reply]

  9. kendal-salatiga juga bertetangga kan Pak. Ndherek mangayubagya ultah pernikahan, selalu melimpah dan menjadi berkat. Salam

    [Reply]

  10. penyakitku kok nular yo… syindrom gak hapdet, sibuk apa Pak’e? mugo2 sehat-sehat ae 🙂

    [Reply]

  11. setuju, pak Mars. Karena sedekat-dekatnya kita dengan saudara, tetep ye, tetangga yang paling deket kalo ada darurat-darurat atau mendadak, ya yang dicolek duluan tetangga, to ya.
    Btw, pak Mars ikut rewang tetangga mantu?

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *