Mendua

Ketika mencoba jadi pendengar yang baik, disaat yang sama aku tak bisa membaca dengan baik. Dan ketika aku mencoba jadi pembaca yang baik, lagi2 aku gagal jadi pendengar yang baik.

Lalu ketika aku memaksa diri lakukan dua2nya, yang terjadi justru gagal semuanya. Gagal sebagai pendengar, gagal pula sebagai pembaca. Ternyata aku tak cukup bisa untuk melakukan dua hal berbeda pada saat yang sama. Aku tak bisa mendua.

Untuk yang membaca tulisan di atas, nggak perlu repot2 mencari tau apa yang dimaksud, karena inti dari tulisan itu hanya bisa didengar. Padahal kita tak mungkin membaca sambil mendengar disaat yang bersamaan. Kita tak bisa mendua.

68 thoughts on “Mendua

  1. Kirain mendua dalam arti selingkuh pak …. bisa heboh kayak KD entar

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Selingkuh itu nggak baik tapi banyak yang melakukan Mas… 😀

    [Reply]

  2. Sekarang banyak orang mendua, bahkan mentiga
    coantoh:
    naik motor sambil baca sms
    naik motor sambil baca sms sambil merokok
    Gila nggak

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Iya Mas…
    Padahal korban sudah banyak akibat begituan…
    Bonceng motor sambil becanda sambil SMS an…

    [Reply]

  3. korupsi sambil berteriak penegakkan hukum;
    ini mendua juga Pak,

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Mendua yang enak Mas… 😀

    [Reply]

  4. saya juga nggak bisa, membaca daftar pesanan isteri dan mendengarkan makanan apa yang harus dibawa pulang. soalnya sambil mbayangkan berapa rupiah yang harus dikeluarkan.

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *