Mengasah Jiwa Seni di Ubud Bali

Berlibur ke Bali memang tak akan ada bosannya karena di Bali banyak tempat menarik yang bisa kita datangi. Desa-desa di Bali masih alami, menyuguhkan pemandangan alam dan adat istiadatnya, salah satunya Ubud. Bila Anda ke Bali, jangan lewatkan untuk mampir ke Ubud. Sebuah desa yang terletak di Kabupaten Gianyar ini lokasinya di antara hutan dan persawahan.

Ubud terkenal dengan kesenian dan kebudayaannya yang kental dan mendarah daging pada setiap penduduknya. Anda bisa menginap di hotel Alila Ubud dengan booking melalui Traveloka. Alila Ubud adalah hotel bintang empat di Desa Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar.  Hanya sepuluh menit berkendara dari pusat Ubud, sebuah hotel eksklusif di perbukitan yang tenang di pinggir Sungai Ayung.

Kamar-kamar di Alila Ubud memiliki desain interior tradisional Bali tetapi dengan perabotan-perabotan yang modern. Ada balkon yang sangat luas dengan pemandangan ke gunung berapi dan Sungai Ayung. Nikmati ketenangan saat menginap di Alila Ubud, dan bersiaplah mengasah jiwa seni Anda di galeri dan museum seni yang ada di Ubud.

Galeri Seni Alila Ubud
Jika Anda menginap di Alila Ubud, maka Anda akan langsung mendapatkan fasilitas gratis berkunjung ke Galeri Seni Ubud hanya hanya berjarak sekitar satu kilometer. Di Galeri Seni Alila Ubud ini, Anda bisa menyaksikan karya-karya seni dari para seniman lokal maupun internasional, seperti lukisan, patung, kerajinan tangan, dan lain-lain.

sumber foto: volculukterapisi.com

Museum Puri Lukisan
Museum ini berada di Jalan Raya Ubud dan buka dari pukul 00.00-18.00 dan 21.00-00.00. Bisa dikatakan museum ini buka hampir dua puluh empat jam, hanya beristirahat selama tiga jam saja. Museum ini merupakan museum lukisan tertua yang ada di Bali. Jaraknya hanya empat puluh menit dari Denpasar.

Karya-karya lukis para seniman Bali dipamerkan di museum yang diresmikan tahun 1956 ini.  Karya para pelukis Bali telah diakui dunia sejak aba kedua puluh. Kita pun mengetahui bahwa Bali adalah tujuan utama para wisatawan Internasional. Sebagian dari para wisatawan asing yang berkunjung itu sudah tentu akan membeli lukisan-lukisan dan dibawa ke negaranya.

Apabila karya-karya lukis itu tidak punya ruang apresiasi di negara sendiri, dikhawatirkan akan kehilangan identitas setelah menyebar ke seluruh dunia. Itulah pendorong utama lahirnya Museum Puri Lukisan ini. Koleksinya memiliki kategori: lukisan wayang kamasan, lukisan karya anggota Pitamaha, ukiran kayu, karya I Gusti Nyoman Lempad, dan Bali era Modern.

Jika Anda mengunjungi Museum Puri Lukisan ini, akan memperkaya khazanah pengetahuan Anda mengenai karya-karya lukis di Bali. Orang asing saja bangga dengan karya lukis Bali sehingga membawanya ke negara asal. Bagaimana dengan Anda?

Sumber foto: rudolfbonnetfoundation.com

Museum Seni Neka
Sebuah museum di Jalan Raya Sanggingan Campuhan, Ubud yang buka dari pukul 09.00-17.00. Museum ini adalah rumah bagi beberapa seniman berpengaruh yang ada di Bali. Bila Anda berkunjung ke museum ini, Anda akan dapat mengembangkan wawasan mengenai seni di Bali. Museum ini juga merupakan galeri seni terbesar di Bali.

Tak hanya karya seniman Bali yang dipamerkan, tetapi juga karya seniman Internasional. Didirikan sejak tahun 1976 oleh seorang guru di Bali, Suteja Neka. Awalnya, Suteja Neka mengumpulkan karya-karya seni itu untuk dokumentasi. Tahun 1982, museum pun dibuka dan telah ada sekitar empat ratus karya yang dipamerkan.

Lukisan-lukisan yang dipajang merupakan lukisan tradisional Bali dengan gaya wayang. Menggambarkan kehidupan realistis masyarakat pedesaan di Bali. Ada juga foto-foto bersejarah yang berwarna hitam putih yang diambil sebelum Perang Dunia II. Juga terdapat koleksi ukiran kayu dan patung perunggu.

Sumber foto: mascengkuek.blogspot.com

Di salah satu paviliun, juga dipamerkan karya seniman lokal terkenal, I Gusti Nyoman Lempad. Di dalam museum ini juga terdapat toko buku dan kafe sehingga Anda bisa bercengkerama sebentar sebelum menjelajahi museum. Untuk sampai ke museum ini, hanya butuh waktu sepuluh menit berkendara dari pusat Ubud, Bali. Museum ini buka setiap hari, kecuali pada hari Minggu pagi dan hari libur nasional.

10 thoughts on “Mengasah Jiwa Seni di Ubud Bali

  1. Wah kapan berkunjung di Bali pak mars ?!? Tau gitu tak ampiri.

    Kalo bicara tentang seni di Ubud memang tidak ada habisnya, belum lagi kesenian Barong nya.

    [Reply]

  2. Wah …
    lama sekali saya tak berkunjung ke sini …
    Ubud memang khas sekali. bagi mereka yang tidak menyukai hiruk pikuk. (eh tapi saya kurang tau sekarang seperti apa … mudah-mudahan masih adem seperti dulu)

    Salam saya Pak Mars

    [Reply]

    Birkenstock original mapemall Reply:

    Mantap 😀

    [Reply]

  3. Ubud menjadi wisata belanja bagi saya xixixixi…atau jalan2 jika ingin kesejukan lain dr Bedugul karena Bedugul pun macet luar biasa di weekend.
    Kalau ke Ubud jangan lupa mampir kerumah saya PakDhe Om…jauh sih rumah saya di Jimbaran xixixi

    [Reply]

    film keluarga terbaik 2016 Reply:

    Mantap 😀

    [Reply]

  4. Halo pak Mars. Lama tak berkunjung kemari, sudah berganti tampilan rupanya. Makin cetar aja nih blognya. Hehehehehehe…. Bali memang enak dan cucok dijadikan jujukan wisata. Nggak hanya karena banyak sajian budaya dan seni aja, tapi juga lokasi yang cakep-cakep dan makanan yang wenuk-wenuk. Someday, saya kepengen maen-maen ke Bali.

    [Reply]

  5. sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat berlibur dan merenung dengan mengagumi karya seni orang lain untuk mencari inspirasi

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *