Mengelola Perbedaan

Ada yang bilang bahwa perbedaan itu merupakan sebuah berkah, tetapi tak jarang pula bahwa justru karena perbedaan itulah awal dari segala masalah. Pecahnya koalisi partai, kisruh di tubuh PSSI atau perceraian suami istri bisa terjadi karena adanya perbedaan.

Menyamakan perbedaan bukan persoalan yang mudah dan belum tentu menjadi solusi, karena sebuah perbedaan bukan untuk disamakan tapi dikelola. Kalaupun bisa disamakan, biasanya semu dan hanya bersifat sementara yang justru bisa berubah menjadi bom waktu. Mengelola perbedaan tak bisa instan tapi perlu waktu dan butuh perjuangan.

Lalu bagaimana saya mengelola perbedaan?
Sama seperti keluarga yang lain, saya dan istri juga banyak (sekali) perbedaan. Yang kecil ada, yang besar juga ada. Karena saya juga masih latihan, maka contohnya saya berikan yang ringan2 saja.

  1. Saya suka bakso yang anget, istri suka yang panas
    Solusinya : jika beli bakso cukup semangkuk saja biar irit. Istri makan duluan, kalau panasnya sudah berkurang gantian saya yang makan.
  2. Saya suka makanan yang dibungkus daun pisang, istri suka yang dimakannya pakai lalap cabe
    Solusinya : jika mendatangi acara yang snacknya ditaruh dalam dus, maka kami lakukan barter. Arem2 atau lempernya istri ditukar dengan kroket atau resoles punya saya.
  3. Kalau makan dirumah makan, menurut saya porsi nasi putihnya terlalu sedikit tapi menurut istri justru terlalu banyak.
    Solusinya : separo nasi putih punya istri diberikan pada saya sehingga nggak perlu pesen lagi
  4. Saya suka internetan, istri hoby nonton sinetron.
    Solusinya : pergi berdua cari makanan.
  5. Saya pengin pergi ke Surabaya, istri pengin ke Jakarta
    Solusinya : kami tidak pergi kemana2

Semoga contoh tersebut menginspirasi yang baca.
Selamat berjuang, selamat mengelola perbedaan.

46 thoughts on “Mengelola Perbedaan

  1. kalau yang terakhir Om, tidak pergi kemana-mana ntar urusannya ga selesai donk Om 🙂


    Kan ada poin 4…

    [Reply]

  2. Nomer 4 itu justru membuat saya harus bikin postingan gimana cara mengelola persamaan. karena sama-sama suka internetan, jadi kami rebutan leptop. Pripun niku, Pak?


    Malah gampang Mbak…
    Yang satu bikin posting, yang satu ngomentari, yang satu bikin status, satunya ngrespon, yang satu ndikte satunya yg ngetik, satunya ngupload satunya ndownload…

    [Reply]

    giewahyudi Reply:

    Ya buka warnet aja, cuma dipakai berdua, jadi enggak usah rebutan. 🙂


    Satu mendikte, satunya ngetik. Beres kan?

    [Reply]

    Sugeng Reply:

    Setubuh !! mas Giewahyudi jadi kasirnya mbak Isnuasa yang jadi penjaganya. Jadi tidak ada acara rebutan karena sama2 duduk manis di warnet 😆

    **lha ngenetnta kapan ??, gampang tunggu sampai pungunjungnya sepi**


    Kalau pengunjung sepi kan sudah ada acara lain lagi Mas 😀

    [Reply]

  3. Leptopnya dibagi dua aja mbak. Modem juga ha ha ha


    Dipartisi ya Bli

    [Reply]

    giewahyudi Reply:

    Laptop dibagi dua, monitornya untuk saya dan keyboardnya untuk istri. Lho??? 🙂


    Kabelnya buat saya

    [Reply]

  4. masih mending rebutan karo bojo la aku rebutan karo putune . piye kuwi mas solusine.


    Kan perbedaan memang bisa dengan siapa saja.
    Dengan saudara, teman, lingkungan maupun siapa saja

    [Reply]

  5. Sulit untuk mengelola perbedaan, meskipun itu bukan sesuatu yang mustahil, perlu menyelaraskan perbedaan, belajar pada yang sudah berpengalaman, seperti Pak Mars 😀

    Nuwun, Pak


    Saya juga masih belajar kok Pak, karena perbedaan itu selalu ada

    [Reply]

  6. solusi 2 terakhir tuh lucu…. akhirnya bisa irit ya…


    Solusinya memang dicari yang enjoy aja

    [Reply]

  7. yang point 4 dan 5 bisa disosialisasikan kepada semua pasangan suami istri untuk mengatasi pernedaaan di antara mereka, pak.


    Dicatat Mas 😀

    [Reply]

  8. masukan pak mar, bagaimana kalau point 5 solusinya adalah:
    “Kami pergi ke SURA-KARTA”
    jadi Pak Mar dapat SURA, Bu Mar dapat KARTA
    adil tho?


    Wah, siep Mas
    Saya malah nggak kepikiran lho

    [Reply]

  9. Solusi yang top deh..
    No 4 : Aku suka internetan, suami suka internetan
    Solusi : ngobrol lewat chatingan deh..


    Hahaha…
    Solusi datang dengan sendirinya

    [Reply]

  10. suami suka nonton bioskop
    saya tidak suka nonton bioskop
    jadi…saya tinggal di rumah dan suami pergi nonton dengan anak-anak 😀


    Seperti itulah seharusnya, jadi nggak memaksakan diri, kecuali sekali2…

    [Reply]

  11. yg susah itu kalau yg satu tidurnya ngorok, yang satunya gak suka dengerin orang ngorok.
    solusine, yang nggak ngorok tidur duluan, baru yg ngorok..


    Nah ini malah sudah bisa cari solusi sendiri

    [Reply]

  12. Kalo suami suka wanita lain, istri suka pria lain, solusinya gimana ya?


    Kalau wanita lain itu Ibuknya kan memang harus Mbak? 😀

    [Reply]

    Ichink Reply:

    Hahah ini nih yang berat kalo kaya gini 😀


    Yang beratpun bisa dikelola kalau mau berusaha

    [Reply]

  13. Cara pak mars dalam mengelola perbedaan memang bagus. Apalagi dalam urusan keluarga. Bisa harmonis terus tuh rumah tangga. Semoga menjadi sumber inspirasi para penguasa ya pak 🙂


    Bagus nggak bagus pokoknya dipas2kan Mas, agar perbedaan itu nggak jadi penyakit

    [Reply]

  14. nomor 1, lucuu… jatah Bu Mars makan pentulnya berapa Pak?
    kalau diabisin ntar pak’e tinggal kuahnya doang


    Kalau pentulnya dibagi dua.
    Kalau ganjil ya berarti setengah2

    [Reply]

  15. hahhaahha,,, suami suka nonton bola, saya sudah seperti bola, jadi ditonton terus,, hhhahahah…

    sip ini pak.. 🙂


    Nah ini dia solusi yg pas 😀

    [Reply]

  16. Setuju Pak, perlu kehati-hatian menyikapinya… tergantung situasi, 🙂


    Padahal kita selalu ada didalam situasi

    [Reply]

  17. Hahahaha,,,
    wah kreatif banget nieh,,
    teladan,, perlu ditiru…
    😀


    Bisa ditiru dan bisa dikembangkan lagi, karena sayapun masih harus terus belajar

    [Reply]

  18. saya suka teh panas..
    suami suka yang anget…
    solusinya bisa ikutan pak mars no.1 y..
    hehehe


    Hahahaha…
    Tapi gelasnya musti dikasih alarm Mbak
    Begitu tehnya sudah hangat, alarmnya bunyi

    [Reply]

  19. 1-5 belum ngalami Pak…jd saya simpan dulu di pin memory buat persediaan nanti kalau sdh ada pasangan dan punya perbedaan-perbedaan yg indah..hehhee


    Berarti yg dikelola adalah perbedaan dengan saudara, teman dan orang2 disekitar Mbak

    [Reply]

  20. Selalu suka baca postingannya pak Mars, singkat tapi dalam …
    Mengelola perbedaan mutlak dalam sebuah hubungan, apalagi suami-istri


    Juga hubungan dengan saudara atau teman, termasuk bawahan dan atasan

    [Reply]

  21. Selalu menemukan inspirasi dari postingan sampean pakde. Yg nomer 4 dan 5 itu bikin saya tersenyum 🙂


    Hahahaha…

    [Reply]

  22. sebenernya perbedaan itu indah kalo kita bisa mengelolanya, pak mars contohnya. yan kan pak ? 😀


    Iya Mbak.
    Perbedaan tak bisa dihindari, apalagi ditinggal lari
    Harus dicari jalan lain buat solusi

    [Reply]

  23. selalu keren dan anti biasa kalau Pak Guru yg kasih ide kayak gini 🙂
    cuma, kalau mkn baksonya kudu diintip2 juga ya Pak Guru?
    takutnya nanti malah Bu Mars kebablasan, utk Pak Guru cuma tinggal kuahnya thok…. hahahaaaa…. 😀 😀
    salam


    Mangkuknya sudah ada ‘sirine’nya Bun.
    Ketika mencapai suhu tertentu, sirine akan bunyi 😀

    [Reply]

  24. Klo Saya suka nonton OVJ, Bapak saya suka Kamandanu gimana dong Pak solusinya..


    Solusinya Kamandanunya suruh jadi bintang tamu di OVJ Mbak.

    [Reply]

  25. kalau sama-sama engga mau mengalah gimana pak?
    pacar saya itu loh..


    Kan ini bukan soal saling mengalah, tapi bagaimana cari jalan lainnya Mbak.
    Saya yakin pasti ada jalan lain.
    Saya suka MotoGp; istri suka sinetron. Sama2 tak mau ngalah. Solusinya ya diganti film kartun 😀

    [Reply]

  26. kalau saya suka internetan, suami suka nonton tv dan baca buku.. malah asik ga ada yg saling ganggu.. hehe
    itulah asiknya perbedaan.


    Tidak saling mengganggu ya Bu 😀

    [Reply]

  27. Wah ngangsu kawruh pak, pengelolaan perbedaan secara anti biasa. Salam


    Sebuah perbedaan tetaplah perbedaan, tak pernah bisa dibuat sama Mbak.
    Tinggal bagaimana kita mengelolanya

    [Reply]

  28. Kalau saya senangnya ngenet, istri senangnya tidur sore, anak-anak senangnya nonton TV jadinya kami tidak ada yang saling menyakiti karena tidak ada yang ngerasa terganggu. 😉

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan


    Wah, kalau ini solusinya malah nggak usah nyari2…

    [Reply]

  29. Hahaha …
    saya ngakak membaca situasi ke lima …

    Itu bukan solusi Pak Mars
    Itu namanya … Adil !

    (hahaha)

    salam saya


    Harusnya ke SURA-KARTA Om…
    Potongan antara SURAbaya dan jaKARTA

    [Reply]

  30. Mengambil jalan tengah atas perbedaan2 yang ada juga sangat bagus untuk diambil sebagai salah satu solusinya. Biar hubungan tetap awet dan langgeng


    Iya Mas

    [Reply]

  31. Point no. 3 sama banget sama saya…jd bisa ngirit yach pak heheheh……

    nahh point no 5 kenapa ngga dua2nya dijalanin pak…biar dua2nya happy hehehe….


    Ngirit dan kenyang Mbak 😀

    [Reply]

  32. Kalo mau makan di luar suka bingung, Pak. Suami saya maunya makan Padang, saya maunya makan bakso. Akhirnya kami beli nasi goreng…


    Hahaha
    Saya suka nasgor, istri saya suka bakso…

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *