Home > Inspirasi, Realita > Mengelola Tetapi

Mengelola Tetapi

March 28th, 2014 Leave a comment Go to comments

Ada sebagian orang yang dalam hal berkomunikasi, berargumentasi atau juga berjanji gemar sekali menyelipkan kata “tetapi” disetiap kalimat yang diucapkannya. Secara tidak langsung hal ini justru bisa jadi bumerang karena akan mencerminkan sikap tidak tegas.

Orang yang berkata: “Saya mau tetapi mas kawinnya harus sepatu dari kulit singa dan tas dari kulit anoa” atau “Saya maafkan tetapi dengan tebusan 21 miliyar” sejatinya menegaskan ketidakmauannya.

Tidak terlalu salah jika orang menggunakan “tetapi“, asal dikelola secara bijak. Jika salah penempatan bukan tak mungkin akan menimbulkan kesan negatif bagi yang mendengarnya. Sama2 memakai kata “tetapi“, akan tetapi dua kalimat berikut punya kesan yang jauh berbeda.

  • Cantik sich, tapi sayang kulitnya hitam.
  • Kulitnya sich hitam, tapi kan cantik.

Marilah bijak bersikap. Ketika masakan istri kebanyakan garam, katakan saja :
“Asin dikit tapi enak kok…”.

Jangan pernah katakan :
Enak tapi kok asin !

~ Grazie ~
Categories: Inspirasi, Realita
  1. March 28th, 2014 at 23:47 | #1

    Susunan kata namun dapat menimbulkan efek psi,ologi yang berbeda

    [Reply]

  2. March 29th, 2014 at 08:49 | #2

    Tadi pagi telat bangun, tapi tetep dapat teh anget dan mendoan. . . :D

    [Reply]

  3. March 29th, 2014 at 20:19 | #3

    Traffiknya sudah banyak banget sih, tapi pemasukan iklan masih belum sebanyak semestinya… :D

    [Reply]

  4. March 29th, 2014 at 20:22 | #4

    Ini betul juga ya …
    salah menempatkan …
    salah susunan …
    rasa bahasanya (begitu kata Guskar) … pasti sudah sangat berbeda …

    Ini penting untuk mereka yang berkecimpung dibidang kehumasan … dan komunikasi publik … (hehehe)

    salam saya

    (29/3 : 9)

    [Reply]

  5. March 29th, 2014 at 21:14 | #5

    saya mau koment di sini tetapi saya tetap mau koment

    [Reply]

  6. March 29th, 2014 at 23:42 | #6

    sudah malam tapi saya tetap mau berkunjung

    [Reply]

  7. March 31st, 2014 at 22:53 | #7

    saya mengantuk tetapi masih mau bw :)

    [Reply]

  8. April 1st, 2014 at 07:02 | #8

    tetapi berarti masih dalam proses yang belum pasti

    [Reply]

  9. April 1st, 2014 at 07:51 | #9

    Cuma modal mbalik susunan kata2, rasa dalam menerimanya jauh berbeda.

    [Reply]

  10. April 2nd, 2014 at 15:32 | #10

    pemakaian bahasa emang memberikan efek psikologis sih

    [Reply]

  11. April 3rd, 2014 at 13:27 | #11

    cermat juga bapak yang satu ini

    [Reply]

  12. April 6th, 2014 at 15:24 | #12

    mungkin kebanyakan pada malu2 atau sungkan bicara terus terang, sehingga pake kata “tetapi”untuk menyiasatinya :D

    [Reply]

  13. April 8th, 2014 at 09:36 | #13

    “Emak emang bulet tapi enrgik koq” waduh makasih thole…..fakta yang dipermasalahkan
    Terima kasih Pak Mars, belajar mengelola tetapi ah.
    Salam

    [Reply]

  14. April 9th, 2014 at 13:57 | #14

    bener juga, Pak :)

    [Reply]

  15. April 10th, 2014 at 12:25 | #15

    Lama ndak main sini tetapi kan tetep ke sini :D

    [Reply]

  16. April 18th, 2014 at 13:55 | #16

    Nah sebagai blogger sudah selayaknya belajar yg beginian. Apalagi seorang blogger khan biasanya blogwalking dan memberikan komentar. Soooo.. Bijaklah dalam berkomentar kayak contoh kalimat di atas..

    Josh gandosh pak postingane.. Tapi.. #eh

    [Reply]

  17. April 25th, 2014 at 10:45 | #17

    Ingin berkomentar tapi telat. Lama ga mampir disini…

    [Reply]

  18. May 16th, 2014 at 14:11 | #18

    Saya suka penggunaan kata “Mengelola” dalam judul, lebih membumi daripada Memanage/ Memenej. :D

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

Current month ye@r day *

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~