Menggambar Buah Simalakama di Tabularasa

E

ntah kenapa, ada beberapa kata yang dipakai secara eksklusif dan tampaknya tidak dipakai dalam penggunaan lain.

Lihatlah kata tabula rasa yang katanya dari bahasa latin dan punya arti kertas kosong. Kata ini hanya dipakai untuk mengibaratkan bayi yang baru lahir.

Lalu kata simalakama yang disebut juga buah mahkota dewa. Kata ini hanya muncul dalam peribahasa “Seperti Makan Buah Simalakama” yang punya makna pilihan yang sangat sulit karena dimakan atau tidak, kita akan kehilangan salah satu orang tua.

Peribahasa ada ratusan, tapi kata yang dipakai tidak membingungkan, tidak seperti buah simalakama atau tabularasa. Peribahasa ‘Seperti Air di Daun Talas’ atau juga “Semut di Seberang Lautan Jelas Kelihatan, Gajah di Pelupuk Mata Tidak Kelihatan”. Kata air, daun talas, semut, lautan, gajah dan pelupuk mata maknanya jelas, nyata adanya, mudah dimengerti dan dipakai juga pada kalimat sehari2.

Saat sekolah dan mendapatkan pelajaran tentang tabula rasa dan buah simalakama, saya hanya ngangguk-angguk saja, tapi sekarang tiba2 muncul tanda tanya, kenapa kata2 tersebut tak pernah kedengaran dalam pemakaian lain?. Saya sangat tahu itu kiasan, tapi yang kiasan adalah peribahasanya, bukan tiap kata yang terkandung di dalamnya. Saya menjuluki dua kata tadi sebagai kata eksklusif

Untuk para ahli, tolong beri saya pencerahan agar saya bisa nggambar buah simalakama di tabula rasa

26 thoughts on “Menggambar Buah Simalakama di Tabularasa

  1. wah saya bagai makan buah simalakama, karna di posting ini kok tabula rasa, karna aq liat blm ada yg komen?

    entah, kl dah submit komen…biasanya lgs muncul buanyak buah pikiran para komentator

    Pradna’s last blog post..Tamu Allah

    [Reply]

  2. mungkin karena pengaruh liberalisme kapitalisme pak, jadi kalo diganti jadi kertas putih kosong dan mahkota dewa, harus mengganti copyrightnya dan mungkin bisa dituntut… 😆

    [Reply]

  3. Iya. Saya memang masih seperti bayi yang baru lahir. Jadi, masih innocent.

    Btw, postingan ini ndak ngrasani saya to?

    [Reply]

  4. jika makan simalakama – dimakan bapak mati tdk dimakan ibu mati, maka akhire dimut wae pak…. 😀

    ciwir’s last blog post..Canon PowerShot A470 [Alnect Komputer]

    [Reply]

  5. Waduh pak…tambah bingung neh..Ora mudeng boso koyok ngono kuwih.
    Sepurone pak….Pangapunten

    HumorBendol’s last blog post..Konsultasi tentang Mimpi

    [Reply]

  6. kok saya baru dengar tabula rasa yah mas, apa saya yang tidak penah mendengarkan disaat guru menjelaskan yha 😛

    harianku’s last blog post..Tumbuhkan keharmonisan rumah tangga anda

    [Reply]

  7. ngonceki

    senoaji’s last blog post..Mungkin pohon Matoa di Kebun Binatang itu telah berganti ubin dan batu. Namun akarnya takkan lupa bersaksi bahwa kecupan mesraku setulus ucapanku.

    [Reply]

  8. waaahh pak, dulu saya paling O’ON pas dapet mata pelajaran yg nyangkut2 tabula rasa ini pak… 🙁

    [Reply]

  9. wah, kalau menyangkut peribahasa dan sastra, saya ini bagai tabula rasa, mas. blas nggak ada isinya!
    jadi bagai makan buah simalakama deh mengomentarinya, memberi komentar jadi ketauan begonya, nggak berkomentar jadi penasaran. halahh…

    marshmallow’s last blog post..Concept of Heaven

    [Reply]

  10. wah kalo itu sih krg bisa nih bang hueehehe….

    salam nal bang 😀

    ridwanox’s last blog post..15 Stadion terbesar di dunia termasuk Gelora Bung Karno

    [Reply]

  11. gak mudeng, tabu lara rasa… panggah gak mudeng…

    mbuh kang… susah… tak komentar masalah king ae, khan komentare mbok klouz.

    Nek aku tergolong, king kong soale akeh wulune, tapi dudu sembarang king kong, tapi king kong sing keng king. Soale gak enek daginge! (bengkring diplesetne keng king, soale wonge lagi nyusur, dadi gak iso muni “Be”) Wekekek…

    ndop’s last blog post..Tutorial Edit Foto Ala Friendster

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *