(merasa) belum (merasa)

Penempatan kurung seperti yang saya pasang pada judul tersebut jika ditinjau dari teori tata bahasa kayaknya nggak dikenal. Kalaupun ada, yang dimaksudkan pasti beda dengan apa yang saya maksud.

Tiap melihat kalimat yang memuat kata dalam kurung model begitu saya malah teringat soal Bahasa Indonesia, dimana kita diminta melengkapi dengan imbuhan. Atau kalau dalam Bahasa Inggris, kita diminta menuliskannya sesuai waktunya yaitu lampau, sedang atau akan datang.

Yang saya maksud dengan (merasa) belum (merasa) adalah “merasa belum” dan “belum merasa“.
Sebagai suami, saya merasa belum jadi suami yang baik. Ada banyak kriteria suami baik yang belum bisa saya maksimalkan. Demikian pula dalam hal pekerjaan. Sebagai guru, saya merasa belum layak dikatakan guru yang baik. Ada banyak syarat yang belum bisa saya penuhi.

Sebagai blogger?. Hahahaha…
Apalagi yang ini. Saya makin belum merasa. Punya blog saja tidak otomatis lalu berpredikat blogger. Perlu dukungan komitmen dan kompetensi. Contohnya gampang. Orang yang cuma punya mesin jahit tak serta merta bisa dibilang penjahit. Ada persyaratan lain yang musti dipenuhi.

Peternak tak cukup hanya punya ternak, penyanyi tak cukup hanya bisa nyanyi, pelari tak cukup hanya bisa lari, penulis tak cukup hanya bisa nulis, pengacara tak cukup hanya bisa bikin acara. Sebaliknya, pesuruh malah nggak biasa nyuruh

Saya tak ingin merasa sudah dan sudah merasa, karena jika hal itu terjadi, bukan tak mungkin saya justru akan menjadi sombong dan tak mau belajar lagi.
Tapi merasa sudah sunat

54 thoughts on “(merasa) belum (merasa)

  1. bijak sekali pak mars dan saya sepakat tentang merasa belum dan belum merasa, agar kita tidak cepat puas dan berbangga hati dan menjadi sombong..


    Iya Mbak.
    Ketika kita sudah merasa bisa, maka biasanya kita berhenti dan tak mau belajar lagi. Dan kondisi seperti itu sebaiknya kita hindari.
    Salam!

    [Reply]

  2. Hahaha….
    Saya ketawa membaca kalimat terakhir “Tapi merasa sudah sunat”


    Hahaha…
    Merasa sudah sunat, meski sejatinya sudah nggak terasa

    [Reply]

  3. Saya punya buku html yang tebal mirip buku panjenengan tapi saya merasa belum merasa menjadi ahli html wong mbaca saja saya sudah merasa kliyeng2.
    Saya merasa belum measa sreg jika belum copy kode html dari panjenengan.

    Pak Harto wanti2 bilang ” ojo rumongso biso, ning bisoo rumongso”
    Ojo rumongso biso dadi presiden, sing dadi presiden ayo dibantu, ojo dirusuhi ae.
    Salam hangat dari Suroboyo


    Hahaha…
    Buku yang terlalu besar kadang nggak sempat membacanya Dhe

    [Reply]

  4. terimakasih pak mars kalau masih bisa merasa? 😆
    kalau komen disini avatarnya ada lho. 😉

    pak mars, gimana caranya untuk gabung dan bisa ikut duduk di link link? 😉


    Iya nanti saya masukkan link-link Mbak

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *