Home > Anti Biasa, Realita > Meredup

Meredup

March 12th, 2012 Leave a comment Go to comments

Redup atau meredup adalah perubahan keadaan dari terang menuju gelap, dari cerah menuju suram atau dari cemerlang menuju keruntuhan. Ketika mendung datang, maka orang mengatakan redup. Ketika kejayaan atau masa keemasan menuju keruntuhan, itupun dikatakan meredup.

Dalam perjalanan hidup seseorangpun pasti mengalami pasang surut ada terang ada redup. Ada yang setelah redup bisa terang kembali, tapi tak jarang setelah redup lalu berhenti dan mati. Kita tidak tau kapan redup datang menghampiri, tapi siap tak siap kita pasti menemui.

meredup

terang tak selamanya terang
ada masa redup menjelang

terang gelap bergantian
dibalik terang ada gelapnya
disela gelap ada terangnya

habis siang ada petang
habis gelap bisa terang

masih ada kerlip bintang

Bersiap selagi terang untuk hadapi keredupan adalah pilihan bijaksana

~ Grazie ~
Categories: Anti Biasa, Realita
  1. March 12th, 2012 at 16:07 | #1

    mbahKung kereeeenn..!!!

    ada bintangnya Ngai disituwh.. :P


    Hahaha…
    Yang punya bintang datang :D

    [Reply]

  2. Bunga Mesa Ananda
    March 12th, 2012 at 16:12 | #2

    Grr. Gagal pertamax..
    Itu cara bikin tulisan gitu gimana om? ajarin


    Hahaha…
    Kalah ama Ngai ya?

    [Reply]

  3. March 12th, 2012 at 16:18 | #3

    Super sekali pak Mars.
    Siap nggak siap, kita akan menemui proses itu. Terang ke redup, redup ke terang. Atau bahkan langsung mati.

    Kalau kita sudah pasti menemui hal itu, maka dari sekarang kita persiapkan perbekalan.


    Iya Mas, segala sesuatu perlu persiapan…

    [Reply]

  4. applaus
    March 12th, 2012 at 17:15 | #4

    selalu aja ada idenya nih om ini… gelap terang…


    Iya Mas, mencoba mengkombinasikan antara tulisan dengan trik

    [Reply]

  5. nique
    March 12th, 2012 at 20:52 | #5

    quote asli by pak mars :D


    Sing rak asli sing piye Ni?

    [Reply]

  6. March 12th, 2012 at 20:56 | #6

    meredup … saatnya introspeksi dan bagian dari siklus hidup ya pak. Salam


    Iya Mbak…
    Untuk pengingat saja bahwa semua akan redup…

    [Reply]

  7. Kade
    March 12th, 2012 at 21:00 | #7

    Wah keren….. Pak mars kalo maw belajar HTML ke pak mars lewat mana yah… ? :-D


    Kayaknya pernah saya tulis Mas

    [Reply]

  8. Evi
    March 12th, 2012 at 22:15 | #8

    Senang membaca ini Pak: Selagi terang bersiap menghadapi redup..Biar gak terkena rabun senja ya Pak Mars..


    Hehehe…
    Bukan hanya rabun senja tapi juga untuk menyambut datangnya malam Mbak

    [Reply]

  9. Pakacil
    March 13th, 2012 at 01:42 | #9

    kalau soal ini kami di sini sudah terlatih pak
    sedia lilin, lampu teplok, senter atau genset
    kalau suatu saat listrik pln meredup tanpa kabar berita


    Kalau mau meredupkan diri, PLN nggak pernah bilang2 ya Pak

    [Reply]

  10. lozz akbar
    March 13th, 2012 at 01:43 | #10

    pas banget pak Mars.. saya mampir sini saat dini hari.. jadi peteng-peteng piye gitu.. pinjem senternya Pak :)


    Remeng2 Mas…

    [Reply]

  11. dhenycahyoe
    March 13th, 2012 at 05:28 | #11

    manteb, kelab kelib ngungu.. hehehehe….
    yen peteng gowo senter amek lilin pak :D


    Enak petengan saja

    [Reply]

  12. Sholihin
    March 13th, 2012 at 05:33 | #12

    Habis gelap terbitlah terang, habis terang gelap lagi, habis gelap terbitlah terang, begitu seterusnya dalam kehidupan :D


    Tapi harus waspada ketika gelap lalu keterusan Mas

    [Reply]

  13. March 13th, 2012 at 06:48 | #13

    Wah, kereeeen!
    Pak Mars, memang begitulah hidup ya. Kalau kata orang, hidup itu seperti roda, kadang di atas (bisa dada-dada), kadang di bawah (keplenet…)


    Yang penting ingat saat diatas agar nggak kaget saat dibawah Mbak

    [Reply]

  14. Apikecil
    March 13th, 2012 at 06:53 | #14

    Wahhhh, bintangnya keren pak mars..


    Iya Mbak…
    Bintangnya nyuri dari ladang jiwa

    [Reply]

  15. March 13th, 2012 at 07:31 | #15

    habis gelap terbitlah terang ya..badai pasti berlalu

    sama juga kayak lagu the beatles salah satu lirik lagu “let it be”
    “And when the night is cloudy
    There is still a light that shines on me
    Shine on until tomorrow, let it be”

    semangat :D


    Makasih tambahannya

    [Reply]

  16. puisipemula
    March 13th, 2012 at 09:41 | #16

    waaa……kerrreeeennn………..
    seratus jempol utk Pak Guru ahli html…. :)

    ini mataku mulai redup , hujan2 bawaannya kok ya mengantuk tho Pak Guru … :(
    salam


    Hari ini kayaknya pulau Jawa hujan merata ya Bun

    [Reply]

  17. March 13th, 2012 at 09:45 | #17

    Keren kata-katanya, Pak… :-)


    Hahaha…
    Itu sich belum keren Mas

    [Reply]

  18. March 13th, 2012 at 09:51 | #18

    Memang seperti roda, sebentar di atas, terus lamaaaa di bawah hahahaa…. duh mudah2an sih hidup kita baik2 saja, meskipun nantinya akan meredup sedikit, semoga tetap bisa positif menghadapinya.


    Semoga begitu Mbak…

    [Reply]

  19. NA
    March 13th, 2012 at 10:07 | #19

    Dalam bahasa Al Qur’an … disebut dengan waktu ashar… ketika manusia sudah memasuki watu ashar.. dia sudah tidak secemerlang seperti waktu muda (waktu dhuhurnya)… dan ketika sudah memasuki waktu ashar.. harus siap untuk memasuki waktu maghrib…isya dan selanjutnya..kembali pada Khaliq….


    Makasih Na…
    Sukses buat kamu ya

    [Reply]

  20. March 13th, 2012 at 10:08 | #20

    Betul pak Mars….apalagi untuk orang seusia saya, setiap waktu bisa dipanggil pemilik Nya. Jadi setiap saat harus dilalui dengan rasa bersyukur dan ikhlas menjalani kehidupan ini.


    Hehehe…
    Kalau dipanggil sich suka2 yang manggil Mbak, bisa yg sudah banyak umur, bisa pula yg belum cukup umur

    [Reply]

  21. March 13th, 2012 at 10:25 | #21

    meredup berarti voltasenya lagi turun ya sob, hanya semoga setelah meredup akan kembali terang bersinar karena kalau tidak berarti padam deh, kalau padam berarti ketika itu malam atau sedang mendung, mudah-mudahan dengan pasti sinar matahari kembali menyinari.
    salam uskses! “nice posting”


    Yang penting kita waspada menjaga jangan sampai redupnya keterusan

    [Reply]

  22. Sriyono Suke
    March 13th, 2012 at 10:49 | #22

    Matahari pagi pancarkan sinarmu
    agar aku merasakan kehangatanmu
    Biarlah mimpi buruk yang kemarin
    hilang ditelan malam yang kelam…

    Matahariku, Remembering Alm Nike Ardilla


    Aku mbok disilihi CD ne Mas

    [Reply]

  23. irmarahadian
    March 13th, 2012 at 11:09 | #23

    klo dari terang lgs gelap itu yang susah pak….
    anak2 pada teriak semua je….
    tapi klo lewat redup dlu kan bisa cari lilin pak…
    hehehe


    Kalau dari terang langsung gelap itu biasanya PLN ya Mbak. Mengagetkan dan tiba2

    [Reply]

  24. budiastawa
    March 13th, 2012 at 11:43 | #24

    Iya, PakDhe. Bagaikan siang dan malam; redup-terang-redup-terang. Tapi di saat redup, janganlah terlalu risau, karena masih ada kerlip bintang di sana :)


    Tapi harus waspada manakala redup terus redup lagi…

    [Reply]

  25. gajah_pesing
    March 13th, 2012 at 13:38 | #25

    berusaha sebaiknya dalam menyiapkan hal-hal yang redup :D


    Makasih Mas…

    [Reply]

  26. chocoVanilla
    March 13th, 2012 at 16:17 | #26

    Keyeeeeen abis :D

    Paling suka bagian kerlip bintang dan bintangnya uhuuuiiii…..


    Itu bisa dipasang di wordpress lho Mbak

    [Reply]

  27. Rayen
    March 13th, 2012 at 17:03 | #27

    Wah, keren puisinya ☼.☼ .
    Bagaimana cara membuat supaya dapat terang gelap begitu ya, . ? õ.O .


    Mbesuk tak ajari

    [Reply]

  28. Abi Sabila
    March 13th, 2012 at 21:29 | #28

    Seperti tangis dan tawa, selalu datang dan bergantia, menghiasi hidup manusia. Demikian pula terang dan redup, memberi kita satu pelajaran agar kita tak buta dalam cahaya, dan tak terpejam dalam gelapnya.

    Makin mantap efek di puisinya, Pak.

    Salam hangat untuk keluarga tercinta.


    Yang terpenting bagaimana kita menyikapi Bi, ketika siang berganti malam dan sebaliknya

    [Reply]

  29. achmad sholeh
    March 13th, 2012 at 21:30 | #29

    setujuh pak persiapan itu wajib harus kita lakukan, karena sesuatu terkadang datang tidak pernah kita duga sebelumnya


    Waspada adalah kata kuncinya Mas

    [Reply]

  30. March 13th, 2012 at 21:58 | #30

    aku suka bintangnya … krn kalau pas berspeda malam dengan suamiku suka sambil menghitung bintang .. ji ro lu pat mo nem tu :)


    Hahaha…
    Ji-ro-lu-pat adalah cara menghitung paling enak dibanding tu wa ga pat

    [Reply]

  31. March 13th, 2012 at 22:07 | #31

    nasehat akhirnya essip banget pak.. bersiap dan selalu siap, mungkin adalah pilihan yang bijak sebelum redup datang..

    salam manis dari Palembang pak Mars :)


    Semoga bisa kita resapi Mbak…

    [Reply]

  32. March 13th, 2012 at 22:57 | #32

    ada redup tentunya saja ada terang ya pak


    Iya Mbak…
    Tapi juga ada yang redup lalu keterusan

    [Reply]

  33. March 13th, 2012 at 23:48 | #33

    Habis gelap terbitlah terang…habis terang datanglah gelap. PLN mati, jadilah kita gelap-gelapan dan gelagapan.


    PLN memang sedikit kurang ajar…
    Kalau mematikan gak bilang2

    [Reply]

  34. yuniarinukti
    March 14th, 2012 at 00:18 | #34

    Puisinya singkat, padat, merambat Pak Mars.. Minta bulannya 1 dong Pak:P


    Silahkan diambil sendiri Mbak

    [Reply]

  35. March 14th, 2012 at 07:36 | #35

    om bagus banget postinganya apalagi itu adad bintang bintang segala + bisa hitam gttu

    [Reply]

  36. March 14th, 2012 at 07:58 | #36

    tapi itu kasusnnya bukan saat listrik padam ya pak…
    soalnya kalau sudah padam tidak akan ada pemberitahuan untuk redup sejenak, tetapu langsung petttt..dan gelap…


    Itulah PLN Mbak, langsung pet…
    Beda kalau temaramnya alam, berirama dan pelan2

    [Reply]

  37. March 14th, 2012 at 09:13 | #37

    aih, ada bintang yang berkedip-kedip gitu… keren dewh pak mars


    Bisa dipasang di blognya Mbak Entik juga…

    [Reply]

  38. March 14th, 2012 at 11:26 | #38

    aiih, suka gambarnya. suka gambaarnya.. :D
    keren pak


    Itu juga bisa dipasang di blog wordpress lho Mbak

    [Reply]

  39. yadiebaroos
    March 14th, 2012 at 11:35 | #39

    yup, cahaya lilin sekecil apapun itu, pasti mampu untuk menerangi ruangan yang paling gelap sekalipun.


    Sedia lilin sebelum redup

    [Reply]

  40. arif
    March 14th, 2012 at 13:17 | #40

    keren, sebelum redup siapkan lilin *listrik PLN sering mati dimari* :(


    Nah itu dia…
    PLN kalau matikan listrik suka tiba2

    [Reply]

  41. March 14th, 2012 at 14:37 | #41

    wahh keren nechh…minta kode htmlnya dong hihihihi…

    iya Pak Mars…kalo saya udah terbiasa redup…mudah2an abis ini langsung terang heheh….


    Nanti saya kirim kodenya Mbak…

    [Reply]

  42. Kaget
    March 14th, 2012 at 14:50 | #42

    wah, kerlap kerlip Pak,…
    Kenapa ngga dijadikan header blog ini pak, sekalian mengganti bintang yang kerlap kerlip itu. Jadi menarik kan? :)


    Kalau dijadikan header takutnya makan tempat Mas

    [Reply]

  43. Hanif Mahaldi
    March 14th, 2012 at 15:07 | #43

    muantab tulen pak, bisa redup2 gitu dan terakhir ada kerlip2nya, sederhana tapi mengena.


    Hahaha…
    Biar menarik saja Mas.
    kalau hanya puisi saja pasti kalah sama punyaknya orang lain

    [Reply]

  44. March 14th, 2012 at 15:38 | #44

    kalau Bu Kartini, habis gelap terbitlah terang.. :mrgreen:

    kalau saya, selain kata “redup” juga suka menggunakan kata “temaram”, Pak


    Iya Mbak…
    Redup dan temaram kayaknya memang sama

    [Reply]

  45. March 14th, 2012 at 16:51 | #45

    dari muda menjelang usia senja juga disebut “meredup” ya pak,
    terangnya sudah digantikan oleh generasi penerusnya.


    Iya Mbak, sesuatu yang tak bisa dihindari. Kita tak bisa sembunyi

    [Reply]

  46. March 14th, 2012 at 17:24 | #46

    Hidup itu memang seperti roda putar kadang di atas kadang di bawah.
    Yang jelas saat kita diatas harus mempersiapkan diri demi menuju masa di bawah. :D


    Bener Mas…
    Ketika diatas kita harus ingat bahwa bisa saja kita jatuh kebawah

    [Reply]

  47. Yuyut Wahyudi
    March 14th, 2012 at 22:42 | #47

    Yang terang bersiap untuk jadi redup dan yang redup mulai menjadi terang


    Hanya saja harus waspada manakala redupnya keterusan

    [Reply]

  48. Pakde Cholik
    March 16th, 2012 at 20:17 | #48

    Emak malah sudah melangkah, tanpa koordinasi dan kompromi dengan saya beliau sudah beli genset. Jaga2 kalau listrik mati, maklum anak,mantu,cucu dan buyutnya kurang suka kalau gelap2an.

    Salam hangat dari Surabaya


    Kalau saya cukup lampu teplok saja Dhe

    [Reply]

  49. Nila Lazuardi
    March 20th, 2012 at 13:19 | #49

    keren keren pak Mars. pernah denger juga nih ada pepatah bilang ‘ketika kau terjebak dalam gua yg gelap jangan takut karena saat kau menemukan bayangan itu tanda nya ada cahaya dan jalan untuk mu’ :D :D :D :D :D


    Cahaya adalah semangat kehidupan…

    [Reply]

  50. November 21st, 2014 at 17:14 | #50

    wah keren pak mars , ditunggu yang lainnya :D

    [Reply]

  1. May 31st, 2012 at 22:48 | #1

Current month ye@r day *

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~