Modus Ponens dan Modus Tolens

Untuk menyimpulkan sesuatu, kita harus hati2. Salah mengambil kesimpulan bisa berakibat fatal. Ketika melihat jalan basah, kita tak bisa buru2 menyimpulkan kalau habis hujan. Siapa tau basahnya jalan karena barusan ada lomba kencing masal disitu.

Dalam Matematika dipelajari hukum penarikan kesimpulan, yaitu menemukan kalimat baru yang merupakan kesimpulan dari beberapa kalimat yang diketahui. Kalimat awal yang diketahui disebut premis dan hasil kesimpulannya disebut konklusi.

Dari sekian banyak hukum penarikan kesimpulan yang valid, ada dua yang sangat populer yaitu modus ponens dan modus tolens.

Modus Ponens mempunyai pola:
Premis 1 : Jika P maka Q
Premis 2 : P
Disimpulkan : Q
Modus Tolens mempunyai pola:
Premis 1 : Jika P maka Q
Premis 2 : Tidak Q
Disimpulkan : Tidak P

Contoh Modus Ponens:
Jika blogger, maka punya email
Siti Markonah seorang blogger

Kesimpulan dari 2 kalimat di atas adalah Siti Markonah pasti punya email

Contoh Modus Tolens:
Jika blogger, maka punya email
Robert Paimo nggak punya email

Kesimpulan dari 2 kalimat di atas adalah Robert Paimo pasti bukan blogger.

Tidak semua premis bisa menghasilkan konklusi. Meski kalimat premisnya benar, belum tentu ada kesimpulan. Hati2 dengan pola berikut ini

Premis 1 : Jika P maka Q
Premis 2 : Q
Tak ada kesimpulan tentang P
Premis 1 : Jika P maka Q
Premis 2 : Tidak P
Tak ada kesimpulan tentang Q

Dan ini contohnya :
Jika blogger, maka punya email
Jeniffer Sarbini punya email

Dari 2 kalimat tersebut tidak bisa diambil kesimpulan apapun, karena meski ada email, Jeniffer Sarbini belum tentu seorang blogger.

Jika blogger, maka punya email
Sumo Nenggolo bukan blogger

Dua kalimat di atas juga nggak menghasilkan kesimpulan tentang Sumo Nenggolo, karena meski bukan blogger, bisa saja dia punya email dan bisa pula memang nggak punya email.

Biar nggak timbul polemik dikemudian hari, istilah blogger yang saya maksud di sini adalah orang yang bikin blog sendiri dan ngupdate sendiri, bukan orang yang punya blog tapi dibuatkan dan diupdatekan orang lain… 😀

38 thoughts on “Modus Ponens dan Modus Tolens

  1. saya bukan Jennifer Sarbini
    tapi saya punya blog dan mengisinya sendiri

    😛


    Jennifer Sarbini itu siapa sich Mbak? 😀

    [Reply]

    advertiyha Reply:

    yang senyum dan tatapan matanya luar biasa itu lho pak.. 😛


    Yang bisa ngetik di keyboard itu kan Mbak? 😀

    [Reply]

    advertiyha Reply:

    kalo pertamax disini apa gak ada hadiahnya tho pak?? gak keren ah.. 😛


    Kalau ada hadiahnya ya saya pertamaxi sendiri to Mbak 😀

    [Reply]

    ImamS Reply:

    Ada hadiahnya kok…

    Hadiahnya ya mejeng di paling awal blog yang keren.


    Hadiahnya permen karet ajah…

  2. jika blogger maka rajin ngeblog
    saya mengaku-ngaku blogger
    kesimpulannya : jadi saya harus rajin ngeblog..
    “karena rajin pangkal ngeblog,”kata pakde Mars to..


    Ngeblog pangkal kaya… 😀

    [Reply]

    julie Reply:

    kalo mengaku-ngaku blogger
    maka harus mengaku rajin bli :p


    Setuju Mbak… 😀

    [Reply]

    TuSuda Reply:

    sama-sama saling mengakui…ya Mbak. 😀

    [Reply]

    ImamS Reply:

    Saya suka ngeblog
    Saya tidak kaya.
    Lah… apa hubungannye ye…??? 🙂


    Digatuk2ke wae mas… 😀

    [Reply]

  3. wehehehe kalo dibuatkan berarti dia R ya pak :p


    Mbak Julie kok jeli banget… 😀
    Saya malah nggak kepikiran ada kesimpulan “R”

    [Reply]

  4. BTW, kalau modus operandi, apa bisa masuk dalam istilah ini ya Pakde… 8)


    Bisa saja dimasukkan Bli… 😀

    [Reply]

  5. AAhhhhaaaa …
    I like this …

    Ini logical thinking …

    And boleh percaya boleh tidak …
    Banyak yang aneh logika berfikirnya …
    alias logika maksa …
    hahaha

    Semua unggas bertelur …
    Kura-kura bertelur
    Maka Kura-kura adalah Unggas …
    haiyah …

    Salam saya


    Makasih Om…
    Itulah!
    Kita musti hati2 dalam mengambil kesimpulan

    [Reply]

  6. Jika dipanggil Adik, maka usianya lebih muda
    Adik lebih muda atau sudah tua..? 😛


    Kakak pasti tau jawabannya 😀

    [Reply]

  7. Iki ndak matematika pak? aku wis lali ki pak, padahal jaman cilik aku juara cerdas cermat sak kecamatan… 😀


    Ketoke sich hiyo, Matematika

    [Reply]

  8. aku paling seneng pelajaran filsafat logika…
    premis mayor…
    premis minor…
    konklusi…

    saking senenge oleh biji D… (doh)


    Wew…
    Hiya. Ada premis mayor dan minor…

    [Reply]

  9. jadi ingat jaman kuliah dulu yang seperti itu namanya Ilmu Mantiq pak


    Saya malah baru tau ada Ilmu Mantiq…
    Makasih tambahan infonya

    [Reply]

  10. Wah kalau ini mah udah ahlinya pakde dech…Ilmunya memang luar biasa, maaf programnya ada masalah satu hari heee maklum alasan offline, tapi besok ada dech heee


    Belum ahli…
    Cuman bisa dikit2… 😀

    [Reply]

  11. aku punya banyak email
    aku juga punya banyak blog
    aku pun nulis di blog sendiri
    tapi aku bukan blogger

    trus kesimpulane apa ya…? (doh)


    Mari menyimpulkan

    [Reply]

  12. Wah luar biasa, mencari contohnya pasti perlu pemikiran, salut pak


    Nganti ganti ping 10 lho Mas

    [Reply]

  13. dulu saya sempet belajar rumus ini, tapi dalam pelajaran mantiq dan filsapat islam.
    contoh:
    setiap khomer itu memabukkan
    setiap yang memabukkan itu haram
    kesimpulannya, setiap jenis khomer itu haram 😀


    Kalau yang pola ini namanya Silogisma Mas…
    Makasih tambahan infonya

    [Reply]

  14. terimakasih untuk perkuliahan hari ini pak.. 🙂

    ayam bertelur
    ayam mati

    setiap yang bertelur pasti mati? 😆


    Mati gara2 nelur… 😀

    [Reply]

  15. Pak Guru, tolong untuk kata “Ponens dan Tolens” dicariin istilah yang lebih keKENDAL-KENDALan biar kita lebih enak mengingatnya. 😆


    Opo yo Mas…
    Lha aku malah ora asli Kendal je…

    [Reply]

  16. weh, tonggo ketemu OL,.
    oke mas. hub via FB aj yow di facebook.com/bowox
    ak tak dolan 🙂
    butuh solusi koneksi internet soale mas 🙂


    Pindah Colo wae…

    [Reply]

  17. Modus Ponens dan Modus Tolens, apakah kedua modus itu sering digunakan oleh para pelaku kejahatan untuk membius orang dalam sepur mister? lol, hhihihihihi


    Yang pakai istilah modus kayaknya nggak cuman pelaku kejahatan lho Om…
    Pedagang juga perlu punya modus operandi…

    [Reply]

  18. Blog saya juga tak sendiri lho.
    Jennifer Sarbini saya tidak kenal
    Kalau Jeniper itu emang seger, asalnya konon dari Kuningan yaitu Jeruk Nipis Peres.
    Dikasih es tambah enak pwol.

    salam hangat dari Surabaya


    Kalau Jeniper Srabini pasti kenal…

    [Reply]

    aldy Reply:

    Lha, kalau “jeniper” yang bikin sampeyan keliyengan di China itu apa mas?

    [Reply]

  19. Pak Mars berburu dolar
    Saya berburu dolar
    Kang Yayat berburu dolar
    maka. semua blogger berburu dolar

    dolar dari Hongkong


    PakDhe kok ikut2an pakai julukan aneh2… 😀
    Kok nggak Raja Kumis saja Dhe…

    [Reply]

    aldy Reply:

    Hehehe….
    Kalau dapat, saya minta satu dollar 😀

    [Reply]

  20. Jika seorang blogger berarti harus bisa updated blognya,
    Saya lumayan rajin mengupdate blog tapi jarang BW karena terlalu sibuk

    konklusinya?
    Heeeeeeeee

    saya lagi bingung gak banyak waktu BW….

    [Reply]

  21. hambok posting iki pas aku isih SMA, saiki gak ngaruh… dadi sory, gak tak wocooo 😛


    Sekali nggak mudeng ya tetep ramudeng 😀

    [Reply]

  22. tolong dounk.. modus ponens nya lebih lengkap sedikit dounk.. please ,,, ghua butuhh bangett nii .. tolong yya ..


    Nanti kapan2 saya tulis yang lengkap Mas…

    [Reply]

  23. Met siang. Blogjogging dan tersesat kemari dari ‘dolar’ a la om google. Saya lagi belajar nyari recehan juga. Cuma pengen fokus ke adsense. Artikelnya keren2. ijin menjelajah lebih jauh ^_^


    Silahkan Mas…
    Terima kasih kunjungannya

    [Reply]

  24. tolong dong contoh modus ponennya yang ada angka matematika..


    Iya nanti saya postingnya lagi

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *