Home > Kabar > Nasib Nasiroh

Nasib Nasiroh

November 8th, 2011

Kisah ini terjadi di Taiwan dan baru akan dipublis oleh majalah setempat pada bulan Desember nanti. Saya dapat kesempatan menayangkan lebih dahulu atas kebaikan reporternya yang tak lain adalah murid saya yang kini menjadi wartawan dan menetap disana.
Foto dan naskah dalam postingan ini dikirim langsung dari Taiwan.

Tersebutlah Nasiroh, ibu dari seorang anak dan merupakan salah satu TKI di Taiwan. Kisahnya lagi jadi buah bibir sesama pekerja rantau disana. Bukan karena penyiksaan atau pemerkosaan, tapi justru karena perlakuan istimewa dari sang majikan.

Ia mengurus seluruh keperluan majikan. Ngantar anak pergi sekolah, belanja, masak dan pekerjaan rumah tangga lain. Tahun 2005 si majikan memintanya untuk pakai mobil. Tapi mana bisa, wong di kampungnya kemana2 cuma naik sepeda onthel. Kemudian ia diikutkan kursus stir sampai dapat SIM Taiwan. Itulah awal mula dia mampu mengendarai roda empat. ”

Saat ini kontraknya memasuki tahun ketiga. Setahun belakangan ia diserahi satu unit mobil Mazda6 atas namanya sendiri. Sedan matic warna putih itu menjadi kebanggaan wanita asal Lumajang Jatim itu. Sang majikan sengaja tak memasang GPS dimobil Nasiroh dengan alasan agar Nasiroh benar2 paham jalan dan kalau nyasar bisa bertanya.

Awalnya malah mau dibelikan BMW 320 paling baru. Tapi karena interiornya terlalu ribet dan komputer semua, akhirnya dipilihkan Mazda6 matic yang mudah pengoperasiannya. Tinggal injak gas dan tekan rem saja”. Rencananya, mobil itu bakal dijual sesudah Nasiroh rampung kontrak. Kegagalan sewaktu bekerja di Singapura terbayar lunas di Pingtung.

Nasiroh juga berencana mendirikan rumah kost dan warung makan di daerah Sidoarjo. Awalnya ia bergurau ke majikannya karena ia tau harga tanah sangat mahal dan ia tak mungkin dapat uang dalam waktu sekejap. Sang majikan tanggap. Ia meminjamkan uang dan minta pada Nasiroh agar segera mengirim uang itu ke Indonesia untuk bayar tanah. Jumlahnya 120 juta rupiah.

Nasiroh benapas lega, setidaknya beban tanggungan di hari tua sudah ada jaminan. Cita-citanya menyekolahkan Zaenal Ma’ruf putra semata wayangnya pun terlaksana. Anaknya bakal menempuh sekolah angkatan udara di Solo Jawa Tengah.

Mendapat majikan yang baik adalah dambaan setiap TKI sejak berangkat dari kampung halaman. Namun tidak sedikit pula keinginan itu sebatas angan. Seringkali kita mendengar kabar seorang TKI yang dianiaya oleh induk semangnya.

~ Grazie ~
Categories: Kabar
  1. November 8th, 2011 at 18:23 | #1

    Gak semua TKI dan TKW yang seberuntung Nasiroh meskipun banyak cerita Nasiroh-nasiroh lain di negeri seberang. Dan kalaupun cerita Nasiroh di ekspos di banyak medria di Indonesia akan banyak orang2 yang akan mengikuti jejak Nasiroh. Semoga Nasiroh lain nya itu akan selamat dan tidak pulang tinggal nama.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan


    Semoga semua TKI aman sejahtera

    TUKANG CoLoNG Reply:

    terpujilah majikan nasiroh itu.. semoha segala kebaikannya terbalas.. 🙂


    Semoga demikian Mas

  2. November 8th, 2011 at 18:38 | #2

    Waaaaaa…… beruntung sekali, pak.
    Ckckck…. serasa mimpi semua orang malas, dapat warisan buanyak dan tiba-tiba kaya.


    Ini salah satu yg beruntung Mbak…
    Sayang sekali sebagian besar tak seberuntung Nasiroh

  3. November 8th, 2011 at 21:01 | #3

    Kalau pas dapat juragan yang baik akan baik semuanya. Adiknya mbah saya dulu juga di kerja di Singapore dan dapat juragan yang baik sekali. Sampai2 majikannya itu mau mengantar pulang sampai ke Indonesia saking baiknya.


    Tetangga saya juga Mas, di Singapura ketika pulang ke Indonesia diantarkan

  4. November 8th, 2011 at 21:12 | #4

    ini kisah beneran pak? #seriustanya


    Kisah beneran Mas…
    Foto dan naskahnya asli dibuat oleh murid saya.

  5. November 8th, 2011 at 21:19 | #5

    apakah dia Nasiroh yang ini…?? trims

    Name Nasiroh
    Ref. Code HM1032
    Type Transfer maid
    Nationality Indonesian maid
    Date of Birth 04-11-1979 (ages:32 years)
    Height 153cm
    Weight 43Kg
    Religion Muslim
    Marital Status Seperated
    Number of Children 1


    Wah, saya malah nggak tau data detailnya yg kayak gini

  6. November 8th, 2011 at 22:52 | #6

    Alhamdulillah, senang mendengar kabar bahagia..


    Saya juga ikut merasa senang Mbak…

  7. niQue
    November 8th, 2011 at 23:44 | #7

    senang sekali mendengar ada yang seberuntung Nasiroh,
    semoga saja, majikan2 sodara2 TKW lainnya mencontoh yang baik2 dari majikannya Nasiroh yah … agar terminimalisirlah itu crita TKW2 yang disengsarakan 🙂


    Iya Ni…
    Semoga Si Majikan diberi kesehatan & kesejahteraan

  8. November 9th, 2011 at 00:39 | #8

    Beberapa TKI yang aku kenal rata2 memiliki nasib baik bisa pulang ke kampung dan hidup makmur, ikut prihatin bagi mereka yang kurang beruntung.


    Yg kurang beruntung banyak sekali Mas

  9. AAng Doang
    November 9th, 2011 at 07:22 | #9

    Majikannya seorang perempuan, ia dianggap sebagai adik sendiri oleh masjikannya. Data yang Mas Zanteguh sebutkan bukan Nasiroh yang itu. Suaminya meninggal dunia tahun 2004. Dalam penuturannya, jika memungkinkan sang majikan malah ingin ikut Nasiroh nanti jika ia lanjut usia.


    Makasih tambahan penjelasannya

    Vyan RH Reply:

    mas Aang juga tau kisah sukses Nasiroh ini.. makasih mas

    AAng Doang Reply:

    Saya menuliskan kisah ini untuk Pak Mar dalam versi blog, yang versi cetak lebih detail lagi
    Baru akan terbit bulan Desember nanti

    niQue Reply:

    nanti versi cetaknya mau dong? tapi jangan bahasa cina ya hehehe


    Iya, nanti saya kirimi…

  10. November 9th, 2011 at 08:07 | #10

    hihi merinding baca cerita ini, betapa bahagianya ibu nasiroh itu, seruai namanya, dia ditolong oleh Tuhan..


    Iya Mas…

  11. November 9th, 2011 at 08:12 | #11

    subhanallah,,, kuasa Allah terhadap hamba-hambanya..
    ga di luar ga di dalam, kalau dapat majikan yang begitu ya enak pastinya.. 😀


    Kebaikan bisa datang tak terduga…

  12. Erwin
    November 9th, 2011 at 12:24 | #12

    rezeki memang sudah di atur. dan itu rezezki dari Allah untuk dia melalu bosnya di Taiwan. 🙂


    Semoga Boss saya juga baik…

  13. Achmad Sholeh
    November 9th, 2011 at 12:53 | #13

    salah satu cerita sukses TKI yang perlu di ketahui publik pak


    Iya Mas…
    Ini saya dikirimi foto dan transkripnya langsung dari Taiwan

  14. November 9th, 2011 at 15:40 | #14

    beruntung banget yaaa…dapet majikan yang baik hati…

  15. November 9th, 2011 at 16:46 | #15

    Nasib Nasiroh memang sangat beruntung, karena majikannya yang bekerja dia yang mengatur segala keperluannya hingga difasilitasi. Semoga Nasiroh bila pulang ke Indonesia dapat membuka perusahaan agen TKI karan pengalamannya untuk mendapatkan dan memberikan refrensi untuk bosnya bisa dijadikan acuan. He….x9

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  16. November 9th, 2011 at 18:19 | #16

    Sepertinya para TKI yang bekerja di Taiwan atau Hong Kong rata-rata bernasib baik ya, Pak?

  17. Sriyono
    November 9th, 2011 at 19:45 | #17

    semoga ini tidak membuat semangkin banyak yang berduyun duyun membabibuta pergi meninggalkan kampung mengharap nasib yang seperti ini, Lucky You Jjeung…

  18. yuniarinukti
    November 9th, 2011 at 19:56 | #18

    TKI itu sama beruntungnya dengan Pak Mars, meski sudah tidak lagi menjadi murid, tetapi terbukti bahwa Pak Mars sangat dekat dengan murid-muridnya, pantaslah menjadi yang pertama sebelum tampil di media massa..


    Murid saya sudah saya anggap sebagai anak sendiri Mbak…
    Semoga mereka juga menganggap saya sebagai Bapaknya

  19. November 9th, 2011 at 21:03 | #19

    Berbuat baik pada seseorang pasti banyak manfaat yang tak dapat diduga sebelumnya. Semakin kita berbuat kebaikan semakin terasa tenang hatinya. Semakin banyak kita beramal atau shodaqoh bukan semakin berkurang harta dan ilmu kita malah sebaliknya. Ibarat sumur yang sering ditimba akan semakin melimpah airnya. Sebaliknya sumur yang tidak pernah diyimba akan semakin tersumbat mata airnya.


    Yg ngeri adalah ketika ada majikan disini yang suka nyiksa pembantunya Mas

  20. zha
    November 10th, 2011 at 08:06 | #20

    keberuntungan dan nasib baik yg didapatkan ibu nasiroh….senang rasanya jika semua TKI bernasib seperti ibu nasiroh….:D

  21. November 10th, 2011 at 12:16 | #21

    mulia dan baik hati sekali majikan ibu Nasiroh ya Pak Guru
    semoga Nasiroh dan majikannya selalu mendapatkan kebaikan juga ,aamiin
    salam

  22. November 10th, 2011 at 15:26 | #22

    Majikan yang memanusiakan manusia ya Pak,
    semoga banyak majikan seperti ini dan Nasiroh lain yang menyusul.


    Smoga demikian Mbak

  23. fitrimelinda
    November 10th, 2011 at 18:39 | #23

    wah..beruntung banget ibu nashiroh dapet majikan yg baik kaya gini..


    Andai lebih banyak TKI yg dapat majikan sebaik itu ya Mbak

  24. November 10th, 2011 at 21:34 | #24

    wong pinter kalah karo wong bejo


    Nasiroh adalah Wong Bejo

  25. November 10th, 2011 at 22:58 | #25

    Namanya ejeli, ada saja jalannya.
    Yang jadi TKW susah juga ada, pulang2 hamil…wah….

    Salam hangat dari Surabaya

  26. November 11th, 2011 at 09:21 | #26

    Nasib orang tidak ada yang tahu ke depannya kayak apa. Semoga dia nggak khilaf ketika mendapat banyak anugerah akhir-akhir ini.

  27. November 11th, 2011 at 15:45 | #27

    keberuntungan tiap TKW beda-beda ya…
    ada yang pulang bawa anak tanpa suami..
    ada yang pulang bawa segepok uang..

  28. Car Specs Reviews
    November 12th, 2011 at 19:06 | #28

    Judulnya mestinya diganti, bukan nasibnya Nasiroh, tapi Keberuntungan Nasiroh 🙂

  29. goyang pattah-pattah
    November 15th, 2011 at 04:13 | #29

    ni kisah benar- benar membuat bulu saya merinding sampai sampai bulu bulu yang lain ikut- ikutan merinding….heehee mantaappphhhh………jempol dech……

  30. asti
    November 15th, 2011 at 11:40 | #30

    Keberuntungan seorang TKI yang mendapatkan majikan yang begitu percaya dengan pembantunya.

@marsudiyanto
silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~