Negasi atau Ingkaran

negasiN

egasi atau ingkaran mirip seperti lawan kata dalam bahasa Indonesia, tapi lebih ditujukan untuk kalimat. Jadi negasi adalah pengingkaran kalimat atau lawan dari sebuah kalimat. Ini tidak diajarkan dalam pelajaran Bahasa, tapi di Logika Matematika. Tidak mengada2 dan bukan tanpa landasan teori.

Untuk menentukan negasi dari kalimat, ada 2 hal yang harus dipenuhi.
Pertama struktur kalimat. Antara kalimat semula dengan negasinya harus menunjukkan perlawanan.
Kedua, benar salahnya juga harus berlawanan. Jika kalimat semula bernilai benar, maka negasinya harus bernilai salah. Demikian sebaliknya.

Atas dasar itu, maka dalam menentukan negasi, kita ndak bisa hanya mengandalkan lawan kata. Kalau dalam bahasa Indonesia, naik lawannya turun. Dalam matematika, itu salah. Naik lawannya tidak naik!.
Sepintas tampaknya sama, tapi itu sangat beda.

Kenapa?. Karena dalam matematika, jawaban harus lengkap.
Lawannya naik ndak cuma turun, tapi datar juga iya. Bukankah datar itu juga tidak naik?. Lagi pula, kalau hanya mengandalkan lawan kata, kita akan kesulitan sendiri, karena banyak kata yang ndak punya lawan kata. Besar lawannya kecil, jauh lawannya dekat, tua lawannya muda. Lha kalau “jatuh”. Apa lawan katanya?. Biru, apa pula lawan katanya?.

Di Matematika kita ndak akan kesulitan. Besar lawannya tidak besar, tua lawannya tidak tua, jatuh lawannya ndak jatuh, biru lawannya ya tidak biru!.

Gampang kan?. Cukup nambah “tidak”.
Tapi kalau nggak teliti, kita bisa nyasar juga.

Contoh dalam kalimat:
Badan Andi kurus >< Badan Andi tidak kurus (bisa gemuk, bisa pas2an)
Jangan sampai keliru “Badan Andi gemuk”, karena tidak lengkap. Bukankah badan pas2an juga nggak kurus?.
Prinsip matematika itu benar dan salah, tidak kenal yang namanya kurang sedikit atau lebih sedikit.
5 + 3 itu bukan 7,9999 bukan pula 8,0001. Pantang ada jawaban tak lengkap, anti jawaban berlebihan.

Contoh lain:
Ada orang berkacamata >< Tidak ada orang berkacamata
Bagaimana jika dijawab “Ada orang tidak berkacamata”.
Lagi2 sepintas tampak betul, tapi itu salah.
Kenapa salah?.
Secara bahasa memang sudah menunjukkan perlawanan, tapi dari sisi kebenaran, belum menunjukkan perlawanan. Ada orang berkacamata, kalimat itu benar, karena memang ada orang yg berkacamata. Ada orang tidak berkacamata, kalimat ini benar juga, karena kita tau, memang ada orang yg nggak pakai kacamata. Negasi kalimat bernilai benar harus bernilai salah. Maka negasi yang tepat adalah “Tidak ada orang berkacamata”.
Menentukan negasi dilakukan dengan menambah kata “tidak” di tempat yang tepat, atau menghilangkannya jika kalimatnya sudah memuat kata “tidak”. Jangan asal taruh!.

Ingat, negasi bukanlah lawan kata.
Jangan sampai negasi dari “Ibu Kartini pahlawan wanita Indonesia” ditulis “Bapak Kartono penjahat pria Israel”…

31 thoughts on “Negasi atau Ingkaran

  1. bahasaa matematika addalah bahasa universal.
    setiap orang dgn mudah memahami (bagi yg paham.. 😀

    [Reply]

  2. Guru yang serba bisa. Tapi sepertinya semua guru matematika dan statistik juga sangat paham dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ya semisal pak Mars dan dosen statistik saya dulu. Bahkan dosen stat saya dulu seringkali sesi perkuliahan stat beliau dihabiskan dengan materi bahasan bahasa Indonesia. tobaaatttt tobatt

    [Reply]

  3. marshmallow memberikan komentarnya di tulisan ini.
    negasi yang tepat dari kalimat di atas adalah: marshmallow tidak memberikan komentarnya di tulisan ini.

    negasi yang salah: marshmallow memberikan komentarnya tidak di tulisan ini, karena itu bisa berarti benar, sebab marsmallow memang memberikan komentarnya tidak hanya di tulisan ini, tapi di tulisan lain juga.

    *ribet ah!*

    [Reply]

  4. pak, sya di minta teman untuk bantu skripsinya, tenteng negasi juga, tapi dalam bahsa arab, (nafi),,, kalo bisa bapak mao tolong sy yaaa.

    [Reply]

  5. klo gitu Cicak (KPK) negasinya POLRI dan KEJAKGUNG bisa ga’ pak ?
    cicak kan yang berantas korupsi, nah polri dan kejakgung kan instansi
    yang banyak korupsinya atau yg sekarang lagi diusut ama KPK (Cicak)

    [Reply]

  6. OOT: TAdi siang saya buka blog ini kok kena suspend ya Pak, ada gambar kelelawar terbang sambil nyengir. ak ulang sampek tiga kali tetap sama. Sekarang pake laptop baru bisa. Ada yang salah?
    .-= Postingan masnur : Menabrak Hantu =-.

    [Reply]

  7. aduhhh pak,,,materi negasinya bagus pak,,sangat membantu aku ni pak yang lagi ada tugas,,wassalam

    [Reply]

  8. Dalam matematika Realisme, gimana menerapkannya pada Siswa yang jurusan Rekayasa perangkat lunak? Bahasa Pemrograman mengadopsi Negasi masih lebih umum walaupun tetap tidak se-telak matematika.
    Jakarta ibu kota Indonesia, ingkaran matematikanya adalah Jakarta bukan ibukota Indonesia. Namun bahasa pemrograman akan tetap membenarkan nilai salah jika di negasikan Jakarta ibukota Perancis (Akan tetap menghasilkan kondisi false).
    Sepertinya Negasi dalam bahasa Pemrograman belum setelak matematika ya? padagal dasarnya tetap Aljabar Boole yang hanya 0 dan 1 (True or false)….?

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *