Home > Umum > Negasi atau Ingkaran

Negasi atau Ingkaran

April 10th, 2009 Leave a comment Go to comments

negasiN

egasi atau ingkaran mirip seperti lawan kata dalam bahasa Indonesia, tapi lebih ditujukan untuk kalimat. Jadi negasi adalah pengingkaran kalimat atau lawan dari sebuah kalimat. Ini tidak diajarkan dalam pelajaran Bahasa, tapi di Logika Matematika. Tidak mengada2 dan bukan tanpa landasan teori.

Untuk menentukan negasi dari kalimat, ada 2 hal yang harus dipenuhi.
Pertama struktur kalimat. Antara kalimat semula dengan negasinya harus menunjukkan perlawanan.
Kedua, benar salahnya juga harus berlawanan. Jika kalimat semula bernilai benar, maka negasinya harus bernilai salah. Demikian sebaliknya.

Atas dasar itu, maka dalam menentukan negasi, kita ndak bisa hanya mengandalkan lawan kata. Kalau dalam bahasa Indonesia, naik lawannya turun. Dalam matematika, itu salah. Naik lawannya tidak naik!.
Sepintas tampaknya sama, tapi itu sangat beda.

Kenapa?. Karena dalam matematika, jawaban harus lengkap.
Lawannya naik ndak cuma turun, tapi datar juga iya. Bukankah datar itu juga tidak naik?. Lagi pula, kalau hanya mengandalkan lawan kata, kita akan kesulitan sendiri, karena banyak kata yang ndak punya lawan kata. Besar lawannya kecil, jauh lawannya dekat, tua lawannya muda. Lha kalau “jatuh”. Apa lawan katanya?. Biru, apa pula lawan katanya?.

Di Matematika kita ndak akan kesulitan. Besar lawannya tidak besar, tua lawannya tidak tua, jatuh lawannya ndak jatuh, biru lawannya ya tidak biru!.

Gampang kan?. Cukup nambah “tidak”.
Tapi kalau nggak teliti, kita bisa nyasar juga.

Contoh dalam kalimat:
Badan Andi kurus >< Badan Andi tidak kurus (bisa gemuk, bisa pas2an)
Jangan sampai keliru “Badan Andi gemuk”, karena tidak lengkap. Bukankah badan pas2an juga nggak kurus?.
Prinsip matematika itu benar dan salah, tidak kenal yang namanya kurang sedikit atau lebih sedikit.
5 + 3 itu bukan 7,9999 bukan pula 8,0001. Pantang ada jawaban tak lengkap, anti jawaban berlebihan.

Contoh lain:
Ada orang berkacamata >< Tidak ada orang berkacamata
Bagaimana jika dijawab “Ada orang tidak berkacamata”.
Lagi2 sepintas tampak betul, tapi itu salah.
Kenapa salah?.
Secara bahasa memang sudah menunjukkan perlawanan, tapi dari sisi kebenaran, belum menunjukkan perlawanan. Ada orang berkacamata, kalimat itu benar, karena memang ada orang yg berkacamata. Ada orang tidak berkacamata, kalimat ini benar juga, karena kita tau, memang ada orang yg nggak pakai kacamata. Negasi kalimat bernilai benar harus bernilai salah. Maka negasi yang tepat adalah “Tidak ada orang berkacamata”.
Menentukan negasi dilakukan dengan menambah kata “tidak” di tempat yang tepat, atau menghilangkannya jika kalimatnya sudah memuat kata “tidak”. Jangan asal taruh!.

Ingat, negasi bukanlah lawan kata.
Jangan sampai negasi dari “Ibu Kartini pahlawan wanita Indonesia” ditulis “Bapak Kartono penjahat pria Israel”…

~ Grazie ~
Categories: Umum
  1. April 10th, 2009 at 09:22 | #1

    Tak pikir negasi wong plintat-plintut

    [Reply]

  2. April 10th, 2009 at 10:09 | #2

    Kelingan istilah negatoring jaman pakai HT…

    [Reply]

  3. April 10th, 2009 at 10:10 | #3

    Kuwi pelajaran kelas piro Pak?
    Aku kok rak tau krungu.

    [Reply]

  4. April 10th, 2009 at 11:57 | #4

    Kalo pak marsudiyanto, ingkarannya apa saja ya, dik marsudiyanto, mas marsudiyanto, nak marsudiyanto atau apa ya ….

    [Reply]

  5. April 10th, 2009 at 12:49 | #5

    kalo SBY negasinya ABS (asal bukan SBY) ya pak :D

    [Reply]

  6. April 10th, 2009 at 12:56 | #6

    berarti ingkaran gak sama dengan lawannya ya pak. misalnya maling lawannya polisi

    [Reply]

  7. hamka
    April 10th, 2009 at 15:04 | #7

    ini pernah saya pelajari, dan ini logika yang paling sulit :(

    [Reply]

  8. meylya
    April 10th, 2009 at 15:49 | #8

    memang pelajaran ini jawabanya sering terkecoh

    [Reply]

  9. denologis
    April 10th, 2009 at 16:22 | #9

    saya tidak komentar

    [Reply]

  10. April 10th, 2009 at 17:33 | #10

    dadi eling soal SPMB jaman biyen…….

    Pas kuliah ketemu maneh LOGIKA…..

    [Reply]

  11. grubik
    April 10th, 2009 at 23:05 | #11

    biru lawannya merah pak…

    [Reply]

  12. April 10th, 2009 at 23:47 | #12

    Sekarang saya lagi belajar tentang logika dan kerangka berpikir manusia.
    Terima kasih atas informasinya.

    [Reply]

  13. zenteguh
    April 11th, 2009 at 00:01 | #13

    biru sekarang lagi sering negosiasi pak…

    [Reply]

  14. April 11th, 2009 at 00:38 | #14

    walah, matematika dan bahasa kok jadi njlimet kayak filsafat toh, pak, hehe … negasi dalam matematika saya ndak mudheng babar blas, pak.

    [Reply]

  15. ciwir
    April 11th, 2009 at 04:00 | #15

    bahasaa matematika addalah bahasa universal.
    setiap orang dgn mudah memahami (bagi yg paham.. :D

    [Reply]

  16. achmad sholeh
    April 11th, 2009 at 07:09 | #16

    Pak sawali saja ndak mudeng , saya juga sama

    [Reply]

  17. April 11th, 2009 at 10:25 | #17

    Berat nih artikelnya…

    [Reply]

  18. April 11th, 2009 at 10:33 | #18

    Wah saya baru tahu kalau ada kata negasi

    [Reply]

  19. Khairuddin Syach
    April 11th, 2009 at 10:38 | #19

    Mike Tyson lawannya Hollyfield mister…. *ga nyambung bener niy aku*

    [Reply]

  20. Khairuddin Syach
    April 11th, 2009 at 10:41 | #20

    Daya tangkap semakin hari semakin lemah… akhirnya begini, ga nyambung

    [Reply]

  21. April 11th, 2009 at 17:56 | #21

    tumben isine pelajaran tenanan :D

    [Reply]

  22. G.a.i.a
    April 11th, 2009 at 18:04 | #22

    *pura-pura ngerti*

    [Reply]

  23. deden
    April 12th, 2009 at 20:20 | #23

    Guru yang serba bisa. Tapi sepertinya semua guru matematika dan statistik juga sangat paham dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ya semisal pak Mars dan dosen statistik saya dulu. Bahkan dosen stat saya dulu seringkali sesi perkuliahan stat beliau dihabiskan dengan materi bahasan bahasa Indonesia. tobaaatttt tobatt

    [Reply]

  24. April 14th, 2009 at 11:12 | #24

    aku paling suka logika matematika!

    [Reply]

  25. April 16th, 2009 at 08:46 | #25

    negasi bisa gak di lobby dengan negosiasi mas????

    [Reply]

  26. April 17th, 2009 at 21:16 | #26

    marshmallow memberikan komentarnya di tulisan ini.
    negasi yang tepat dari kalimat di atas adalah: marshmallow tidak memberikan komentarnya di tulisan ini.

    negasi yang salah: marshmallow memberikan komentarnya tidak di tulisan ini, karena itu bisa berarti benar, sebab marsmallow memang memberikan komentarnya tidak hanya di tulisan ini, tapi di tulisan lain juga.

    *ribet ah!*

    [Reply]

  27. arief wahyudi
    May 1st, 2009 at 10:14 | #27

    pak, sya di minta teman untuk bantu skripsinya, tenteng negasi juga, tapi dalam bahsa arab, (nafi),,, kalo bisa bapak mao tolong sy yaaa.

    [Reply]

  28. ridwan
    November 2nd, 2009 at 17:27 | #28

    klo gitu Cicak (KPK) negasinya POLRI dan KEJAKGUNG bisa ga’ pak ?
    cicak kan yang berantas korupsi, nah polri dan kejakgung kan instansi
    yang banyak korupsinya atau yg sekarang lagi diusut ama KPK (Cicak)

    [Reply]

  29. masnur
    November 4th, 2009 at 21:51 | #29

    OOT: TAdi siang saya buka blog ini kok kena suspend ya Pak, ada gambar kelelawar terbang sambil nyengir. ak ulang sampek tiga kali tetap sama. Sekarang pake laptop baru bisa. Ada yang salah?
    .-= Postingan masnur : Menabrak Hantu =-.

    [Reply]

  30. dheff materazi
    November 5th, 2009 at 08:40 | #30

    aduhhh pak,,,materi negasinya bagus pak,,sangat membantu aku ni pak yang lagi ada tugas,,wassalam

    [Reply]

  31. meng
    December 15th, 2009 at 21:32 | #31

    Dalam matematika Realisme, gimana menerapkannya pada Siswa yang jurusan Rekayasa perangkat lunak? Bahasa Pemrograman mengadopsi Negasi masih lebih umum walaupun tetap tidak se-telak matematika.
    Jakarta ibu kota Indonesia, ingkaran matematikanya adalah Jakarta bukan ibukota Indonesia. Namun bahasa pemrograman akan tetap membenarkan nilai salah jika di negasikan Jakarta ibukota Perancis (Akan tetap menghasilkan kondisi false).
    Sepertinya Negasi dalam bahasa Pemrograman belum setelak matematika ya? padagal dasarnya tetap Aljabar Boole yang hanya 0 dan 1 (True or false)….?

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

Current month ye@r day *

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~