Negeri Seolah-Olah

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kita ini hidup di negeri seolah-olah. Katanya bangsa paling ramah, tapi nyatanya gampang naik darah. Katanya pertumbuhan ekonomi mencapai dua digit, tetapi masih banyak rakyat menjerit. Katanya negara agraris, tapi kehidupan petaninya kembang kempis. Katanya kaya aneka tambang, tapi negara masih terlilit utang.

Ngakunya pro rakyat, kenyataanya rakusnya melebihi lintah darat. Penginnya jadi Hakim Agung, tapi omongannya kayak orang mabuk kecubung. Rencananya mau nyalon bupati lagi, tapi pernikahannya cuma tahan empat hari.

Seolah update blog tiap hari, padahal cuma copy sana paste sini. Seolah ngasih komen penuh sanjung, padahal cuma iklan obat terselubung (dan komentarnya sering nggak nyambung). Seolah blog bisnis, padahal iklannya cuma obat kumis sama panjangin p**is.

Memang tidak semua, tapi itu terjadi dimana-mana.
Entah sampai kapan kita hidup di negeri seolah-olah ini.

39 thoughts on “Negeri Seolah-Olah

  1. hampir salah ngisi tanda bintang yang terakhir kupikir ip taunya en hahaha
    aku komennya beneran loh pak eM…asli!


    Emangnya pipis bisa dipanjangin Bu? 😀

    [Reply]

  2. KAMOOPLACE, eea mbahKoonk..? 😛


    Kamoo yang place…
    Saya nggak place 😀

    [Reply]

    Oyen Reply:

    nek ngakunya mbetawi, padahal njawani… seolah-olah masih unyu-unyu, padahal wes nyonyu-nyonyu… ngomonge kampong jengkol, padahal mlayu nek mambu jengkol…bhuahahahaha…. 🙂


    Seolah2 panda, padahal uler kilan 😀

    [Reply]

  3. Hahaha pak mars bisa aja..
    Memangnya negeri seolah-olah itu ada dimana sih pak, jauh mana sama negeri antah berantah? :p


    Negeri seolah2 itu belum masuk jadi anggota PBB Mbak

    [Reply]

  4. Haha … 😀 betul Pak Masudiyanto …

    Hidup itu seolah -olah …

    Tulisan pantunnya tepat dan ngena sekali dengan akhir-akhir ini sedang hot-hotnya … :3

    Eh, sensornya anak SD pasti sudah tahu. Maklum jaman sekarang serba tahu 😀


    Untung saja nggak ada anak SD yg buka blog saya 😀

    [Reply]

  5. Hahahahah …
    Yaaa … namanya juga usaha manusia Pak Mars

    olah kata khas anti biasa …

    salam saya Pak Mars


    Asal usahanya nggak membohongi rakyat Om…

    [Reply]

  6. Hi hi hi, bener juga ya PakDe. Kita ini berada di ‘negeri seolah-olah’ mirip seperti ‘negeri antah berantah’. Cocok seperti lagunya Akhmad Albar; dunia ini panggung sandiwara. Perannya semua palsu…


    Seolah2 punya blog tapi nggak pernah di update Bli 😀

    [Reply]

  7. Seolah-olahnya… kura2 dalam perahu aja., pura2 tidak tahu kalau kita berada dalam negeri yang Seolah-olahnya…


    Asal nggak seolah2 diproses hukum tapi sejatinya diberi keistimewaan

    [Reply]

  8. Aduuuh, hari ini koq panas banget ya. Seolah-olah sedang berada di Kendal atau gurun pasir.
    #koq gak pas ya, berarti gak bakat. 😆


    Kendal malah banjir Mbak

    [Reply]

  9. seolah-olah sudah melakukan upaya pencegahan dan penanganan banjir, padahal belum optimal….ayo cintai lingkungan


    Kalau yg berhubungan dengan alam memang manusia kadang tak berdaya

    [Reply]

  10. Seolah blog bisnis, padahal iklannya cuma obat kumis sama panjangin p**is. <– ini yang paling keren, wkwkwkwk


    Iklannya warna merah menyala kedip2

    [Reply]

  11. Wah sekarang ada tombol milih font dan besaran huruf iq… klo motor ini kayak dah pake transmisi tiptronic nih 😀


    Iya Mas…
    Dan saya terapkan di semua postingan

    [Reply]

  12. negeri seolah-olah dengan rakyat seolah-olah juga pam Mars. Seolah2 kita berbudi padahal tidak, seolah-olah kita beragama ppadahal jauh dari Tuhan 🙂


    Iya Bu…
    Memang tidak semua, tapi yang “seolah2” jumlahnya banyak

    [Reply]

  13. Om Mars ini seolah-olah guru matematika, padahal pandai mengolah kata, harusnya kan jadi guru biologi saja :p
    (nyincing daster terus kabuuuuur)


    Kebetulan saja saya ini bekerja di matematika tapi hoby otak-atik kata Mbak

    [Reply]

  14. wah.. pak mars bisa aja ini bikin kalimat2nya…
    idenya dari mana je paaak… ada2 aja…
    komen saya asli loh ini, tidak seolah-olah 😛


    Ide datang begitu saja Mbak. Mungkin karena saya sering melamun ya… 😀

    [Reply]

  15. Seperti saya nih Pakde…seolah – olah kenal…padahal gak hapal…# hahaha gak pas yooo
    Sepakat deh dengan negeri seolah olahnya…kapan jadi negeri beneranya ya ??????


    Mungkin negeri sebenarnya itu tak pernah ada Mbak…

    [Reply]

  16. ya tu orang-orang yang ngomong negara ini sehat sentosa sejahtera kan ga malu lagi bohong didepan media.. biar dimaki-maki juga cuek bebek mereka… hehehehe…


    Iya bener Mas…
    Setuju sekali

    [Reply]

  17. Harga kecubung langsung membubung bisakah diganti dengan daun mbayung? termasuk seolah-olah komen nyengkuyung padahal babar blas tidak nyambung ya Pak. Salam


    Daun mbayung juga bisa Bu, tapi musim hujan begini ini enaknya jangan bung…

    [Reply]

  18. saya ini seolah-olah nulis komentar lo, pak … padahal cuma mau jalan-jalan di dunia maya 🙂


    Hahahaha
    Ini seolah2 saya respon pakai pink, padahal jambon 😀

    [Reply]

  19. Daku juga deh, seolah-olah kepingin komen yang bermutu.. Eh tapi ga muncul apa yang bisa bikin komen ini ada mutunya. Haha.
    Yaah.. Kita hidup kan proses mengolah, seolah-bener ga taunya salah, seolah-olah dibikin salah meskipun aslinya bener. Klise yaahh..


    Ketika kita hidup di negara seolah-olah, maka kita harus bisa mengikuti apa yg ada, meski cuma seolah-olah 😀

    [Reply]

  20. biyuh aku ketinggalan akeh postingan, lha mbuh kok postingane gak mlebu email..

    Aaaah.. feedburnernya jangan2 cuma seolah-olah langganan.. 🙁


    Mungkin kabelnya ada yg lepas…

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *