Nggawing
Ini Bahasa Jawa lagi, sebuah istilah tentang letak atau posisi sesuatu yang terlalu ke tepi sehingga ada dalam keadaan hampir jatuh. Posisi nggawing bisa diakibatkan oleh berbagai sebab antara lain karena kelalaian, karena situasi atau keadaan dan bisa pula karena faktor alam.
Nggawing yang karena kelalaian atau kecerobohan bisa terjadi saat meletakkan sesuatu secara buru2, sedangkan nggawing yang diakibatkan oleh faktor alam misalnya posisi genting yang bergeser karena hujan, angin atau dilewati kucing yang main kejar2an.

Dan nggawing yang disebabkan keadaan atau situasi adalah nggawingnya pantat pembonceng paling belakang manakala tiga orang gendut berboncengan motor bebek…
Saya tak tau, istilah nggawing dikenal ditempat sahabat apa tidak.
Jika tidak, lalu apa istilah yang dipakai untuk menggambarkan keadaan seperti yang saya maksud itu?
se


nggawing, di bukik disebutnya ‘sipi’
tapi sudah jarang digunakan oleh anak muda jaman sekarang.
Oooo…
Trus kalau nggak pakai kata “sipi” lalu pakai kata apaan Ngai?
[Reply]
Ngai Reply:
April 1st, 2012 at 16:37
klo ibunya Ngai bilang : “Ngai, itu gelas sipi kali letaknya.. nanti jatuh.”
anak² jaman skrg bilang : “woi, itu gelas letaknya pinggir banget, ntar jatuh loh”
demikian, mbahKung.
Makasih penjelasannya…
Penjelasan yang komprehensip. lengkap dengan kalimat langsung
[Reply]
mirip dengan bahasa sunda ya pak, ngagawing
Beberapa Bahasa Jawa mirip sekali dengan Bahasa Sunda, hanya berbeda suku katanya sedikit
[Reply]
Ditempatku juga menggunakan istilah nggawing kang. Kayak meletakkan sesuatu terlalu dipinggir sehingga hampir jatuh gituuu. Ya seperti gambar cangkir yang ada diatas meja itu pak. Nggak tau daerah lain menggunakan istilah apa.
Berarti sama dengan ditempat saya Mas
[Reply]
Istilah di kampung saya apa ya? Bukan “nggawing” kayaknya, Pakdhe. Tapi saya lupa.. *doooh*
Kalau di-Indonesia-kan mungkin artinya “hampir jatuh” ya Pakdhe?
Iya Mas, hampir jatuh…
Kayak peloncat indah yg lagi siap2 diujung papan itu, kakinya nggawing
[Reply]
‘nggawing’ geser sedikit jadi ‘ngguling’ ya pak. Salam
Njomplang Mbak…
[Reply]
Saya malah baru denger ada kata nggawing. Di Klaten nggak pernah dipake kata itu sepertinya… Tapi apa ya, istilahnya saya juga nggak ngerti untuk barang yang hampir jatuh.
Sepertinya di Jawa Tengah bagian Selatan kurang mengenal istilah “nggawing” ya Mbak. Mas Gie juga nggak tau
[Reply]
narno Reply:
April 3rd, 2012 at 20:29
kalau didaerah kita istilahnya nggawil mbak
Mirip ya Mas
[Reply]
iya pak, sama.. disini juga bagitu arti kata “nggaweng”… “hampir jatuh” “meh ceblok..”

Hahahaha
Meh ceblok…
Jadi ingat bahasa di daerah pantura arah Timur
[Reply]
saya masih mikir-mikir, Pak. di Kebumen posisi seperti ini disebut apa ya?
Saya tunggu hasil pemikirannya Bi
[Reply]
Saya juga tidak asing dengan nggawing, tapi rasa-rasanya jarang dipake…
biasanya apa ya…
Kalo asli Jawa Tengah pastinya akrab dengan istilah itu ya Mas Ir…
[Reply]
istilah dalam bahasa jawa namun tidak semua orang jawa paham kayaknya pak
Lha Mas Sholeh paham opo ora?
[Reply]
kalo orang kalimantan ( suku banjar dan dayak banjar ) kata nggawing disebut “intil” mas, meski kata itu sepertinya menjurus ke kata-kata kotor tapi memang itu adanya
Kalau ditempat saya, intil itu malah nama makanan Mas…
Bahannya dari hasil tumbuhan
[Reply]
Tebak ini siapa! Reply:
April 2nd, 2012 at 07:11
Kok aku taunya intil tuh kotoran wedhus ya @_@
Hahahaha
Kuwi nek ning nggonaku jenenge temendil
[Reply]
sejak urbanisasi ke kota nggak pernah lagi dengar istilah ini pak…
Berarti harus Bali Ndeso Mbangun Deso
[Reply]
Blitar juga menggunakan kata Nggawing sebagai gambaran posisi benda dan obyek yang hampir jatuh karena posisinya yang separo di tempat separo dan separonya tidak berpijak
Berarti Jawa Timur juga sama ya Pak
[Reply]
wuihh mugnya kok sama? hihi.. dari orang yang sama pastinya
hmm tentang nggawing saya baru pernah dengar Pak, bahasa mBanyumase apa ya? *mikir
Hahaha…
Mug itu dikirimi Mbak Julie
[Reply]
Istilah nggawing saya nggak kenal pak. Kalau posisi cangkir seperti gambar di atas, untuk daerah karanganyar solo disebut minggring-minggring. Contoh lain untuk seseorang berjalan kaki atawa naik sepeda/motor terlalu ke pinggir jalan dan akan jatuh biasa disebut mlakune minggring-minggring.
Istilah lain meh tiba, meh ceblok, meh jiglok
Hahaha…
Iya Gus, minggring2 juga dikenal didaerah saya
[Reply]
Kalau ditempatku namanya “ingil-ingil” atau “ingel-ingel”
Lha yg ini saya belum dengar Mas
[Reply]
die Reply:
April 2nd, 2012 at 11:31
Bahasa melayu pesisir dan sebagian sub suku dayak juga menggunakan kata ini.
Berarti bisa diserap kedalam Bahasa Indonesia ya Mas
[Reply]
bahasa jawa purworejo kampung halaman saya, kurang mengenal istilah nggawing
Mungkin ini hanya ada di pantura ya Mas
[Reply]
arif Reply:
April 5th, 2012 at 09:00
mungkin pak, saya juga lum pernah tinggal di kawasan pantura, cuma punya beberapa sodara asal brebes, pekalongan dan kendal. jadi perbendaharaan kata bahasa jawa pantura saya juga minim
Oooo
[Reply]
Aku gatau kata itu. Di Jogja gak pernah denger…
Jogja mungkin beda ama Pantura
[Reply]
unik juga ya tak semua daerah berbahasa Jawa punya istilah sama,
saya nggak tau istilah di bahasa Tapanuli untuk keadaan seperti telur di ujung tanduk ini
Iya Mbak…
Bahasa Daerah jauh lebih lengkap karena keterpakaiannya tinggi
[Reply]
pikir pikir setelah baca tulisan ini… kalau bahasa indenesia untuk menterjemahkan kondisi itu apa ya… biasakan… “awas jatuh”….atau “hati hati jatuh”. jadi tidak ada namanya deh.
Mungkin musti diserap jadi Bahasa Indonesia
[Reply]
Di tempat saya kok nggawil ya. Nggawing belum pernah dengar.
Boncengan bertiga pernah saya lakukan karena terpaksa, akibatnya kami harus ke kantor satlantas Polres Jombang. Setelah saya jelaskan masalahnya baru dilepas setelah diberi peringatan.
Salam hangat dari Surabaya
Nggawil juga bisa Dhe…
Tapi kalau didaerah saya disebutnya nggawing
[Reply]
cuma tau nyaris aja pak eM
Kalau ‘nyaris’ masih terlalu luas ya Bu…
Nyaris dapat, nyaris terbang, nyaris rugi…
Kalo ini nyaris jatuh
[Reply]
dapet istilah baru lagi dr boso jowo….

maksudnya nyaris atau hampir gitu ya Pak Guru…..
lihatnya kok jadi linu ya, takut jatuh beneran
salam
Hampir jatuh Mbak
[Reply]
lama gak sowan ke sini…
Saya kemarin Nggawing kerumah njenengan pak….
Ada acara kantor ke Bogor, karena pengin, saya naik bus dari Ngawi ke Bogor, lewat kota Kendal dan istirahat di Rumah Makan daerah Nggringsing…. kalau gak Nggawing, mungkin saya bisa sowan dateng dalem panjenengan…
salam
Nggringsing memang jadi tempat pemberhentian pertama Mas
[Reply]
Di Jogja saya gak pernah dengar kata itu, apalagi di Palembang dan Jambi tempat saya lahir da dibesarkan. Tapi begitu pindah ke Pemalang, kata itu langsung akrab di telinga. Cuma saya masih belum sreg make dalam kalimat.
Kalau di Pantura pasti akrab sekali dengan istilah itu Mas
[Reply]
Hahaha…bahasa Jawa, yang hanya satu kata, ternyata sulit juga ya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Bisanya diterjemahkan Mbak…
Banyak sekali istilah tunggal yg jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia nggak ada padan katanya
[Reply]
Saya taunya NGGAWANG aja pak, artinya merayap, biasanya dipake utk tanaman menjalar atau bayi yg proses belajar bergerak dari satu tempat dgn bertumpu pada lutut dan telapak tangan
(gak ada mirip2nya ya hahahah)
Nggawang?
Lha ini saya malah belum tau
[Reply]
nek ning weleri nggamplik
Ning Weleri yo ono desa jenenge Nggamplik
[Reply]