Home > Jawa, Umum > Nggawing

Nggawing

Ini Bahasa Jawa lagi, sebuah istilah tentang letak atau posisi sesuatu yang terlalu ke tepi sehingga ada dalam keadaan hampir jatuh. Posisi nggawing bisa diakibatkan oleh berbagai sebab antara lain karena kelalaian, karena situasi atau keadaan dan bisa pula karena faktor alam.

Nggawing yang karena kelalaian atau kecerobohan bisa terjadi saat meletakkan sesuatu secara buru2, sedangkan nggawing yang diakibatkan oleh faktor alam misalnya posisi genting yang bergeser karena hujan, angin atau dilewati kucing yang main kejar2an.

Dan nggawing yang disebabkan keadaan atau situasi adalah nggawingnya pantat pembonceng paling belakang manakala tiga orang gendut berboncengan motor bebek…

Saya tak tau, istilah nggawing dikenal ditempat sahabat apa tidak.
Jika tidak, lalu apa istilah yang dipakai untuk menggambarkan keadaan seperti yang saya maksud itu?

~ Grazie ~
Categories: Jawa, Umum
  1. April 1st, 2012 at 12:43 | #1

    nggawing, di bukik disebutnya ‘sipi’
    tapi sudah jarang digunakan oleh anak muda jaman sekarang.


    Oooo…
    Trus kalau nggak pakai kata “sipi” lalu pakai kata apaan Ngai?

    [Reply]

    Ngai Reply:

    klo ibunya Ngai bilang : “Ngai, itu gelas sipi kali letaknya.. nanti jatuh.”
    anak² jaman skrg bilang : “woi, itu gelas letaknya pinggir banget, ntar jatuh loh”
    demikian, mbahKung.


    Makasih penjelasannya…
    Penjelasan yang komprehensip. lengkap dengan kalimat langsung

    [Reply]

  2. April 1st, 2012 at 13:00 | #2

    mirip dengan bahasa sunda ya pak, ngagawing


    Beberapa Bahasa Jawa mirip sekali dengan Bahasa Sunda, hanya berbeda suku katanya sedikit

    [Reply]

  3. April 1st, 2012 at 13:26 | #3

    Ditempatku juga menggunakan istilah nggawing kang. Kayak meletakkan sesuatu terlalu dipinggir sehingga hampir jatuh gituuu. Ya seperti gambar cangkir yang ada diatas meja itu pak. Nggak tau daerah lain menggunakan istilah apa.


    Berarti sama dengan ditempat saya Mas

    [Reply]

  4. April 1st, 2012 at 14:15 | #4

    Istilah di kampung saya apa ya? Bukan “nggawing” kayaknya, Pakdhe. Tapi saya lupa.. *doooh*
    Kalau di-Indonesia-kan mungkin artinya “hampir jatuh” ya Pakdhe?


    Iya Mas, hampir jatuh…
    Kayak peloncat indah yg lagi siap2 diujung papan itu, kakinya nggawing

    [Reply]

  5. April 1st, 2012 at 14:38 | #5

    ‘nggawing’ geser sedikit jadi ‘ngguling’ ya pak. Salam


    Njomplang Mbak… :D

    [Reply]

  6. April 1st, 2012 at 15:47 | #6

    Saya malah baru denger ada kata nggawing. Di Klaten nggak pernah dipake kata itu sepertinya… Tapi apa ya, istilahnya saya juga nggak ngerti untuk barang yang hampir jatuh. :)


    Sepertinya di Jawa Tengah bagian Selatan kurang mengenal istilah “nggawing” ya Mbak. Mas Gie juga nggak tau

    [Reply]

    narno Reply:

    kalau didaerah kita istilahnya nggawil mbak


    Mirip ya Mas

    [Reply]

  7. April 1st, 2012 at 16:26 | #7

    iya pak, sama.. disini juga bagitu arti kata “nggaweng”… “hampir jatuh” “meh ceblok..” :lol: :D


    Hahahaha
    Meh ceblok…
    Jadi ingat bahasa di daerah pantura arah Timur

    [Reply]

  8. April 1st, 2012 at 16:50 | #8

    saya masih mikir-mikir, Pak. di Kebumen posisi seperti ini disebut apa ya?


    Saya tunggu hasil pemikirannya Bi :D

    [Reply]

  9. April 1st, 2012 at 17:26 | #9

    Saya juga tidak asing dengan nggawing, tapi rasa-rasanya jarang dipake…
    biasanya apa ya…


    Kalo asli Jawa Tengah pastinya akrab dengan istilah itu ya Mas Ir…

    [Reply]

  10. achmad sholeh
    April 1st, 2012 at 17:50 | #10

    istilah dalam bahasa jawa namun tidak semua orang jawa paham kayaknya pak


    Lha Mas Sholeh paham opo ora?

    [Reply]

  11. Andank
    April 1st, 2012 at 18:35 | #11

    kalo orang kalimantan ( suku banjar dan dayak banjar ) kata nggawing disebut “intil” mas, meski kata itu sepertinya menjurus ke kata-kata kotor tapi memang itu adanya


    Kalau ditempat saya, intil itu malah nama makanan Mas…
    Bahannya dari hasil tumbuhan

    [Reply]

    Tebak ini siapa! Reply:

    Kok aku taunya intil tuh kotoran wedhus ya @_@


    Hahahaha
    Kuwi nek ning nggonaku jenenge temendil

    [Reply]

  12. Sriyono Suke
    April 1st, 2012 at 18:57 | #12

    sejak urbanisasi ke kota nggak pernah lagi dengar istilah ini pak…


    Berarti harus Bali Ndeso Mbangun Deso

    [Reply]

  13. djangkies
    April 1st, 2012 at 20:01 | #13

    Blitar juga menggunakan kata Nggawing sebagai gambaran posisi benda dan obyek yang hampir jatuh karena posisinya yang separo di tempat separo dan separonya tidak berpijak


    Berarti Jawa Timur juga sama ya Pak :D

    [Reply]

  14. April 1st, 2012 at 20:37 | #14

    wuihh mugnya kok sama? hihi.. dari orang yang sama pastinya :-D
    hmm tentang nggawing saya baru pernah dengar Pak, bahasa mBanyumase apa ya? *mikir


    Hahaha…
    Mug itu dikirimi Mbak Julie

    [Reply]

  15. April 1st, 2012 at 20:45 | #15

    Istilah nggawing saya nggak kenal pak. Kalau posisi cangkir seperti gambar di atas, untuk daerah karanganyar solo disebut minggring-minggring. Contoh lain untuk seseorang berjalan kaki atawa naik sepeda/motor terlalu ke pinggir jalan dan akan jatuh biasa disebut mlakune minggring-minggring.
    Istilah lain meh tiba, meh ceblok, meh jiglok


    Hahaha…
    Iya Gus, minggring2 juga dikenal didaerah saya

    [Reply]

  16. April 1st, 2012 at 21:24 | #16

    Kalau ditempatku namanya “ingil-ingil” atau “ingel-ingel” ;)


    Lha yg ini saya belum dengar Mas

    [Reply]

    die Reply:

    Bahasa melayu pesisir dan sebagian sub suku dayak juga menggunakan kata ini.


    Berarti bisa diserap kedalam Bahasa Indonesia ya Mas

    [Reply]

  17. April 1st, 2012 at 21:32 | #17

    bahasa jawa purworejo kampung halaman saya, kurang mengenal istilah nggawing :D


    Mungkin ini hanya ada di pantura ya Mas

    [Reply]

    arif Reply:

    mungkin pak, saya juga lum pernah tinggal di kawasan pantura, cuma punya beberapa sodara asal brebes, pekalongan dan kendal. jadi perbendaharaan kata bahasa jawa pantura saya juga minim :D


    Oooo

    [Reply]

  18. April 2nd, 2012 at 07:11 | #18

    Aku gatau kata itu. Di Jogja gak pernah denger…


    Jogja mungkin beda ama Pantura

    [Reply]

  19. April 2nd, 2012 at 07:23 | #19

    unik juga ya tak semua daerah berbahasa Jawa punya istilah sama,
    saya nggak tau istilah di bahasa Tapanuli untuk keadaan seperti telur di ujung tanduk ini


    Iya Mbak…
    Bahasa Daerah jauh lebih lengkap karena keterpakaiannya tinggi

    [Reply]

  20. applaus
    April 2nd, 2012 at 10:08 | #20

    pikir pikir setelah baca tulisan ini… kalau bahasa indenesia untuk menterjemahkan kondisi itu apa ya… biasakan… “awas jatuh”….atau “hati hati jatuh”. jadi tidak ada namanya deh.


    Mungkin musti diserap jadi Bahasa Indonesia

    [Reply]

  21. April 2nd, 2012 at 15:28 | #21

    Di tempat saya kok nggawil ya. Nggawing belum pernah dengar.
    Boncengan bertiga pernah saya lakukan karena terpaksa, akibatnya kami harus ke kantor satlantas Polres Jombang. Setelah saya jelaskan masalahnya baru dilepas setelah diberi peringatan.

    Salam hangat dari Surabaya


    Nggawil juga bisa Dhe…
    Tapi kalau didaerah saya disebutnya nggawing

    [Reply]

  22. Imelda
    April 2nd, 2012 at 21:02 | #22

    cuma tau nyaris aja pak eM


    Kalau ‘nyaris’ masih terlalu luas ya Bu…
    Nyaris dapat, nyaris terbang, nyaris rugi…
    Kalo ini nyaris jatuh

    [Reply]

  23. puisipemula
    April 3rd, 2012 at 10:12 | #23

    dapet istilah baru lagi dr boso jowo…. :)
    maksudnya nyaris atau hampir gitu ya Pak Guru…..
    lihatnya kok jadi linu ya, takut jatuh beneran :(
    salam


    Hampir jatuh Mbak

    [Reply]

  24. Purwanto
    April 4th, 2012 at 08:06 | #24

    lama gak sowan ke sini…
    Saya kemarin Nggawing kerumah njenengan pak….
    Ada acara kantor ke Bogor, karena pengin, saya naik bus dari Ngawi ke Bogor, lewat kota Kendal dan istirahat di Rumah Makan daerah Nggringsing…. kalau gak Nggawing, mungkin saya bisa sowan dateng dalem panjenengan…
    salam


    Nggringsing memang jadi tempat pemberhentian pertama Mas

    [Reply]

  25. April 6th, 2012 at 18:45 | #25

    Di Jogja saya gak pernah dengar kata itu, apalagi di Palembang dan Jambi tempat saya lahir da dibesarkan. Tapi begitu pindah ke Pemalang, kata itu langsung akrab di telinga. Cuma saya masih belum sreg make dalam kalimat. :D


    Kalau di Pantura pasti akrab sekali dengan istilah itu Mas

    [Reply]

  26. April 7th, 2012 at 11:21 | #26

    Hahaha…bahasa Jawa, yang hanya satu kata, ternyata sulit juga ya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.


    Bisanya diterjemahkan Mbak…
    Banyak sekali istilah tunggal yg jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia nggak ada padan katanya

    [Reply]

  27. April 12th, 2012 at 01:33 | #27

    Saya taunya NGGAWANG aja pak, artinya merayap, biasanya dipake utk tanaman menjalar atau bayi yg proses belajar bergerak dari satu tempat dgn bertumpu pada lutut dan telapak tangan :D (gak ada mirip2nya ya hahahah)


    Nggawang?
    Lha ini saya malah belum tau

    [Reply]

  28. ika shofia
    April 12th, 2012 at 11:05 | #28

    nek ning weleri nggamplik


    Ning Weleri yo ono desa jenenge Nggamplik

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

Current month ye@r day *

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~