Home > Anti Biasa, Ekspresi > Nihongo o Hanasu Koto ga Dekimasu ka?

Nihongo o Hanasu Koto ga Dekimasu ka?

Itulah judul postingan Muhammad Ery Wijaya, murid saya yang saat ini kuliah S3 di Jepang. Kalau tiba2 saya menulis tentang dia, bukan karena mau nebeng kesuksesannya tapi karena saya memang pernah ngajari dia Matematika dan saya amat yakin kalau dia ditanya siapa gurunya yang paling dia kenang, jawabnya pastilah saya…

Pertimbangan lainnya adalah karena dalam beberapa hal saya banyak belajar dari dia, khususnya tentang filosofi yang terkandung dalam tulisan2nya. Gelar S1 diperoleh dari UGM dan S2 dari Thammasat University Thailand. Setelah itu pulang ke Indonesia.

Kebingungan muncul justru ketika dia diterima di dua perusahaan sekaligus yaitu di Asian Institute of Technology Thailand dan Project Engineer bidang Clean Development Mechanism. Akhirnya dia pilih yang pertama, kembali ke negri Gajah Putih.

Baru sebentar bekerja di Thailand muncul pilihan sulit lagi. Bukan karena PHK tapi karena lolos seleksi beasiswa Monbukagakusho di Kyoto University. Setelah mempertimbangkan banyak hal dan atasannya juga ikhlas melepas, akhirnya dia melanjutkan pendidikannya di Jepang.

Kalau membaca apa yang saya tulis tersebut sepintas tampaknya semua lancar dan manis, padahal tidak seperti itu. Dalam tulisan di blognya, MEW bahkan menyebut dirinya sebagai Si Tukang Gagal. Karena sibuk di BEM, kuliahnya di UGM sempat tersendat.

Beberapa kiat lucunya saat di Thailand maupun di Jepang adalah menyiapkan jurus kunci terhadap pertanyaan yang paling sering muncul. Hidup di lingkungan dengan bahasa dan tulisan yang tidak kita pahami mungkin bukan hal yang nyaman bagi semua orang.

Dengan terus terang dia bahkan mengakui bahwa nilai Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggrisnya amat pas2an. Hasil belajar selama 3 tahun di Thailand sama sekali tidak mempengaruhi kemampuan bahasa Thai dia.

Awalnya dia hanya hafal ini…
Khun poot Thai da mai? (Bisakah Anda berbahasa Thai?)
Chan mai sar mard pood, pasa Thai (Saya hanya bisa berbahasa Thai sedikit)

Begitu juga ketika di Jepang, saat pertama kali datang ke Lab dan kebetulan bersamaan dengan Lab meeting, ketika sensei memperkenalkan dia ke anggota Lab yang lain sambil bertanya

Nihongo o Hanasu Koto ga Dekimasu ka? (Bisa berbahasa Jepang?)
Dia menjawab : Watashi wa nihongo o hanasu koto ga chotto dekimasu (Bahasa Jepang saya masih jelek/sedikit).

Menurut dia, belajar di Thailand memiliki beberapa keuntungan, yakni:

  1. Ilmu pengetahuan yang diajarkan sangat sesuai dengan keadaan negara berkembang seperti Indonesia.
  2. Kampus-kampus terkemuka di Thailand memiliki tenaga pengajar yang hampir 100% memegang gelar Doktor dari berbagai universitas terkemuka dunia, sehingga kualitas pendidikannya terjamin.
  3. Riset yang kita lakukan di Thailand dapat diaplikasikan langsung di Indonesia, baik itu dalam ilmu sosial, teknik, kesehatan maupun ilmu pertanian, karena iklim dan kondisi masyarakat yang hampir sama. Hal ini berbeda dengan di negara maju yang gap pengetahuannya terasa sangat jauh.
  4. Cultural shock tidak begitu dahsyat bagi mahasiswa Indonesia yang baru datang, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan cepat.
  5. Dukungan industri dan pemerintah terhadap penelitian terhitung besar di banding di Indonesia, sehingga dana untuk riset dapat diperoleh dengan mudah.

Beberapa tulisan ilmiah telah dihasilkannya dan diterbitkan. Dan sebagai seorang ekspatriat, dia banyak mendapat pertanyaan atau komentar standar. Dan inilah jawab dia…

Wah, jadi ekspatriat pasti gajinya buanyak, mengeruk dollar
Mungkin sebagian besar ekspatriat iya mengeruk dollar, tapi kalau saya enggak tuhโ€ฆkarna gaji saya dalam bentuk mata uang Thailand (Baht) hehe..

Fasilitas yang diterima pasti buanyak dan mewah
Kalau mewah (mepet sawah) seh iya heheโ€ฆ sebenarnya seh tergantung tempat pekerjaan, karna saya bekerja di dunia kampus ya fasilitasnya standar ala dunia kampus.

Jarang pulang ya…
Wah itu pasti, namanya juga kerja di tempat jauh, apalagi di negara orang.

Kelihatannya ni orang udah gak cinta sama tanah air
Heheheโ€ฆ pertanyaan yang sinis. Belum tentu semua orang yang memilih bekerja di luar negeri itu tidak cinta tanah air. Saya percaya bahwa orang-orang Indonesia yang bekerja di luar adalah orang-orang yang memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi, karena mereka juga mempromosikan potensi Indonesia di negara yang mereka singgahi. Permasalahan kenapa mereka tidak mau bekerja di Indonesia, kemungkinan besar mereka tidak menemukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan bidang keilmuan mereka, selain tentunya alasan utama yang lain adalah masalah besarnya penghasilan yang diterima.

Salah satu pengalaman lucunya adalah saat mau wisuda di Thailand. Setiap mahasiswa yang akan lulus wajib mengumpulkan pas foto dengan baju wisuda. Foto itu akan digunakan di transkrip dan ijasah. Singkat cerita dia mendatangi tukang foto. Dengan bahasa Targlish (Tarzan-English), walhasil tukang fotonya paham kalau itu foto mau dipakai buat ijasah. Sebelum sesi pemotretan, si tukang foto bilang kalau dia hanya akan mengambil bagian kepala saja, sisanya adalah dengan menggunakan Photoshop dia akan mengedit baju wisudanya Dan inilah foto wisuda tersebut. Wajahnya memang milik dia, tapi badannya entah milik siapaโ€ฆ

Dan inilah penampakan foto itu. Yang kanan foto wisuda, yang kiri nggak tau itu foto dimana…

Catatan :
Tulisan ini telah mendapat ijin tertulis dari yang bersangkutan yang dengan bahasa Jawa campur Indonesia dia menjawab : “Monggo Pak Mars, nanti saya tengok repostnya“.

Buat Ery
Ini saya nulis khusus buat kamu biar tambah dikenal. Ojo lali nek bali aku dioleh-olehi yo… ๐Ÿ˜€
Nek wis lulus ndang bali ning Indonesia maneh, ojo krasan ning Jepang.

Semoga nanti kalau saya jadi ke Jepang kamunya masih disana dan mau jadi guide saya…

~ Grazie ~
Categories: Anti Biasa, Ekspresi
  1. Warung Bebas
    March 7th, 2011 at 02:59 | #1

    Siapa dulu dong gurunya dulu…..


    Nggaklah Mas…
    Gurunya kan nggak hanya saya ๐Ÿ˜€

    [Reply]

  2. kamaropini
    March 7th, 2011 at 07:35 | #2

    pengen juga bisa S2 di luar negeri… sip, share pengalaman anak didiknya mantap pak. hehe.


    Dia juga banyak info tenatng beasiswa Mas

    [Reply]

  3. rubiyanto19
    March 7th, 2011 at 08:16 | #3

    wah dua-duanya ndak mudeng ….


    Ndak mudeng gimana Mas?

    [Reply]

  4. March 7th, 2011 at 08:41 | #4

    Saya pernah sekolah di USA, India dan Den Haag. Untung ketiganya menggunakan bahasa Inggris sbg bahasa pengantar.
    Waktu di India saya sempat pamer kebiasaan saya menyanyi lagu India yaitu Sawan Kamahina…mereka tepuk tangan… karena suara saya fals banget.
    Saya dua kali ke Bangkok dan sekali ke Jepun dan tak menggunakan bahasa Thailand atau Jepun.

    Sekarang gak bisa jalan2 ke LN karena hasil review dah habis.

    Salam hangat dari Surabaya


    Paypal saya juga kosong Dhe…

    [Reply]

    pu3-Puteriamirillis Reply:

    wah pakdhe juga hebat uuy…mau resep2nya dong u didik anak biar pinter gitu…


    Ini yang hebat sich muridnya Mbak…

    [Reply]

  5. March 7th, 2011 at 14:16 | #5

    di balik kesuksesan seorang murid, ada seorang guru yang sangat hebat ๐Ÿ™‚ salut buat pak mars. kapan-kapan klo ke Kyoto mau kenalan sama muridnya Pak Mars ah ๐Ÿ™‚


    Iya Mbak…
    Bisa lewat blognya lebih dulu…

    [Reply]

  6. March 7th, 2011 at 14:40 | #6

    wah saya mau saya mau,,bisa didik anak saya biar sampe S3 di luar negeri gitu,,,inspiratif banget pak,,,resepnya apa ya???
    pasti krn gurunya juga inspiratif…


    Asal tekun dan ulet, berani nyoba dan semangat…

    [Reply]

  7. obat kanker hati
    March 7th, 2011 at 16:07 | #7

    setiap orang pingin hidupnya sehat yah bro

    [Reply]

  8. March 7th, 2011 at 16:19 | #8

    terbayangkan bangganya sebagai seorang guru, yang masih bisa melihat kesuksesan mantan anak didik nya , Pak Guru.
    pasti bangga campur haru ya Pak Guru ๐Ÿ™‚
    salam


    Bangga sekali Bun…

    [Reply]

  9. anny
    March 10th, 2011 at 12:13 | #9

    Kereeeennnnnn, berhasil memajukan anak didik suatu keberhasilan yang tinggi ๐Ÿ˜€


    Makasih Mbak

    [Reply]

  10. March 10th, 2011 at 21:59 | #10

    Subhanallah, hebat sekali dia, pencari beasiswa… ๐Ÿ™‚ Dan gak hanya mencari, dapet juga! ๐Ÿ˜€
    Luar biasa…. *takjub* ๐Ÿ˜ฏ

    Itu baju wisudanya kayak pakaian raja Thailand deh…. ๐Ÿ˜€


    Nah yang itu bukan badannya sendiri

    [Reply]

  11. May 31st, 2012 at 09:56 | #11

    lengkap,,kesuksesan bukan cuma udah di depan mata itu mah..kayanya ga cuma sama mas ery aja saya berbagi pengalaman,,tapi sama bapak mars juga musti ini,,,arigatou gozaimatsu sensei ceritanya..


    Makasih Mbak
    Salam!

    [Reply]

  12. RIZKI AGUS NURSADI
    August 18th, 2012 at 23:47 | #12

    pak thammsat university sama king mongkut university of thonbury sama ya ?? ( ^ _ ^ )


    Waduh, saya kok nggak tau ya…
    Nanti saya tanyakan ke Ery ๐Ÿ˜€

    [Reply]

Comment pages
1 2 16634
  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~