Home > Realita > Pagar Rumah Berlogo SNI

Pagar Rumah Berlogo SNI

April 12th, 2010 Leave a comment Go to comments

Sangsi hukum atas pengendara motor yang helmnya tak memenuhi SNI itu sangat aneh. Gimana nggak aneh, wong yang namanya kepala itu kan menjadi tanggung jawab pemiliknya dan tak pernah dibebankan pada aparat. Lain halnya kalau seandainya terjadi apa2 terhadap kepala kita lalu kemudian aparatnya yang harus membiayai, bolehlah main denda2an.

Ini ibarat pagar rumah yang kalau nggak standar maka pemiliknya diberi sangsi. Kan aneh, wong nek kecurian ya ditanggung sendiri. Kalau mau standarisasi mestinya jangan setengah2. Kalau perlu jaket dan sepatu si pengendara juga harus SNI. Percuma saja helmnya anti peluru tapi yang lain tanpa perlindungan memadahi.

Saya malah setuju kalau tinggi pengendara motor itu ada batasan minimal, jadi kalau berhenti atau terjadi apa2 kaki si pengendara bisa menapak tanah dengan mantap atau kalau berhenti di lampu merah nggak cuman ujung sepatunya saja yg nyentuh aspal.

Saya nggak memprovokasi, saya nggak antipati. Helm SNI itu baik, memakai helm juga baik. Yang aneh itu dendanya. Mestinya cukup himbauan. Kalau dihimbau kok nggak mempan, ya nggak masalah wong yang nanggung resikonya juga dia sendiri.

~ Grazie ~
Categories: Realita
  1. Jalan Terus
    April 12th, 2010 at 10:13 | #1

    sebenernya maksutnya baik, untuk memaksa pengendara memperhatikan keselamatan. Selain itu juga untuk mengerem produksi helm impor non SNI.
    Namun, untuk sosialisasi SNI harus lebih matang, termasuk penukaran helm yang non-SNI, jadi ga memberatkan pengguna bila harus beli lagi yang baru.

    [Reply]

    Mars Reply:

    Dendanya itu lho, yang aneh…
    Kalau maksudnya jelas baik!

    [Reply]

  2. April 12th, 2010 at 11:38 | #2

    Hhmmm…

    [Reply]

  3. April 12th, 2010 at 11:40 | #3

    Tiap berangkat kantor sering liat para wanita berhenti di lampu merah dengan cuma ujung sepatunya yang menyentuh aspaL…

    [Reply]

    nakjaDimande Reply:

    untung masih nyentuh, Har.. klo ngga nyentuh sama sekali, hiiii..
    jangan-jangan jelmaan mba kunti..

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Di Semarang banyak cewek yg kakinya nggak nyentuh tanah Bun… :D

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Apalagi murid2 cewek, kakinya nggak nyampai

    [Reply]

  4. nakjaDimande
    April 12th, 2010 at 11:41 | #4

    ha ha ha, helmku ngga SNI pak.. dan tiap pagi polisi melirik terus, tapi belum pernah suruh brenti :D

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Saya malah jarang pakai Bun…
    Polisinya nggak cuma melirik tapi melotot

    [Reply]

    Hari Mulya Reply:

    Bundo ke PD an..
    meLiriknya pasti meLirik sinis… :D

    [Reply]

  5. masnur
    April 12th, 2010 at 14:16 | #5

    Setuju kalo polisi sekalian buka pos penukaran helm non SNI dengan yang SNI. Biar nggak kena denda.

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Harusnya begitu Mas…

    [Reply]

  6. achmad sholeh
    April 12th, 2010 at 14:51 | #6

    jadi teringat kawan saya yang tingginya pas-pasan pak

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Nganggo egrang wae Mas

    [Reply]

  7. mattwahyu
    April 12th, 2010 at 14:56 | #7

    Gini saja Pak tarif dendanya harus sesuai SNI juga, biar tidak sesukanya main denda

    [Reply]

  8. April 12th, 2010 at 14:59 | #8

    Perlu dibukak SNI, Sekolah Ngeblog Indonesia

    [Reply]

  9. Alimasadi
    April 12th, 2010 at 16:47 | #9

    setuju pak.. lha itu nyalakke lampu depan siang hari itu juga nggak mutu pak.. lha kecuali lagi hujan atau mendung … itu kan namanya pemborosan energi..

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Iya Mas…
    Banyak yang nggak mutu

    [Reply]

  10. April 12th, 2010 at 20:16 | #10

    :D helm saya mirip sama gambar tersebut,tapi bukan SNI… :D gimana dong..

    salam adem ayem

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Salam kembali

    [Reply]

  11. April 12th, 2010 at 22:16 | #11

    setuju….

    [Reply]

  12. April 12th, 2010 at 22:23 | #12

    Helm punyaku malah pake ISO 2000… iso 2500 iso 1500 tergantung lamanya nyewa ha ha ha ha
    Salamku buat pak Mars… [ngarep oleh2 yang laen]

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Helm saya nggak ISO apa2 Mas… :D

    [Reply]

  13. zenteguh
    April 12th, 2010 at 22:38 | #13

    memang tidak rasional. itulah uu kita..

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Blas nggak rasional

    [Reply]

  14. April 12th, 2010 at 22:57 | #14

    Lha helm saya SNC, standar nasional cina…. kena tilang terus donk… contoh diatas ibarat… sudah kecelakaan, kepala benjut suruh bayar pula…

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Helm saya malah nggak standar sama sekali Mbak

    [Reply]

  15. Mahesa Pandu
    April 12th, 2010 at 23:52 | #15

    Kita sibuk menelurkan aturan-aturan yang sebenarnya bagus tapi selalu menuai pernak-pernik unik… Satu bukti negara kita kehilangan karakter.

    Pak Mar, kangen nih sama kunjungannya Pak Mars..

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Negara kita kehilangan banyak hal…

    [Reply]

  16. ajengkol
    April 13th, 2010 at 07:28 | #16

    Doh aku belum beli helm NSI *sedih deh*

    [Reply]

    marsudiyanto Reply:

    Saya juga belum ngecek, punya saya sudah SNI apa belum…

    [Reply]

  17. April 13th, 2010 at 09:07 | #17

    Helmku SNI lho pak, malah ada gambar tom n jerrynya..hehehe, salam

    [Reply]

  18. iwan
    April 13th, 2010 at 09:26 | #18

    Biar helmnya pada laku

    [Reply]

  19. ciwir
    April 13th, 2010 at 10:36 | #19

    saya sepakat pak
    asline ukuwi mung akal2an kanggo golek duwit seko tilangan wae

    [Reply]

  20. jumialely
    April 13th, 2010 at 10:40 | #20

    saya ndak bisa bawa motor, ndak bisa bawa mobil. Jadi becak aja yang harus SNI pak mars.

    heheheh kesian amat saya.. ya

    [Reply]

  21. jumialely
    April 13th, 2010 at 10:41 | #21

    Indonesia ini kan negara paling tinggi pajak, paling banyak denda, paling banyak peraturan, plus paling banyak pelanggaran. jadi pantas kita disebut negara kaya. kaya segalanya..

    *ufffhhhhh* gerah

    [Reply]

  22. April 13th, 2010 at 10:56 | #22

    wah, jangan-jangan blog anti juga ber-SNI juga??? (doh)

    [Reply]

  23. April 13th, 2010 at 12:32 | #23

    Hidup SNI…Hidup Polisi
    (ben ora di dendo karo Pak Pol)

    [Reply]

  24. April 13th, 2010 at 12:34 | #24

    @pak andy: jangan2 blog baruku juga harus standar SNI kieh?

    [Reply]

  25. blog sederhana
    April 13th, 2010 at 14:01 | #25

    warnet saya berlogo SNI juga gak yaa?? :D

    [Reply]

  26. April 13th, 2010 at 14:20 | #26

    lha gek dendone seberapa bos?

    [Reply]

  27. soewoeng
    April 13th, 2010 at 14:25 | #27

    blog logo sni disini ya bos?

    [Reply]

  28. Sriyono Wong Semarang
    April 13th, 2010 at 15:42 | #28

    Gini saja para sedulur…. Kalem kalem… Aja kemrungsung… Gini… Kita print saja tulisan SNI… Tempel di helm… Selesai… Polisinya yang nyemprit ntar khan bingung…. Asem ik… Buaya dikadalin… :D

    [Reply]

  29. guskar
    April 13th, 2010 at 20:26 | #29

    pasal helm SNI itu pasal titipan pak… spt pasal tembakau yg ilang dari UU kesehatan :)
    coba sekarang saksikan iklan di tipi, tiba2 banyak pabrik yg memproduksi helm SNI kan?

    [Reply]

  30. April 14th, 2010 at 15:20 | #30

    Kemarin waktu di Pemalang mau keluar-keluar bingung karena serumah ada 6 orang, motor 3, tapi helm SNI cuma 2. Mau nekat gak berani karena dendanya bisa buat bayar sewa kos saya selama 2,5 bulan. Padahal kalo kecelakaan polisinya juga gak ngapa-ngapain. :D

    [Reply]

  31. annosmile
    April 17th, 2010 at 22:24 | #31

    SNI juga harus timbul logonya (doh)

    [Reply]

  32. TKB
    April 19th, 2010 at 02:45 | #32

    Memange sanksi hukume apa to pak kok aku ketinggalan info? :lol:

    [Reply]

  33. markisa
    May 10th, 2010 at 20:35 | #33

    Sayang, internet begitu luas, tapi pemahaman kita tidak mengikuti. Harus dipahami, yang ada di jalan raya itu bukan cuma (kepala) kita saja, tapi ada banyak pengendara yang lain, mulai dari pengendara motor, angkot, bus, truk, dll. Jadi kalau mau diibaratkan seperti pagar rumah, ya tidak sambung. Tokh rumah anda anda tidak ditinggali bersama-sama dengan orang satu kelurahan, kan? Jadi kalau tadi melihat dari sisi kepala sendiri, sekarang coba lihat dari kaca-mata orang lain (kalau pake matanya :p ).

    Singkatnya begini. Kalau anda naik motor di jalan raya, ada kemungkinan anda tersenggol kendaraan lain, atau terperosok ke dalam lubang yang ada di jalan. Nah, saat terjatuh ada kemungkinan anda (badan atau kepala) terlindas atau terserempet kendaraan lain. Kalau anda mengenakan helm standar – jika umur mengizinkan – paling anda pusing-pusing sebentar, atau paling burung gegar otak – tapi masih hidup! Tapi jika anda tidak mengenakan helm standar (apalagi tidak pakai helm), jangankan dilindas ban kendaraan lain, kepala jatuh kena aspal atau trotoar saja sudah bisa membuat anda langsung dapat tiket kereta super-cepat ke akhirat. Bagaimana nasib orang yang tidak sengaja melindas anda (akibat tidak sempat mengerem) atau yang menyenggol anda? Anda pasti tahu hukumannya jauh berbeda. Kalau tadi pake helm standar, paling sama polisi disuruh atur damai saja berdua (anda dan yang menyenggol atau melindas anda). Tapi kalau anda mampus, orang tadi bisa diajukan ke meja hijau dan ujung-ujungnya masuk penjara. Bagaimana nasib keluarganya? Sudah jelas menjadi lebih sulit – hanya karena anda ogah pakai helm standar. Waahhh…tidak sebanding, coy! Belum lagi hitung-hitung subsidi pemerintah yang selama ini sudah anda dapatkan (bensin, dsb). Sudah disubsidi pemerintah, tapi pas seharusnya bisa menghasilkan sesuatu buat masyarakat (minimal keluarga anda), eh, malah mati konyol di jalan! Sia-sia uang negara buat anda.

    Cobalah berpikir sedikit. Helm standar yang harganya >> 250 ribu itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan isi kepala anda – juga nasib keluarga anda maupun orang lain. Ataukah anda merasa kepala anda tidak cukup berharga untuk dilindungi? Atau uang anda tidak mencukupi? Beli motor yang di atas 10 juta bisa, tapi beli helm di bawah 1juta gak mampu. Pening, awak!

    [Reply]

  34. May 13th, 2011 at 11:07 | #34

    hehehe,sebenarnya pak P***i nya helem nya banyak yang nggak SNI kok gan.


    Termasuk komputernya juga pakai software bajakan Mas :D

    [Reply]

    Anda Reply:

    heheheh,betul gan.:)


    Pasti betul Mas

    [Reply]

  35. POTRET
    April 26th, 2012 at 14:06 | #35

    yah gak bisa komentar banyak gan, yang penting tlah hadir disini, salam hangat ya gan

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

Current month ye@r day *

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~