Panik

Siang itu saya di sekolah. Ada miscall berkali2 dari nomor yg tak saya kenal, tapi tiap kali dihubungi yang terdengar cuma deru motor di jalan raya. Antara penasaran dan khawatir, saya segera telpon istri dan ternyata istri juga dapat miscall dari nomor yang sama.

Rasa khawatir itu makin memuncak mengingat anak ragil saya sedang kerja lapangan di luar kota, sementara itu dia sangat sering ganti nomor HP. Meski ke luar kotanya diantar jemput sopir kantor, tapi dari tempat kos untuk pulang ke rumah naiknya motor.

Dari pengalaman sebelumnya dimana dia pernah tabrakan dengan anak STM, juga penipuan oleh polisi gadungan yang mengabarkan bahwa anak saya terjaring razia, di saku celananya didapati narkoba (padahal anak saya lagi tidur di rumah), maka paniklah saya dan istri.

Saya dan istri coba menelpon teman kantor maupun teman kosnya tapi semua tidak aktif. Mencoba berkali-kali hasilnya sama. Telpon temannya nggak aktif, telpon ke nomor yang miscall saya tadi lagi2 cuma terdengar suara berisik.

Setelah sekian jam resah dalam kepanikan, istri mengabarkan bahwa anak ragil saya barusan sampai rumah. Tak sabar istri saya menginterogasinya, ada apa gerangan miscall berkali2 tapi tiap ditelpon tak ada jawaban tapi malah terdengar deru motor.

Tanpa ada rasa bersalah, anak ragil saya cuma bilang bahwa dia mau pamer suara knalpot barunya yang barusan dipasang di motornya.

Semoga Anda tidak mengalami kejadian ini…

25 thoughts on “Panik

  1. hahahaha ampunnn deh.. aku ngerti bgt perasaan pak mars dan istri, pasti khawatir.. tp untungnya ga ada apa2 yah Pak 🙂

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *