Home > Ekspresi > Pantang Memantangkan

Pantang Memantangkan

Pantang adalah menghindari sesuatu karena alasan tertentu, misalnya pantang kena air, pantang minum susu sapi, pantang pakai sarung dll. Pantang lebih ditujukan pada diri sendiri sedangkan memantangkan adalah pantangan yang ditujukan ke pihak lain.

Sesuatu yang dipantang umumnya bersifat personal dan kasuistik yang belum tentu dipantang oleh orang lain. Contoh penggunaan memantangkan misalnya ayah memantangkan anaknya naik sepeda motor, istri memantangkan suaminya merokok, pemuda memantangkan pacarnya pakai jeans dll.

Pantangan beda dengan larangan. Melanggar pantangan tak bisa dituntut secara hukum, tapi kalau melanggar larangan akan terkena sanksi hukum. Contoh larangan misalnya ayah melarang anaknya pakai narkoba, istri melarang suaminya poligami, guru melarang muridnya bolos dsb.

Yang pasti kita pantang memantangkan sesuatu pada orang lain selagi sesuatu tersebut bukan sebuah pantangan atau sesuatu yang harus dipantang.

~ Grazie ~
Categories: Ekspresi
  1. May 13th, 2011 at 22:48 | #1

    Pantang bagi saya melewatkan post pak eM


    Pantang juga bagi saya tidak merespon komentar masuk pakai respon pink 😀

    [Reply]

  2. May 13th, 2011 at 22:49 | #2

    Tumben duluan


    Iya nich, tumben juga Mbak Monda datang malam2…

    [Reply]

    a2i3s's Wife Reply:

    hahaha iya nih kakak curi start ya
    aku tadi keasyikan ngobrol jadi ga liat2 sini dweh 😛


    Ngobrolke aku kuwi mesti… 😀

    [Reply]

    niQue Reply:

    huahahaha jadi narcis gini Pak Mars
    eh tapi bener ding, ngobrolin tentang isu rencana Pak Mars ke Bogor minggu depan … hmmm


    Narsis masih kira2 ketimbang Marsis 😀

    [Reply]

  3. a2i3s’s Wife
    May 13th, 2011 at 23:15 | #3

    saya juga datang malam2 😀


    Selamat datang, selamat malam

    [Reply]

  4. a2i3s’s Wife
    May 13th, 2011 at 23:15 | #4

    Pantang bagi saya tidur sebelum sowan ke sini 😛


    suaminya tidar tidur, istrinya nggak tidur2

    [Reply]

    niQue Reply:

    hahahaha jo ngono to pak
    memangnya bojoku kerjanya tidur aja apa hahahha ..


    Ada lho, orang yang kerjanya tidur…
    Coba tebak, kerja apa yang posisinya slalu tidur…

    [Reply]

    niQue Reply:

    hmm …. polisi tidur? 😛


    Tentara tidur

    [Reply]

  5. May 13th, 2011 at 23:53 | #5

    Aku pantang menyerah dalam berkunjung di blog si kupu yang anti biasa 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan


    Makasih Bang…
    Salam!

    [Reply]

  6. May 14th, 2011 at 00:04 | #6

    Hah …
    saya baca berkali-kali nih …
    semacam olah raga bahasa ini …
    hehehe


    Biar fresh Om…
    Tengah malam baca2

    [Reply]

    bangauputih Reply:

    iya iyah pak, serasa di sekolah dengar pelajaran bahasa/sastra indonesia, hehe


    Wajib Belajar 50 taun Mbak…

    [Reply]

  7. Zahra
    May 14th, 2011 at 00:47 | #7

    pantangan sama juga yach..kalau dalam bahasa betawi pantang itu lebih berarti tegak, diam dan tak goyah…bener ga ya?


    Saya malah baru tau kalau di Betawi ada juga istilah pantang yg artinya tegak…

    [Reply]

  8. May 14th, 2011 at 05:56 | #8

    Pantang menyerah (cocok) kalau Memantang menyerah (cocok tidak ya :?:). Masih perlu di kaji ulang itu, hehehe 😀


    Cocok saja…
    Memantang menyerah adalah menghindari menyerah dan itu baik sekali

    [Reply]

    danyfarid5 Reply:

    @danyfarid5: Komentarnya tidak bermutu sekali. Saking tidak bermutunya, pak Mars jadi tidak mau meresponnya. Rasakan akibatnya, 😛


    Kliwatan nggak kerespon…
    Nggak sengaja 😀

    [Reply]

  9. May 14th, 2011 at 06:04 | #9

    Pantang pulang sebelum meninggalkan komentar


    Siep…

    [Reply]

  10. Ikkyu_san
    May 14th, 2011 at 06:54 | #10

    sambil petatang-peteteng saya pantang melewatkan satu tulisan pun di Koepoe Biroe.
    Beruntung saya tidak punya pantangan apa-apa.

    EM


    Saya punya pantangan Bu, yaitu pantang punya pantangan

    [Reply]

  11. May 14th, 2011 at 07:01 | #11

    kalau istri memantangkan suaminya nikah lagi bener g pakde hahaha


    Kalau itu cenderung ke larangan Mas, karena kalau dilanggar akan terkena sangsi hukum

    [Reply]

  12. xamthone plus
    May 14th, 2011 at 07:03 | #12

    pantang memantang itu sami sareng melarang bener gak mas, aku pantang menyerah untuk ngeblog, aku pantang meyerah untuk makan jengkol , hehe


    Secara umum bisa keliatan sama, tapi kalau mau tepat, dua hal tersebut nggak sama.
    Kalau pantangan itu tidak beresiko hukum…
    Kalau dilanggar nggak dihukum, hanya rugi secara pribadi.
    Tapi kalau larangan, biasanya sangsinya sangsi hukum.

    [Reply]

  13. May 14th, 2011 at 07:11 | #13

    dan memantangkan spamer untuk komen kesini.. 😀


    Nah seperti itu mau saya Mas…

    [Reply]

  14. May 14th, 2011 at 10:45 | #14

    pantang nyebut-nyebut nama orang tua… nanti jagung tumbuh dari hidung.. hihihihhihihi 😀

    🙂

    Pagi pak mars, baru mampir lagi 🙂


    Iya Mbak…
    Seperti itulah pantangan…
    Pantang berdiri didepan pintu, pantang duduk dibantal, pantang makan pakai kaki

    [Reply]

  15. May 14th, 2011 at 10:53 | #15

    pantangan sama larangan beda tipis ya pak..hehe


    Kalau pantangan itu biasanya hanya orang tertentu, kalau larangan lebih bersifat umum Mbak…

    [Reply]

  16. May 14th, 2011 at 10:56 | #16

    pantang buat saya untuk meminum kopi… 😀

    salaaam pak ….


    Bagus itu mas….
    Bisa menghemat kopi dunia

    [Reply]

  17. May 14th, 2011 at 11:46 | #17

    Saya ingin pantang menyerah aja, Pakdhe..


    Sieplah kalau begitu

    [Reply]

  18. May 14th, 2011 at 11:47 | #18

    jadi olah raga otot dan otak kalau membaca artikel Pakde dan layak untuk mendapatkan dua jempol 🙂 dan saya tidak memantangkan pakde untuk berkunjung ke gubuk saya heee


    Saya akan selalu berkunjung Bli…

    [Reply]

  19. May 14th, 2011 at 13:42 | #19

    kalo saya pantang makan daging kambing, dan memantangkan orang untuk makan kambing di dekat saya…. hmmmm begitu?????


    Sama Mbak…
    Kalau makan dan ada lauk yang berbahan kambing, saya juga eneg sekali mau muntah…

    [Reply]

  20. Abi Sabila
    May 14th, 2011 at 13:56 | #20

    Betul Pak, apalagi tidak selalu yang menjadi pantangan bagi kita adalah pantangan bagi orang lain, terlalu banyak hal yang menjadikan kita tidak semestinya memantangkan sesuatu kepada orang lain.


    Iya Bi…
    Harus pandai milah2…

    [Reply]

  21. May 14th, 2011 at 14:32 | #21

    Asal jangan, Pak Mars memantangkan kita untuk mengisi komen di sini. 🙂


    Kalau itu saya lakukan sama saja bunuh diri Mas…
    Memutus tapi silaturahmi…

    [Reply]

  22. Agus Siswoyo
    May 14th, 2011 at 17:25 | #22

    Saya pantang pulang sebelum ninggalin komentar.
    Hehehe…


    Makasih Mas Agus

    [Reply]

  23. May 15th, 2011 at 08:02 | #23

    wah pantangan saya apa yah..
    Paling saya yang dipantangkan merokok ma calon istri kalo lagi didekatnya..


    Kalau nggak ada pantangan malah enak Mas

    [Reply]

  24. May 15th, 2011 at 11:38 | #24

    Saya punya pantangan, ……pantang nolak kalau ada yang ngajak makan.

    Salam hangat dari Surabaya


    Saya juga Dhe…

    [Reply]

  25. May 16th, 2011 at 08:05 | #25

    kalau begitu, pantang bagi saya untuk tidak meninggalkan komen disini apalagi sambil makan sate kambing 🙂


    Bisa bikin badan anget kalau makan sate kambing

    [Reply]

  26. asma
    May 17th, 2011 at 10:30 | #26

    sipp bgus juga nih…

    thanks ya

    [Reply]

  27. May 17th, 2011 at 12:09 | #27

    Sip! ekstrimnya dilarang mengharamkan yang halal ya Pak!


    Bener Mbak…
    Kalau tidak dipantangkan memang jangan dipantang…

    [Reply]

  28. May 27th, 2011 at 10:42 | #28

    bagus,

    postingan yang menarik,

    good job! 🙂

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~