Home > Realita > Pelanduk Bertarung Lawan Pelanduk, Gajah Berpesta Di Tengah2

Pelanduk Bertarung Lawan Pelanduk, Gajah Berpesta Di Tengah2

April 15th, 2010 Leave a comment Go to comments

Gajah Bertarung Lawan Gajah, Pelanduk Mati Di Tengah2“. Sebuah perumpamaan manakala ada pertarungan para elit, maka rakyatlah yang jadi korbannya.

Dan ternyata peribahasa lama itu menjelma dalam format lain, “Pelanduk Bertarung Lawan Pelanduk, Gajah Berpesta Di Tengah2“. Itulah yang terjadi ketika Satpol PP yang jalankan perintah Sang Majikan melawan masyarakat yang mempertahankan hak miliknya, pastinya Orang Kuat pula yang menikmati keuntungannya.

Media Masa punya bahan berita istimewa, pemborong akan dapat order merenovasi kerusakan yang terjadi. Dan yang terkorban jiwa raga dan harta lagi2 masyarakat bawah. Nyawa yang melayang sia2 semuanya terjadi pada lapisan bawah.

Apapun pertarungannya, yang kuat selalu senang dan menang, yang lemah selalu kalah dan terjajah. Yang kuat selalu mengambil keuntungan, yang lemah jadi sapi perah. Itulah Hukum Dunia…

~ Grazie ~
Categories: Realita
  1. April 15th, 2010 at 21:25 | #1

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Diperlukan sikap arif dan bijaksana dari pemegang kekuasaan

    [Reply]

    Mars Reply:

    Sayangnya pemegang kekuasaan jarang yang arif dan bijaksana

    [Reply]

  2. alamendah biru
    April 15th, 2010 at 21:27 | #2

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Janganlah hanya sekedar mementingkan arogansi demi kepentingan dan keuntungan sesaat

    [Reply]

  3. suryaden
    April 15th, 2010 at 21:29 | #3

    huahahahhaha…
    yang punya siaran itu.. nggak bayar pajak…
    wakakakakkaka

    [Reply]

    Mars Reply:

    Paling enak petugas pajak, tau cara merekayasa pajaknya sendiri

    [Reply]

  4. nakjaDimande
    April 15th, 2010 at 22:18 | #4

    nelangsa banget ya Pak :(
    aku ngga tega lihatnya.

    [Reply]

    Mars Reply:

    Kalau pas lihat yg berdarah2 saya juga nggak ngeliat Bun

    [Reply]

  5. blog sederhana
    April 15th, 2010 at 23:44 | #5

    semoga kedepan Indonesia jauh lebih baik tanpa harus ada pertumpahan darah antara saudara kita seiman tentunya.

    [Reply]

    Mars Reply:

    Semoga bisa seperti itu…

    [Reply]

  6. April 15th, 2010 at 23:54 | #6

    trial error pake bayaran nyawa segala. benar-benar otak iblis

    [Reply]

    Mars Reply:

    Pemberi komando akan dimintai pertanggungjawabannya…

    [Reply]

  7. April 16th, 2010 at 01:00 | #7

    pilihan ada di tangan kita, mau merubah nasib? mau jadi penonton? atau mau ikut2an?

    [Reply]

    iwan Reply:

    enak nya ngapain?

    [Reply]

  8. zenteguh
    April 16th, 2010 at 01:13 | #8

    enak memang media, makin gede peristiwanya, makin laris korannya, makin tinggi rating tivinya, atau makin membeludak pendengar radionya. Dan ujung2nya iklan juga kenceng. hmm mugo2 gak duso pak

    [Reply]

    Mars Reply:

    Bagi yg jeli liat peluang, sensasi maupun tragedi bisa hasilkan uang

    [Reply]

  9. April 16th, 2010 at 04:18 | #9

    Mudah2an bukan Bad News It’s Good News ….. mengejar rating tinggi mengambil keuntungan di balik tragedi ….

    [Reply]

  10. belajar investasi
    April 16th, 2010 at 05:45 | #10

    seperti tragedi Titanic, yang tenggelam duluan adalah para penumpang kelas rendahan, sementara yang elit masih bisa selamat dengan sekoci, begitu juga nasib suatu negeri, bila negeri tersebut mau tenggelam, maka kalangan rakyat biasa dulu yang menjadi korban, sementara para elit penguasa bisa kabur dulu ke negeri orang. nyambung ga ya?:-)

    [Reply]

    Mars Reply:

    Komandannya aman2 saja…

    [Reply]

  11. Jalan Terus
    April 16th, 2010 at 07:13 | #11

    wah kalo pelandung lagi bertarung, Gajah ga di tengah2 pak berpestanya, pasti nontonnya di pinggir..
    hehehe..

    [Reply]

    Masdin Reply:

    Gajahnya lari aja kali mas, sambil menyembunyikan belalainya, hehehe…

    [Reply]

  12. April 16th, 2010 at 09:36 | #12

    seandainya kita semua mau berubah….

    [Reply]

    Mars Reply:

    Seperti Satria Baja Hitam

    [Reply]

  13. jumialely
    April 16th, 2010 at 09:36 | #13

    dan seandainya kita semua mampu mengendalikan diri

    [Reply]

  14. Anas
    April 16th, 2010 at 15:40 | #14

    Anas sempat mikir pak, jadi satpol pp juga serba salah, gak menjalankan tugas dipecat sanksinya, dijalankan anarkis jadinya. Lantas siapa yang harus bertanggung jawab?? Si Gajah kah??

    [Reply]

    Mars Reply:

    Iya Mas.
    Satpol PP juga cari makan dan harus nurut atasannya

    [Reply]

  15. Sriyono Wong Semarang
    April 16th, 2010 at 16:10 | #15

    Sebuah trik lama yang selalu berhasil di negeri ini, di negeri ini ndak pernah ada permainan yang selesai, karena saat permainan akan final, diciptakanlah permainan baru….

    [Reply]

  16. Masdin
    April 16th, 2010 at 16:16 | #16

    Hahaha… harusnya Gajah Mati di Tengah-Tengah… :D

    [Reply]

    Mars Reply:

    Kalau gajahnya mati ditengah2, pelanduknya akan kesulitan perang

    [Reply]

  17. April 16th, 2010 at 23:20 | #17

    sedih rasanya
    pedih rasanya

    [Reply]

  18. masnur
    April 17th, 2010 at 01:17 | #18

    Lebih mengenaskan lagi satpol PP yg tewas masih kerabatnya ahli waris makam.

    [Reply]

  19. April 17th, 2010 at 02:10 | #19

    duh, moga rakyat indonesia dewasa dalam menyikapi apa yang terjadi ea….

    [Reply]

  20. April 17th, 2010 at 02:11 | #20

    Pandangan yang menarik…

    [Reply]

  21. Kang Yudiono
    April 17th, 2010 at 10:37 | #21

    Hukum dunia memang susah dilawan Pakde.
    Yang lemah harus lebih banyak lagi berlatih agar menang melawan yang kuat.
    Setidaknya kalah angka gitu, bukan kalah TKO :D

    [Reply]

  22. April 17th, 2010 at 10:57 | #22

    sudah saatnya peLanduk meLawan gajah…

    [Reply]

  23. dafiDRiau
    April 17th, 2010 at 10:59 | #23

    Kuncinya kita harus bersatu

    [Reply]

  24. April 17th, 2010 at 14:09 | #24

    tes

    [Reply]

  25. April 17th, 2010 at 14:26 | #25

    melihat kesewenang2an begini, jadi malah sedih dan miris plus gak tega ngelihat yg jadi korban, baik dr rakyat maupun satpol pp nya, mereka khan sama2 rakyat kecil juga, yg hanya menuruti perintah atasan nya.
    salam

    [Reply]

  26. bre
    April 17th, 2010 at 15:59 | #26

    asli aku ga tau apa artinya pelanduk.. semacen anduk??

    [Reply]

  27. arkasala
    April 17th, 2010 at 20:32 | #27

    Artikel pak Mars dan jawaban komentar berikut :
    “Sayangnya pemegang kekuasaan jarang yang arif dan bijaksana”,
    100% saya setuju pak.
    Trims.

    [Reply]

  28. guskar
    April 17th, 2010 at 20:41 | #28

    sebentar lagi ada proyek pengadaan truk satpol pp pak…
    mau ikutan tender nggak? :D

    [Reply]

  29. Hanif
    April 18th, 2010 at 14:45 | #29

    semoga kita tidak semakin egois dalam menyikapi kepentingan2 yang ada.

    [Reply]

  30. TKB
    April 19th, 2010 at 02:53 | #30

    Satpol PP memang ra nggenah ya pak. Hiks :lol:

    [Reply]

  31. April 20th, 2010 at 10:16 | #31

    berkunjung

    [Reply]

  32. April 20th, 2010 at 10:23 | #32

    “Itulah Hukum Dunia…”

    Kurang lengkap, Pak. Seharusnya, “Itulah Hukum Dunia Durjana…”

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

Current month ye@r day *

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~