Pemanis Buatan

Pemanis buatan yang ini bukan kimiawi, jadi ditanggung nggak punya efek samping. Pemanis buatan yang saya maksud adalah pemanis yang sengaja kita buat untuk mempercantik postingan, biar nggak monoton, ajeg dan membosankan. Salah satunya adalah mengatur agar antar paragraf nggak rata kiri tapi bertingkat, tiap ganti paragraf akan bergeser makin ke kanan (atau makin kekiri juga bisa).

Kodenya sangat simpel, cuman kayak gini…

<div style="overflow:auto;padding-top:2px;padding-left:25px;padding-right:125px;padding-bottom:2px">teks paragraf pertama</div>
<div style="overflow:auto;padding-top:2px;padding-left:75px;padding-right:75px;padding-bottom:2px">teks paragraf kedua</div>
<div style="overflow:auto;padding-top:2px;padding-left:125px;padding-right:25px;padding-bottom:2px">teks paragraf ketiga</div>

Yang dibuat beda cuma padding-left dan rightnya saja, sedangkan padding top dan bottom tak begitu berperan. Tiap ganti paragraf, padding leftnya makin diperbesar dan rightnya makin diperkecil dengan maksud posisi paragraf menjadi terkendali. Itu tadi kalau mau paragrafnya makin ke bawah makin bergeser ke kanan. Kalau mau dari kanan ke kiri, ya tinggal ubah padding leftnya, dari besar ke kecil.

Mestinya pakai spasi biasa juga bisa, tetapi kelebihan pengaturan ini adalah soal keakuratan. Kita nggak perlu njlimet menghitung ketukan spasi. Kelebihan lainnya adalah bisa dikombinasi dengan perataan teks.

Berikut saya sertakan 4 paragraf sebagai contoh. Jangan dibaca isinya, cukup dilihat letaknya saja…

Yang dahulu ada sekarang hampir2 tidak ada misalnya pajak televisi, pèneng sepeda, pahlawan, kerajaan, empu, patih, kasti, dakon, jirak, ketoprak, wayang kulit, ludruk, Gundala, Angling Darmo, kupat, lepet, blondho, sayur lompong, cucur

Yang dulu nggak ada sekarang ada misalnya microwave, HP, laptop, sinetron, raskin, BTL, Maria Ozawa, Bank Century, Roy Suryo, Alexa, blog, kompor gas gratis, contreng, flu babi, flu tikus, flu cacing, AIDS, mie instan, saus, burger, sandwich

Yang dulu ada sekarang tetap ada misalnya ketidakadilan, kecurangan, kekerasan, orang teraniaya, perebutan kekuasaan, kolusi, korupsi, nepotisme, penjilat, pemijat, mudik, khitanan, maling, jalan berlobang2, lobang berjalan2… 😀

Yang dulu nggak ada dan sekarang tetep belum kita rasakan misalnya keadilan, persatuan, kemakmuran, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerta raharja

Maaf beribu maaf buat sahabat yang alergi terhadap kode html. Saya sendiri juga nggak begitu familiar, hanya sekedar coba2 saja. Tapi mau gimana lagi, blog dan kode html memang hal yang tak terpisahkan.

52 thoughts on “Pemanis Buatan

  1. Dua manfaat postingan kali ini adalah satu: kode html, kedua: empat paragraf pemanis buatan itu. Hehehe………makasih Pak. Sepertinya saya selalu menerima sesuatu dari pak Mars tapi belum pernah membalasnya. Jadi malu.
    .-= Postingan masnur : Lupa Mencinta =-.

    [Reply]

  2. ngono tok to tibake…

    wekekekek… mudah dimengerti…
    .-= Postingan ndop : Back To Nature =-.

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *