Pemilu, Pamili, Pemula, Pemalu dan Pamali

pemiluPemilu hanya ada di Indonesia, karena kalau di tempat lain, istilahnya akan lain lagi. Apa itu pemilu, saya ndak mampu jelaskan secara komprehensip karena saya bukan Tukang KPU tapi Tukang Nggame. Saya ndak punya legalitas untuk urusan itu.

Pamili itu keluarga atau kerabat dekat. Saat menjelang pemilu, orang yang berkepentingan akan ngaku-aku sebagai pamili demi meraih ambisinya. Yang sebelum2nya ndak kenal, tiba2 sok akrab dengan kita, seakan kita adalah pamilinya. Itulah gambaran caleg pada umumnya.

Pemula adalah golongan orang2 muda, seusia kelas 3 SMA. Pemula ini menjadi sasaran empuk para caleg, karena kelompok ini adalah golongan baru yang ngambang dan masih bisa dipengaruhi.

Pemalu itu sifat langka, yang hampir tak dimiliki oleh para caleg. Si Pemalu jarang yang berambisi jadi caleg, karena salah satu syarat caleg memang nggak boleh malu2. Gimana bisa kampanye kalau calegnya pemalu, apalagi malu2in…

Pamali, ini istilah dari Sunda, yang kira2 berarti pantangan atau tabu. Kalau menurut undang2, ada beberapa pamali dalam pelaksanaan pemilu, semisal nggak boleh masuk bilik suara berduaan, nggak boleh saling menghujat, nggak boleh politik uang, nggak boleh menggunakan fasilitas umum untuk kampanye, nggak boleh lakukan intimidasi maupun arogansi, nggak boleh melaminating kertas suara dll.

Kenyataannya?
Anda lebih tau ketimbang saya.

Kalau saya, pastinya ikut pemilu, walau tak ada pamili yang jadi caleg, karena saya bukan pemilih pemula yang pemalu.
Bagi saya, tak ikut pemilu adalah pamali…

85 thoughts on “Pemilu, Pamili, Pemula, Pemalu dan Pamali

  1. wah pamili ya ndak ada yang jadi caleg je
    saya juga gak tau ikut pemilu apa ndak lha saya jadi pemalu lho karena ndak tau siapa yang saya pilih (ketahuan ndak pernah nonton tipi) :mrgreen:

    [Reply]

  2. Gimana saya mau jadi golput pak mars, lha wong TPS-nya persis disebelah rumah eh. Malah pak erte dah pesen mau ngambil listrik buat sound sistem.

    Pokoknya Contreng! *secukupnya saja, jangan dieker – eker*

    [Reply]

  3. berarti saya macak pemula dong, khan saya sering pura-pura jadi anak SMA gitu pak.. hahaha…

    tapi saya juga pamali kalau nggak ncontreng di pemilu nanti..

    Mas Dzofar nek macak abu2 putih masih pantes…

    [Reply]

  4. Pak Mar ini anggota KPPS yahhhh,
    musti malu dunk kalau gak ikut pemilu;
    pamali bener pemilu yang gak jurdil

    Saya tugas sebagai KPPS, Kang Nawar yg jadi saksi…

    [Reply]

  5. PEMILU itu yang penting M dan L nya gak dituker… dangerous pak nek nganti kuwalik..!!!

    [Reply]

  6. Pingback: metaMARSphose » Boros, Beras, Baris dan Bèrès
  7. Pingback: metaMARSphose » April 2009
  8. Pingback: metaMARSphose » Pra dan Pasca
  9. Pingback: metaMARSphose » C4
  10. Pingback: metaMARSphose » Afrika Carrera
  11. Heeee…kalimat yang menyambung menjadi indah dan penuh makna untuk dinikmati, saya pemilu bulan depan nich

    [Reply]

  12. Saya senang sama yang nomer tiga. Soalnya sering melihat kenyataan yang ada, para caleg jarang ada yg punya sifat malu. Salam hangat;

    [Reply]

  13. wah bro.. yang kira2 kalo kasih koment.. PEMALU dikit kenapa. PAMALI kalo nyepam. Kalo kamu PAMILInya pak Mar sih nggak papa, apa kamu seorang PEMULA???

    He he he..

    [Reply]

  14. Pingback: metaMARSphose » 12 Bulan di 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *