Pengakuan

Ini bukan soal sering atau tidak, bukan soal sudah lama atau baru saja tapi tentang pernah apa belum. Saya sendiri pernah dan lumayan sering, tapi itu sudah lama sekali.

Tentang apa?
Tentang makan di kantin sekolah. Bukan tentang makanannya, bukan tentang harganya, juga bukan rasanya tapi tentang pengakuannya pada pemilik warung. Kalau makan gorengan, habisnya 4 tapi ngakunya 3 atau habisnya 3 ngakunya 2. Belum pernah sekalipun saya makan 2 ngaku 3.

Pertanyaannya, pernahkah sahabat melakukan hal itu?. Untuk yang mau berbagi, mari kita lakukan pengakuan secara transparan dan akuntabel.

Harapan :
Semoga para pemilik warung semasa saya sekolah, terutama di SMP 1 Kudus dan SMA 1 Kudus membaca tulisan ini dan mengikhlaskan semua yang telah saya lakukan.

32 thoughts on “Pengakuan

  1. Hehehe, tulisan Pak Mars selalu fresh, sederhana, dan membumi.

    Kalau jaman sekolah dulu, sepertinya say pernah juga Pak, haha..

    Salam hangat pak Mars;

    [Reply]

  2. hehe, meskipun sepele tapi klo mereka nggak ikhlas, bisa bahaya lho pak.
    yah semoga aja mereka dah mengikhlaskan. klo saya sih waktu sekolahan, selalu ditraktir ama teman, jadi nggak pernah melakukan hal seperti itu.

    salam hangat pak

    [Reply]

  3. hahaha,,
    bisa masuk grup “Darmaji” dong pak, Dahar lima ngakune siji….. 😀

    Kalau saya dulu mudah2an ga pernah seperti itu..

    [Reply]

  4. harapan saya pak Mars datang ke SMP 1 & SMA 1 Kudus untuk menggantinya. tapi dia masih berjualan nggak ya…. 🙄

    [Reply]

  5. pernah pak… sering.. hahaha..
    saya waktu sekolah paling jahil pwoolll.. Mbeling.. 🙂
    apalagi kalo jajanannya nanas n friends..

    [Reply]

  6. Wah… pak Mars.. 😀
    Semoga saya belum pernah pak, gak berani saya!
    Tapi kalau dapat uang kembalian yang lebih, pernah. Tapi saya diam-diam kan saja, hihi… 🙂

    [Reply]

  7. Hehehehe,,dulu masih SD pernah Mas,,itupun terpaksa karena melihat teman² kok enak beli 2 ngaku 1 gak pernah ketemu,,,akhirnya di coba dan berhasil wkwkwkwkw

    [Reply]

  8. orang sunda bilang ‘Darmaji’ = Dahar lima ngaku hiji artinya ambil lima ngaku satu *bukan sayaaaaa

    [Reply]

  9. Hehe sama saya juga sering melakukannya di waktu SMP dulu tapi Alhamdulillah seiring berjalannya waktu dan banyak latihan akhirnya sadar juga bahwa itu adalah kegiatan yang merugikan orang lain maupun kita sendiri

    [Reply]

  10. Romantika dikantin sekolah bersama mbok kantin…yang sering aku kibulin…untuk pas keluar udah minta maap

    [Reply]

  11. Assalamu’alaikum
    Lama tak jumpa sobat,gimana kabarnya…??
    Maaf gak bisa lama2 hanya mampir sebentar.

    Salam Sukses Slalu

    [Reply]

  12. Wah…belum pernah. Karena di keluarga saya paling anti begitu.
    Pernah papa menemukan bahwa ada beberapa makanan yang belum ditagih pada bill restoran, dia langsung panggil waiter dan suruh cek kembali. Kata papa, “Buat apa untung sedikit di restoran ini, tapi buntung di tempat lain dan lebih besar?”.

    Selain itu SD dan SMP ngga dapat uang saku untuk jajan sih pak.

    EM

    [Reply]

  13. saya…hehe, pernah pak Mar, beberapa kali.
    Tapi habis jadi guru gini, rasanya berdosa banget…. W
    ah, Pak Mar ni, pandai mengingatkan…hmmm… jadi pengen nyaur utang ni pak 😀

    [Reply]

  14. Seingat saya sih belum pernah, Pak. Nda tahu kalau ada yang terlupa. Sayangnya saya ini manusia yang tak luput dari lupa. Mudah-mudahan tidak ada yang keliru dengan ingatan saya, terutama tentang ini.

    [Reply]

  15. baru tadi malam makan di salah satu rumah makan, pas mbayar periksa bill kok nasi tambah blum dihitung, bergegas suami antri lagi di kasir buat bayar.
    sama seperti mba Em, buat apa untung sekian ribu di rmh makan itu tapi di tempat lain nanti malah apes? Heehehe

    [Reply]

  16. saya belum pernah pak, tapi ada pengalaman kita kabur dari kelas 15 orang karena sebel ama gurunya ngumpet sikantin sekolah yang emng baik banget, gak kerasa 2jam pelajaran kita dikantin sambil makan gorengan dan segalanya giliran mau bayar bingung tiap orang masing-masing makan apa dan abis berapa, akhirnya kita minta dihitungin sama bapak kantin totalnya berapa dan kita bagi 15 dipukul rata… 😀

    [Reply]

  17. Terus terang saya belum pernah “malu”-makan lima bilang telu”
    Kalau hutang kepda penjual es pernah, tapi saya bayar esok harinya
    Pengkuan lain : jika saya kehausan di jalan saya tak segan-segan menggok ke langgar untuk minum air sumurnya. Glex

    Salam hangat dari Surabaya

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *