Home > Realita > Penomoran

Penomoran

April 13th, 2011 Leave a comment Go to comments

Dalam sebuah tulisan ada kalanya diperlukan penomoran, apalagi kalau itu tulisan ilmiah. Salah satu tujuan dipakainya penomoran adalah agar struktur tulisan menjadi jelas dan mudah dipahami.

Aturan penomoran yang baku dan resmi sich kayaknya nggak ada tapi kalau hanya sekedar rambu2 yang bisa dijadikan pedoman saya pernah dapat teorinya. Yang ini bersifat tidak mengikat, artinya kalaupun dilanggar nggak ada sanksi hukumnya.

Dari beberapa referensi yang saya baca, salah satu rambu2 penomoran yang paling sering dijadikan pedoman adalah sbb:

I. ______________________________

A. ______________________________

1. ______________________________

a. ______________________________

1) ______________________________

a) ______________________________

(1) ______________________________

(a) ______________________________

Maksud dari pola tersebut adalah apabila pada penomoran awal menggunakan I, II, III, IV dst, maka penomoran level berikutnya menggunakan A, B, C dst. Tetapi jika pada nomor awal memakai 1, 2, 3 dst maka nomor level kedua menggunakan a, b, c dst.

Contoh penggunaannya kira2 seperti ini :

Indonesia terbagi dalam tiga wilayah waktu yaitu
I. Waktu Indonesia Bagian Barat
Yang termasuk wilayah ini adalah daerah yang terletak di pulau
A. Jawa
1. Jawa Timur
2. Jawa Tengah
a. Kabupaten Kudus
b. Kotamadya Semarang
c. …
3. …
B. Sumatra
1. Lampung
2. Sumatra Selatan
3. …
C. …

II. Waktu Indonesia Bagian Tengah
Yang termasuk wilayah ini adalah daerah yang terletak di pulau
A. Kalimantan
1. Kalimantan Timur
2. Kalimantan Tengah
a. Kabupaten Kotawaringin Barat
b. Kotamadya Palangka Raya
3. …
B. Sulawesi
1. Sulawesi Selatan
2. Sulawesi Tenggara
3. …

Sekali lagi untuk dimengerti bahwa aturan yang saya tulis ini tidak bersifat mengikat dan tak harus diikuti, apalagi dipolemikkan.

~ Grazie ~
Categories: Realita
  1. isnuansa
    April 13th, 2011 at 11:47 | #1

    kalo saya disuruh bikin postingan seperti ini, bisa 5 jam belom selesai, Pak guru. :)

    [Reply]

  2. April 13th, 2011 at 11:57 | #2

    Tapi kalau menulis Karya ilmiah kayaknya aturan diatas adalh keharusan Pak Mars..

    [Reply]

  3. Andy MSE
    April 13th, 2011 at 12:12 | #3

    ikut antri nomor ah! :-D

    [Reply]

  4. April 13th, 2011 at 12:13 | #4

    Mau nggak mau memang harus mengikuti kaidah itu yah pak :)

    [Reply]

  5. sp
    April 13th, 2011 at 12:22 | #5

    benul Pak… gak ada sanksinya, paling cuma teguran dari dosen pembimbing !!

    [Reply]

  6. April 13th, 2011 at 13:23 | #6

    ordered list akka numberingnya udah bener kok ..sumpe deh pak.. :D :D nyengir kuda, tapi kalau untuk Skripsi tergantung dosen juga.

    kan ga mengikat :D

    [Reply]

  7. April 13th, 2011 at 13:29 | #7

    hihihi untuk penulisan skripsi juga biasanya harus seperti itu kan pak?

    [Reply]

  8. masyhury
    April 13th, 2011 at 13:40 | #8

    Wew.. selama ini saya ngasal aja loh pak kalo buat urutan kayak gitu..
    gak pernah di ajarin di sekolah sih… :D
    makasih ilmunya pak.. :lol:

    [Reply]

  9. Erwin
    April 13th, 2011 at 14:06 | #9

    menyimak 8-)

    [Reply]

  10. Ikkyu_san
    April 13th, 2011 at 14:09 | #10

    kalau karya ilmiah malah ada
    1.1.1
    1.1.2

    2.1.1
    2.1.2 dst

    bingung-bingung deh hihihi

    EM

    [Reply]

  11. April 13th, 2011 at 14:55 | #11

    Seperti posting yang di terbitkan oleh pak Erdien :lol: :) hehehehe


    Bukan Mas…
    Justru ini seperti komentar saya disana :D

    [Reply]

    danyfarid5 Reply:

    Owh, ternyata sebaliknya hehehehe, karena saya tahu pak Erdien juga memostingkan tentang penomoran pilihan ganda!!!

    [Reply]

  12. April 13th, 2011 at 15:24 | #12

    Kalau nulis ilmiah ya tergantung pedoman penulisan yg dipersyaratkan sama publishernya hehehe, biasanya ada template khusus yg disediakan, kita tinggal manut saja

    [Reply]

  13. April 13th, 2011 at 15:33 | #13

    No Polemik …
    hahaha …

    yang jelas … jika pake turunan-turunan seperti itu …
    sedapat mungkin jangan lebih dari tiga tingkatan

    I, II, III dst … lalu tingkat dua A, B, C dst … lalu tingkat tiga : 1,2, 3 dst … cukup sampai situ … sebab lebih dari itu … pembaca akan lost

    salam saya Pak Mars

    [Reply]

  14. riffrizz
    April 13th, 2011 at 15:55 | #14

    Sip Deh

    [Reply]

  15. April 13th, 2011 at 16:58 | #15

    Selama ini sih suka2 aja pak.

    [Reply]

  16. April 13th, 2011 at 17:09 | #16

    Untuk pelaporan/tulisan yang formal biasanya dibutuhkan format semacam ini… :)
    Nuwun

    [Reply]

  17. April 13th, 2011 at 17:32 | #17

    penomoran buat skripsi tuh. hehehe

    [Reply]

  18. warung bebas
    April 13th, 2011 at 21:10 | #18

    Akan rapi kalau menggunakan cara penyusunan seperti itu, tapi susah kalau dalam jumlah banyak

    [Reply]

  19. April 13th, 2011 at 21:41 | #19

    ini yang biasanya dicorat coret dalam tugas akhir pak hehehe salah dalam penomoran :D

    [Reply]

  20. April 13th, 2011 at 22:35 | #20

    Kalau di postingan saya sering kali kesulitan untuk membuat penomoran berjenjang kek gitu, Pak.

    [Reply]

  21. April 13th, 2011 at 22:53 | #21

    penomoran emang ada. dan beda tiap lembaga/instansi.. :)

    [Reply]

  22. April 13th, 2011 at 23:20 | #22

    Bagus kalau ada keteraturan …
    Saya pakai waktu kuliah saja tapinya .. he he he

    [Reply]

  23. April 13th, 2011 at 23:27 | #23

    kalo skripsi kebanyakan… 1.1., 1..1.1, 1.2.1.., …. sampe bingung! :D

    [Reply]

  24. April 13th, 2011 at 23:49 | #24

    Kalau skripsinya pake biner akan jauh lebih menarik lagi tuh (melirik komennya Prima) … ^_^

    [Reply]

  25. niQue
    April 14th, 2011 at 00:07 | #25

    saya akan copas info di atas, terus dibagi2in deh ke mahasiswa2 polman yang hampir stiap hari sliweran print revisi dan revisi : D

    matursuwun nggih pak Mars :)

    [Reply]

  26. Kaget
    April 14th, 2011 at 00:19 | #26

    Yang ini kan waktu jamannya kuliah dulu, nah sekarang malah udah lupa mas. Ngga dipake, paling nge-blog yang ngga punya aturan :lol:

    [Reply]

  27. April 14th, 2011 at 00:43 | #27

    lebih enak penomoran di commentluv pak, muncul newpostnya.. Hehehe

    [Reply]

  28. Life Infurance For Life
    April 14th, 2011 at 08:23 | #28

    Siip… jadi nambah 1 lagi ilmu tentang penulisan… :)

    [Reply]

  29. April 14th, 2011 at 10:13 | #29

    yang disukai itu Penomoran Buntut :D

    [Reply]

  30. Erdien CSS
    April 14th, 2011 at 12:10 | #30

    Mantap neh Pak Guru penjelasannya :D

    [Reply]

  31. April 14th, 2011 at 15:35 | #31

    owh ternyata kaedah2 nya ya hehehe nce info pakde maturnuwun :)

    [Reply]

  32. April 14th, 2011 at 15:36 | #32

    kebanyakan nomer jadi pusing pak hehe.. :)


    Tapi kalau sudah biasa ya pusingnya dikit Mbak

    [Reply]

  33. April 14th, 2011 at 17:22 | #33

    seperti biasa, tulisan Pak Guru selalu anti biasa dan ruaarr biasa :)
    salam

    [Reply]

  34. dHaNy
    April 15th, 2011 at 04:55 | #34

    Dalam karya tulispun juga menganut penomoran seperti diatas pak… Makasih infonya…

    [Reply]

  35. April 18th, 2011 at 11:07 | #35

    saya suka yang beginian..
    edukasi terhadap sesama blogger soal tatanan bahasa Indonesia.
    tidak mengikat memang, tapi yang beginian seperti ini kita harus tahu


    Semoga diterapkan :D

    [Reply]

  36. May 27th, 2011 at 11:26 | #36

    bagus,

    postingan yang menarik,

    good job! :)

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

Current month ye@r day *

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~