Penunggu Sejati

Meski jin sering jadi tertuduh sebagai penunggu, tapi sejatinya manusia itu sendirilah yang justru jadi penunggu sejati. Dan meski menunggu adalah sesuatu yg dibenci tapi justru paling sering dilakukan. Mau makan, mau tidur, bahkan mau nyuri juga harus menunggu waktu.

Inilah beberapa contoh penungguan

  1. Yang kebanjiran nunggu kapan airnya surut, yang kekeringan nunggu kapan hujan turun lagi
  2. Penganggur nunggu kapan dapat kerjaan, yang sudah kerja nunggu kapan UMR naik
  3. Pedagang nunggu pembeli, pembeli nunggu uangnya cukup
  4. Murid kelas 1 nunggu kapan naik ke kelas 2, yang kelas 2 nunggu kapan naik kelas 3
  5. Sopir angkot nunggu penumpang penuh, penumpangnya nunggu kapan angkotnya berangkat
  6. Jomblo nunggu dapat jodoh, yang sudah beristri nunggu kapan bisa nikah lagi

Yang lebih penting adalah bagaimana kita memberi kualitas dan nilai tambah di setiap penungguan. Menunggu sambil merenung dan introspeksi pasti beda dibanding menunggu dengan hanya melamun atau menghisap rokok belaka. Apalagi nunggu sambil ngerumpi.

aku menunggumu di metamarsphose™…

© koepoe biroe™

Saya nunggu apa?
Pastinya ya menunggu pendapat dan komentar para sahabat, menunggu dapat job review, menunggu dapat ide baru buat ditulis dll dll.
Bagaimana dengan Sahabat? Lagi nunggu apa?

21 thoughts on “Penunggu Sejati

  1. Nunggu kepastian nih, Om. Diterima apa gak yaaa 😆

    Yang no. 4 itu saya salah tangkap. Tak pikir wong sudah dapat tiket kelas 1 kok nunggu kelas 2, jebul kenaikan kelas to? 😆

    (akibat dehidrasi 😛 )

    Sudah saya edit biar nggak membingungkan Mbak
    Kalau sekarang sudah cukup jelas

    [Reply]

  2. “yang sudah beristri nunggu kapan bisa nikah lagi”. What? 🙄
    Nunggu dibeliin baju baru. :mrgreen:

    Pastinya ada yang nunggu mau nikah lagi Mbak…
    Tapi bukan sayahahahahaha

    [Reply]

  3. nDuknya nunggu hadiah dari PaknDuk dikirim ke pulau Sumatra :mrgreen:

    Ada menunggu yang gak pernah dirasa menunggu dan semua yang bernyawa sedang menunggu itu, Pak. Nunggu apa nDuk? Halah, PaknDuk taulah itu 😉

    Iya, semua kita nunggu panggilan… 😀

    [Reply]

  4. Yang baru saja posting, menunggu pengunjung untuk komentar!
    Yang komentar menunggu balasan yang posting ……
    yang balas menunggu balasan….

    Hahahaha
    Iya, bener sekali Mas
    Setuju 100%
    Berarti saya harus segera ke TKP 😀

    [Reply]

  5. Saya menunggu kesempatan untuk bisa bertemu dengan Pak Mars.. 🙂

    Minggu ini rencananya saya akan liburan di Jogja Da…
    Kalau dapat penginapan.
    Kalau musim liburan nyari hotel di Jogja agak susah.
    Pernah punya rencana tahun baruan di Jogja, ternyata penuh.
    Akhirnya beralih ke Solo 😀

    [Reply]

  6. di Hari Lebaran ini, saya mengucapkan, selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H, mohon maaf lahir dan bathin.

    Terima kasih dan mohon maaf lahir batin juga.
    Salam

    [Reply]

  7. Taqabbalallahu minna waminkum
    Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1434 H.
    Mohon Maaf lahir dan bathin

    Sama-sama Mbak.
    Mohon maaf lahir batin juga.
    Salam

    [Reply]

  8. Nunggu mas whiz atau konco semarang liyane dolan Nganjuk. Trus salaman. gantian mosok aku sing dolan semarang terus. Haha.

    Kopdar Wong Ginuk2…
    Tambah Lik Gun sisan

    [Reply]

  9. Banyak yang ditunggu Pak.
    menunggu waktu mengucap ‘qobiltu’ 🙂

    dan kesempatan berjabat tangan dengan sahabat dan guru Blogger.

    Semoga yang ditunggu segera tiba

    [Reply]

  10. pak mars, orang kerja juga nunggu kapan libur. 🙂 anak sekolah juga sepertinya ya.

    kalau saya lagi nunggu kapan jemuran kering. lalu bisa setrika. 😀

    Iya Bu…
    Semua pada jadi penunggu 😀

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *