Pilih Ideal apa Rasional ?

Sekian hari terakhir dibeberapa blog banyak dijumpai ajakan untuk mendukung gerakan Earth Hour yang sifatnya mendunia, tanpa pandang bulu, lintas benua lintas negara.

Tapi entah kenapa, tiba2 pikiran saya mendua, antara pertimbangan ideal melawan rasional. Saya tak tau, apakah ada orang lain yang mengalami seperti apa yang saya alami. Saya tak tau ini suara hati atau pikiran, yang jelas terjadi sebuah dilema. Separo diri saya dikuasai oleh idealisasi, tapi separo lagi dikontrol oleh rasio akal sehat.

Pikiran saya terbelah seperti ini…

Separo pikiran saya berkata seperti ini…

Ikut mendukung gerakan yang bertujuan mulia dan membantu memperpanjang usia dunia, meski saya juga nggak tau2 amat tentang teorinya.

Kalau nggak ikut kok kayaknya memalukan sekali dan serasa nggak punya rasa bersyukur. Bukankah cuma sejam?.

Apalagi bannernya keren kayak gini… 😀

Pokoknya nyoba dulu semenit dua menit, semampunya sekuatnya. Kalau nggak mampu ya dinyalakan. Gampang to?.

Tapi separonya lagi berkata seperti ini

Kalau layanan listrik di negara kita sudah seperti di negara maju yang tak pernah byarpet, oke saja kita mematikan barang sejam dua jam.

Lha wong nggak ada angin nggak ada hujan saja listrik sudah mota mati kok giliran nyala malah kita matikan. Lha rak aneh to?. Sama seperti anjuran pola hidup sederhana. Lha tiap hari sudah amat sangat sederhana, apa yang mau disederhanakan?.

Sebagai Kepala Keluarga, saya bisa saja memaksakan diri. Tapi bagaimana dengan istri dan anak saya?. Malam Minggu adalah saat kami bisa ngumpul. Dan belum tentu mereka bisa memahami Earth Hour. Apa harus saya paksa juga?.

Kok sering ada kegiatan yang seperti itu ya?. Jangan2 nanti ada gerakan lainnya lagi, himbauan merem sejam biar mata jadi awet, gerakan sejam tanpa celana agar celana nggak cepet sobek dan badan nggak lembab, gerakan seminggu nggak keramas agar dunia tak tercemar busa shampoo dll dll…

Bagaimana menurut sahabat?. Pilih ideal apa yang rasional?.
Saya salut betul pada yang mendukung kegiatan ini dengan kesungguhan penuh. Jangan seperti saya yang mendua. Tapi bagaimana lagi. Saya tak bisa mengendalikan pikiran saya untuk selalu ideal. Pikiran selalu mempunyai rasional sendiri. Namanya akal sehat tak bisa menerima sesuatu yang tak masuk akal.

53 thoughts on “Pilih Ideal apa Rasional ?

  1. Mr Jason Mars …
    Saya ndak bisa jawab Pak …

    Yang jelas berbuat sesuatu untuk bumi itu …
    Seyogyanya … sesemarangnya … sesolonya … dilakukan setiap hari …
    walaupun tidak dengan mematikan lampu …

    Salam saya Mr Jason …

    [Reply]

  2. saya sendiri malahan gak tahu kalau sabtu kemarin ada hari mematikan lampu sedunia. :p

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *