Potensi Tersembunyi

Jika jeli dan mau menggali, maka banyak sekali potensi tersembunyi yang dimiliki oleh remaja kita. Ada yang jadi produsen, ada bagian pemasaran dan ada pula konsumennya. Lengkaplah pokoknya. Meski bukan pemakai produknya, tapi di antara kita pasti ada yang jadi pemerhati.

Lihatlah produsen kita yang entah lulusan S3 mana, mereka rajin memproduksi istilah aneh semacam Lu Gue End, Cemungudh, Ciyus Miapah dll. Tiap saat muncul kata2 baru. Entah siapa marketingnya, tapi fakta membuktikan bahwa istilah itu laris manis ludes terbeli konsumen.

Jika fenomena tersebut dikembangkan tak hanya berupa kata2 alay tapi kalimat yang memotivasi dan bisa menjadi inspirasi, alangkah hebatnya generasi muda kita. Apalagi kalau disertai tindakan nyata, maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa.

Sayang disayang, yg laris manis dan termemori dengan baik dibenak banyak generasi muda kita baru sebatas istilah yang demikian. Padahal jika cemungudh dan dilakukan dengan ciyus, maka pasti bisa cetar membahana badai. Olala…

32 thoughts on “Potensi Tersembunyi

  1. hari kamis baiknya bikin postingan yang manis untuk ikutan GA Manis2 😀


    Hari Kamis paling cocok buat nungguin hari Jumat

    [Reply]

    Djangan Pakies Reply:

    postingan kamis kie biasane untuk persiapan malam jum’at yang cetar ceter bergema, biar ketika bangun pagi sudah lebih bercemungut


    Saya malas liat jurinya…

    [Reply]

    nique Reply:

    merungut sambil mungut opo Pak Ies? 😛


    Kalau “mangut” kamu ngerti nggak Ni?

    [Reply]

    Djangan Pakies Reply:

    sambil mungut yang tercecer


    Kalau Nique mungutin recehan Pak

  2. jika disepakati bersama, kaya cemugud bisa masuk KBBI #eh


    Tapi yang menyepakati pasti nggak banyak karena sudah ada kata yg baku. Kecuali kalau belum ada kata yg pas

    [Reply]

    aprie Reply:

    nah itu dia…


    Dia itu…

    [Reply]

  3. Saya malah tambah bingung dengan banyaknya istilah-istilah aneh tersebut, ciyus… 😀


    Semakin banyak pasti akan makin bingung. Jangankan kata2, prasmananpun kalau menunya terlalu banyak juga malah bikin bingung

    [Reply]

  4. miyapa sopone miyabi Pak? opo blasteran miayam karo mipangsit? nek saiki aku senenge bakmi jowo karo suroboyo


    Mie Ayam + Bakso

    [Reply]

  5. pak mars jeli sekali memandang generasi muda sekarang

    yang saya heran, kenapa media lebih berarti dan lebih mudah diingat bagi para pemuda ketimbang perkataan guru dan orang tuanya, ckck


    Anak lebih mudah mengingat hal kurang baik ketimbang kebaikan Mas

    [Reply]

  6. Ciyus kagum dengan cemungudh Pak Mars, menata gerak istilah menjadi motivasi bermakna. salam


    Bagi saya menulis adalah refreshing Bu…

    [Reply]

  7. Pak MArs mengikuti perkembangan kata-kata itu ya 🙂


    Meski nggak mengikuti tapi karena sering ketemu akhirnya ya memperhatikan juga Mbak

    [Reply]

  8. kata temen saya, bahasa Indonesia ini perkembangannya cepat sekali jika di bandingkan dengan bahasa Inggris. Jadi orang luar yang belajar bahasa Indonesia bisa sangat bingung karena terlalu banyaknya slang dan alay. mungkin itulah nasibnya bahasa yang masih muda, masih dalam masa pertumbuhan … 😀


    Tiap orang maunya bikin istilah baru… 😀

    [Reply]

    monda Reply:

    orang kita bosenan ya pak…, bahasa gaul sepuluh tahun aja udah terasa kuno…
    cemungudh ini tahun depan berubah jadi apa ya..


    Iya Bu, termasuk tren sesaat…

    [Reply]

  9. bahasa2 tersebut seharusnya tidak layak dikonsumsi ya, Pak.
    walaupun produsennya sangat pandai dalam memasarkan. 😀

    olaalallla pooh. . .


    Tapi nyatanya bermunculan setiap saat Mbak. Mau gimana lagi, kadang kita terpaksa harus menelan juga.
    Enelan… 😀

    [Reply]

    Idah Ceris Reply:

    Aku seh sering bangeed pakaiiii. ..
    Rasanya pingin ajah. . .
    Pingin dowang, tak ada maksud apa2. . .:D


    Kalau saya hanya dipakai secara iseng di FB. Kalau diomongkan langsung malah nggak pernah

    [Reply]

  10. xixixiii,….aku malah ngikik sama kalimat2 penutupnya, ciyuuusss deh ^^


    Hahahaha…
    Bersyukur sekali jika apa yg saya tulis bisa menghibur yg baca

    [Reply]

  11. wah punyanya syahrini dipakai semua, hehehe
    cucok mokorocodot 😀


    Padahal kalau lihat tayangannya saya nggak suka, telebih dengan gayanya Syahrini

    [Reply]

  12. waduuuh knapa harus bawa bawa mba syahrini di akhir kalimat..heheee


    Biar makin terkenal Mas

    [Reply]

  13. mihihihi….bahasa memang berkembang terus ya Pak, tapi ya harusnya sih begitu, cemungudnya harus betul2 ciyus biar hasilnya cetar membahana 😛


    Iya Mbak, meski nggak baku tapi tiap saat muncul istilah baru yang langsung menyebar se Indonesia

    [Reply]

  14. memang benar pak, kreatif namun tidak pada tempatnya. padahal kalau diusut, hal seperti itu bisa juga dijadikan modal.


    Semoga kedepan bisa lebih baik…

    [Reply]

  15. Kalo bagian yang memproduksi komoditi kata-kata “langit” …
    itu ranah – domain pihak yang lain lagi pak Mars

    salam zuper (*eh)


    Iya Om…
    Dia termasuk sedikit orang dalam kelompoknya yg meski banyak yg nggak suka tapi gaya dan kata2nya booming

    [Reply]

  16. berasa ketinggalan jaman banget kalau liat bahasa alay itu..


    Hahahaha
    Iya Mas, cepet ada yg baru

    [Reply]

  17. Istilah2 itu bisa dijadikan nama makanan atau minum, bahkan merek sepatu atau aju ya mas
    Dulu ada merk sepatu Karel, ternyata singkatan dari Karya Arek Lamongan
    Jos
    Salam hangat dari Surabaya


    Dulu banyak istilah yg berasal dari singkatan ya Dhe.
    Ada helicak, batagor, porsu dll…

    [Reply]

  18. Yang aku sebel fenomenanya semestinya satu kata itu bukannya bertambah panjang, mustinya bertambah pendek, atau disingkat. Ngabisin pulsa mah itu, pasti bapaknya punya operator telpon 😀


    Mario Teguh saja terkontaminasi Bu

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *