Provokatif Tapi Efektif dan Edukatif

Ini tentang Vote Komodo. Bukan anti dan bukan pula dukungan, hanya sekedar pemikiran yang lebih dari biasa. Dari info yang saya baca, ongkos per vote adalah satu rupiah, dan malah ada pula yang bilang nol rupiah.

Saya lalu mikir…
Kalau ongkosnya semurah itu, kenapa pemerintah nggak memainkan kekuatannya dengan “memperkosa” para operator, suruh aja mereka bikin program yang bisa mengirim vote SMS otomatis tanpa henti ke pihak penyelenggara.

Saya yakin bahwa tenaga ahli yang dimiliki para operator mampu melakukannya. Mbikin program penyedot pulsa nasabah aja bisa, apalagi kalau cuman bikin gituan.

Meski agak provokatif tapi efektif dan edukatif

28 thoughts on “Provokatif Tapi Efektif dan Edukatif

  1. ah pemerintah kan terlalu sibuk urusan dalam negri yang lain, sehingga tidak ada waktu untuk ngurusin macem2 😀

    [Reply]

  2. betul kata mbak Imelda,,ada banyak hal yang mesti dilakukan pemerintah, dari pada buat yang seperti ini..

    tapi idenya mantap juga mas..tidak kepikiran saya..

    [Reply]

  3. Kalau nggak salah dana untuk promosi pulau komodo ini untuk menjadi salah satu dari keajaiban dunia tidak ada anggarannya pada pemerintah.

    Saya rasa kalau ada anggaran juga secara tidak langsung rakyat juga yang dirugikan karena membiayai lagi rapat anggaran DPR yang tidak murah itu, mending kita bayar saja Rp.1 langsung daripada hak-hak kita sebagai warga disunat lagi. 😀

    [Reply]

  4. tentang “nyedot pulsa”nya itu lho yang bikin aku nyengir karena pernah ngalamin… 😀
    **bikin vote tentang sedot menyedot pulsa ini aku pasti vote 1000x 😀

    [Reply]

  5. Benar Pak Mars, namun tidak seportif dan sangat mempertaruhkan integritas bangsa. Semoga suatu harapan tidak akan pernah sirna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di dalam kehidupan bangsa ini. Karena negara ini hanya dapat meraih kemerdekaan dengan semangat integritas yang besar demi kecintaannya terhadap tanah air.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    [Reply]

  6. jangan bebani pemerintah dengan urusan sepele gini dong pak’e 😀
    sebagai rakyat kita harus memahami bahwasanya urusan pemerintah itu sudah overload … xixiix

    [Reply]

  7. Benar sekali Pak Dhe saya juga setuju, seperti pengalaman saya yang menurut saya juga bisa dilakukan tapi bagi pihak mereka tidak mau dengan alasan tidak dapat. Baru-baru ini pernah simcard hand phone terblokir akibat masa tenggang yang habis, lalu aku ke tempat gerai untuk mengaktifkan lagi tapi katanya nggak bisa, tapi kalau migrasi ke produk mereka yang lain (mungkin yang sedikit peminatnya ya…) dapat. Nah ini permainan apalagi, mosok cuma aktifasi simcard aja nggak bisa….tanda tanya sangat besar sekali…..

    [Reply]

  8. Kita lihat saja Pak Mar bagaimana hasilnya nanti. Kita lihat dengan sms yang semurah itu kira2 berapa rakyat Indonesia yang ikut vote, kalau ternyata jumlahnya lebih kecil dari pemilik simcard berarti perlu dipertanyakan nasionalisme masyarakat Indonesia.

    [Reply]

  9. Kabare (yang saya tau) ada empat operator selular yang memberikan SMS gratis untuk vote ini Pak, tapi saya sampai saat ini belum memberikan vote.

    [Reply]

  10. memang atau kalah mungkin juga tak merubah apapun pak, sama sama kurang terurusnya, api yo tetep bingung pak…

    [Reply]

  11. Iya juga ya Pak, salah dua yang bisa dimanfaatkan untuk mendulang vote,
    # kalau yang dari rakyatnya, biar ada “rasa” memiliki komodonya juga kali Pak 🙂

    [Reply]

  12. wkwkwk
    yah skalian vote n untuk nyolong plsa kalii

    klo bsa jangan cma VOTE doank! Komodo BUTUH RUMAH TINGGAL YANG LAYAK, liad aja populasinya aja mkin berkurang, ckckck
    lma2 punah dah

    klo smapt berkunjung gan!

    [Reply]

  13. Wah, pikiran yang sungguh-sungguh out of the box itu, Pak.
    Benar sekali, kalu untuk colong pulsa aja bisa buat programnya, masa untuk Vote Komodo tidak bisa? Jangankan 100 juta SMS, 100 milyar SMS pun bisa kalo pake cara ini.

    Hidup punya Pak Mars! Lho? 😀


    Tinggal nunggu pemerintah, mau apa enggak

    [Reply]

  14. Biar semua masyarakan terlibat dan peduli kali, Pak’e. Nanti kalo apa-apa yang bikin pemerintah dan diselesaikan pemerintah, masyarakatnya jadi ndak tau apa-apa dong 😀

    (ndelik sik ah…)

    [Reply]

  15. seandainya semua tau, semua ini hanya permainan mereka. kita aja yg mudah terprovokasi. 😉

    [Reply]

  16. Sejak awal saya nggak suka program ini. Waktu saya tulis di blog http://www.agussiswoyo.net banyak yang bilang saya nggak nasionalis karena tidak mendukung pulau komodo jadi new 7 wonder.

    well, apakah nasionalisme bisa diukur dari sms senilai 1 rupiah? absurd banget.


    Setuju sekali Mas…
    Nasionalisme nggak dangkal

    [Reply]

  17. Nah kok ngajari curang??!!! tapi terlepas dari semuanya, mungkin saja sistem yg mengelola vote bisa mendeteksi vote otomatis….

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *