Proyek Gagal

Yang namanya proyek gagal nggak melulu dialami oleh perusahaan saja. Tulisan dalam blogpun bisa menjadi proyek gagal. Untuk tulisan umum (bukan opini), ada 3 parameter yang saya jadikan tolok ukur untuk mengatakan tulisan saya sukses apa gagal.

Pertama adalah jumlah komentar. Makin banyak respon berarti makin sukses. Kedua resistensi yang ditimbulkan. Semakin banyak ekses dan polemik, apalagi ada yang nggak berkenan berarti gagal. Dan yang ketiga adalah daya serap pembacanya. Makin banyak yang nggak paham, berarti proyek gagal.

Meski tidak saya perlihatkan, tapi saya sangat sedih manakala ada sahabat yang tersinggung atau nggak berkenan dengan isi tulisan saya. Saya sudah berusaha hati2 dan selalu berpikir ulang sebelum menerbitkan tulisan, tapi kadang masih tersandung juga.

Saya juga sedih kalau ada yang bertanya: “Ini maksudnya apa sich?“. Saya tidak menyalahkan yang bertanya, karena mungkin saja memang tulisan saya yang nggak jelas. Ternyata sesuatu yang menurut kacamata saya cukup jelas, orang lain tak selalu paham maksudnya

Semoga tulisan ini tidak menjadi Proyek Gagal

Catatan :
Kriteria tersebut hanyalah versi saya dan hanya tentang tulisan saya. Orang lain tentu punya batasan sendiri2. Beda pendapat itu kadang diperlukan.

59 thoughts on “Proyek Gagal

  1. oh jadi gitu ya pakde maknyusnya proyek gagal…
    jadi kalo bilang “nice info” de el el, itu paramtere proyek gagal.
    untung deh kalo gitu
    btw,

    nice info 😀

    [Reply]

  2. Bila jumlah komentar yang dijadikan indikator, maka secara tak langsung pak Mars mengumumkan bahwa blog ini termasuk proyek sukses…

    *piss pak, lama ga maen ke sini..*

    [Reply]

  3. Wah..begitu yah…

    ada benarnya sih, tapi kalau blog itu dilihat sebagai sebuah proyek kan Om?

    [Reply]

  4. Bukan cuma artikelnya bro, komentar juga ada yang bisa disebut proyek komentar yang gagal… seperti nice info, pertamax, dan sejenisnya… menurut saya itu proyek yang gagal (nulis komentar hanya sekedar mengharapkan kunjungan balik)

    [Reply]

  5. katanya kegagalan awal dari kesuksesan..jadi maju terus yukk…saling menyemangatkan. 8)

    [Reply]

  6. Benar mas, apa yang kita pikirkan belum tentu sama dengan yang dipikirkan orang lain.

    ” Tutup kontesnya kapan pakde ? “, itu salah satu contohnya, walaupun di artikel sudah jelas, terang trawoco, cetho terwelo-welo.

    atau ” Saya boleh ikut pakde ?”, beuh (niru Oyen)

    salam hangat dari Jombang

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *