Home > Realita > Racun Itu Bernama Kemudahan

Racun Itu Bernama Kemudahan

August 28th, 2013 Leave a comment Go to comments

Kemudahan memang bisa membawa kesenangan, tetapi bisa juga berpotensi datangkan kesengsaraan. Ada banyak contoh tentang kemudahan yang meracuni bahkan berujung dengan tragedi, apalagi jika kemudahan itu berkaitan dengan kebijakan.

Kemudahan dalam memperoleh ijin usaha adalah salah satu contohnya. Mudahnya mendapatkan ijin penebangan hutan dan penambangan punya andil yang cukup besar terhadap kerusakan lingkungan, mudahnya mendirikan mal menghancurkan pasar tradisional.

Masih banyak kemudahan lain yang apabila dibiarkan liar akan berubah menjadi racun. Kemudahan komunikasi memuluskan pengusaha menyuap aparatur negara, prostitusi ada di ujung jari dan ujian nasional dijadikan ajang jualan kunci.

Yang salah sich bukan “kemudahannya”, tapi orang yang memperoleh kemudahan itu yang telah menyalahgunakannya.

~ Grazie ~
Categories: Realita
  1. August 28th, 2013 at 09:28 | #1

    Kesenangan dan kesengsaraan memang bersahabat erat apalagi kalau sudah menyangkut kemudahan

    Kemudahan yang dibikin oleh pengambil kebijakan seringnya menyiksa banyak orang Mbak

    [Reply]

  2. August 28th, 2013 at 10:26 | #2

    semua orang membutuhkan kemudahan, namun bagaimana kita dapat mempertanggung jawabkan kemudahan tersebut agar tidak menjadi racun bagi orang lain

    Nah ini yang harus selalu kita ingat

    [Reply]

  3. August 28th, 2013 at 10:29 | #3

    semoga saya tidak termasuk orang yang menyalahgunakan kemudahan itu pak
    amin 😀

    Semoga saya juga tidak 😀

    [Reply]

  4. August 28th, 2013 at 11:09 | #4

    Tidak salah juga kalau “Madu itu bernama Kemudahan” Pak…ya khan…tergantung yang mempergunakannya. Yang jelas kita semua selalu berdoa untuk dimudahkan urusan kita.

    Iya Mas.
    Itulah makanya di awal postingan saya tulis “Kemudahan memang bisa membawa kesenangan, tetapi bisa juga berpotensi datangkan kesengsaraan.”
    Bisa jadi madu, tapi bisa juga jadi racun

    [Reply]

  5. August 28th, 2013 at 11:16 | #5

    Dalam berdoa kita sering minta kemudahan. Sayangnya… kita suka lupa meminta kekuatan, termasuk kekuatan dalam membina kemudahan.

    Sepanjang kemudahan yang kita dapat tidak merugikan orang lain, maka kemudahan itu adalah anugrah. Tapi kalau ada pihak yang dirugikan, maka itu namanya musibah Bu

    [Reply]

  6. August 28th, 2013 at 11:44 | #6

    Sedih pak bila melihat hutan dan kekeyaan alam semakin tipis, hingga hewan-hewan masuk ke wilayah pemukiman karena sudah tersudut

    Iya Mas…
    Hewan itu mati pelan-pelan…

    [Reply]

  7. August 28th, 2013 at 13:06 | #7

    berharap selalu mendapat kemudahan untuk kebaikan

    AKu yo melu ngarep-arep Mas

    [Reply]

  8. August 28th, 2013 at 13:32 | #8

    mudah mudahan yang mendapat kemudahan menebang hutan itu mendapat kemudahan kelak saat dipertanggung jawabkan,kemudahan menjawab yang jujur 😀

    Gara2 pembalakan hutan, bikin hutan tak harum lagi 😀

    [Reply]

  9. August 28th, 2013 at 13:53 | #9

    Mudah-mudahan kita bisa menjadi orang yang amanah ya Pak, walau pun sekarang sudah rentan nilai suatu amanah. Amiiin,,,,,

    Salam wisata

    Amin…

    [Reply]

  10. August 28th, 2013 at 15:54 | #10

    Semoga saya selalu diberi kemudahan yang membawa nikmat tanpa diikuti sengsara. Amien.

    Amin…

    [Reply]

  11. August 28th, 2013 at 15:57 | #11

    kemudahan … membuat orang malas …

    🙂

    Salam saya Pak Mars

    Kalau nggak bijak memang begitu Om…
    Termasuk bayar rekening secara online, orang jadi jarang ke Telkom atau PLN

    [Reply]

  12. August 28th, 2013 at 16:22 | #12

    Sebuah realita pahit Pakdhe Om….
    Segala kemudahan itu sebenarnya hanya memicu kemalasan dan pembodohan…orang jadi malas usaha keras, malas mikir keras…
    Naudzubillah semoga kita dijauhkan dari kemalasan..

    Keseringan “dipijit” juga berpotensi malas lho 😀

    [Reply]

  13. August 28th, 2013 at 18:02 | #13

    kemudahan memiliki sepeda motor dan mobil dg sistem kredit yg murah juga bisa mencemari udara karena polusi. Juga macet. Untungnya bisnis vectorku gak mengenal sistem kredit, walaupun vectoranku gak mencemari apa apa :))

    Tapi vector bisa ngrusak ekosistem karena menghilangkan bitmap yang merupakan mata rantai dunia image

    [Reply]

  14. August 28th, 2013 at 19:54 | #14

    kemudahan yang seperti racun harus diobati dengan kesusahan 😀

    Hahahaha
    Iya, harus diobati pakai “kesulitan”

    [Reply]

  15. August 28th, 2013 at 21:25 | #15

    kalau gitu kembali ke pepatah lama, “kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah?”

    Ini yang sering dipakai oleh petugas layanan publik kita

    [Reply]

  16. August 30th, 2013 at 15:07 | #16

    Saya dapat kemudahan kalau ngurus SIM saja mas, soalnya mantan anakbuah punya kakak di bagian SIM
    Salam hangat dari Surabaya

    Saya juga Dhe. Polisinya pernah saya ajar saat SMA 😀

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~