Rahasia Dibalik Kaleng

Siapa sangka disebalik bekas kaleng roti itu tersimpan sesuatu yang berhubungan dengan kelancaran update blog ini. Tanpa itu dapat dipastikan jalannya roda kehidupan blog ini akan tersendat. Di kaleng itu tersimpan aneka makanan ringan yang serba kriuk-kriuk antara lain kripik (pisang, singkong dan sukun), kacang atom dan krupuk acir. Mau beli yang kemasan belum mampu, akhirnya pakai yang bisa diisi ulang ajah. Murah meriah yang penting nggak bikin muntah!.

Kenapa musti yang kriuk-kriuk?
Pilihan jatuh ke jenis yang renyah seperti itu karena kalau dimakan nggak cepet kenyang dan sekaligus bisa menghilangkan rasa kantuk. Kata ahli anatomi manusia, dengan pergerakan rahang yang kontinyu, akan merangsang saraf untuk aktif.

Kaleng ajaib itu selalu ready di dekat saya selama beraktivitas ngeblog dirumah. Di ruang kerja, di teras rumah, dikamar tidur dan dimanapun saya berada di seputar rumah, Si Kaleng slalu saya ewer2. Begitu isinya menipis, istri saya cepat2 mengisi ulang lagi.

Ya…
Kelebihan dari Si Kaleng adalah mudah di refill. Cassingnya boleh bergambar roti luar negeri, tapi isinya tetap produk negeri sendiri. Pernah juga pakai kaleng bekas produk lokal tapi ternyata mudah berkarat karena terbuat dari bahan daur ulang. Sangat beda dengan kaleng yang saya pakai saat ini, meski tidak beli sendiri tapi bahannya full alumunium… 😀

Nggak cuman satu kaleng tapi ada tiga. Hal ini diperlukan karena kedua anak saya juga punya kebiasaan yang sama, sambil di depan laptop sambil ngemil kriuk-kriuk
(untuk saat ini dua kaleng dalam posisi deactive karena anak saya kos di luar kota).

62 thoughts on “Rahasia Dibalik Kaleng

  1. nek aq ngemile sego. brati ga tau ndekem karo nggowo blek roti.
    nek luwe titik, yo maem, hehe..

    [Reply]

  2. Saya… saya… *acungkan tangan*
    Paling suka makan kripik singkong sambil ngeblog
    Tapi cemilan lain tak saya tolak, makanya ndutz nih :mrgreen:

    [Reply]

  3. kripik acir apa ku’i pak, nang ndeso aku ora ene’

    makanan khas kendal apa? 😀 😀

    [Reply]

  4. ngeblog sambil ngemil emang asyik pak… ndak terasa… apalagi ngemil krupuk tahu-tahu keyboardnya sudah belepotan minyak goreng hahahaha…. 😀

    [Reply]

  5. Ha ha ha..kita memang sehati mas. Saya juga baru saja meluncurkan kriuk-kriuk karena tadi pagi saya membeli kriuk-kriuk seharga 5 ribu. Karena Ipung lagi mandi maka saya yang turun beli kriuk2. Saya pilih yang agak gosong dan digoreng pake minyak second hand alias jlantah ha ha ha. Asyik. Tapi saya gak pernah ewer2 kaleng krupuk. Jadi makan krupuk untuk teman sayur lodeh, nasi goreng, rawin atau rujak cingur.
    Salam kriuk2 dari BintangSatu.

    [Reply]

  6. Very nice info.It is very interesting article and quite impressive and more informative.very useful and informative blog and every body must visit this blog.Thanks.Keep blogging.

    [Reply]

  7. Saya juga sealu sedia kriuk-kriuk lokal yaitu krupuk ucel yang uenak,urah dan gurih.
    Salam hangat dari Surabaya


    Kriuk2 bikin nambah selera Dhe…

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *