Rangking Kelas

Jika terkait dengan seleksi ataupun kejuaraan, peringkat atau rangking mutlak adanya. Tapi untuk rapor, keberadaan rangking sudah sejak lama dihapus karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Menurut pakar psikologi malah termasuk “kekerasan pada anak“.

Diakui atau tidak, yang namanya rangking itu pasti mengandung aroma persaingan. Kalau ada yang bilang persaingan sehat, itu perlu dipertanyakan karena persaingan sehat itu hampir tak pernah ada. Persaingan tetaplah persaingan, nggak sehatnya jauh lebih besar ketimbang sehatnya.

Alasan lain kenapa rangking dihapus dari format rapor adalah karena rangking berpeluang mengecoh perhitungan statistik. Peringkat I disebuah kelas belum tentu lebih baik dibanding peringkat V dikelas lain. Apalagi antar sekolah, rangking kelas tak bisa dijadikan pedoman.

Tapi yang namanya mengubah paradigma bukan persoalan mudah. Masih banyak orang tua yang kepingin tau rangking anaknya. Parahnya lagi, ada perguruan tinggi yang mensyaratkan rangking kelas pada saat pendaftaran mahasiswa baru.

Dengan tulisan ini mudah2an tak ada lagi orang tua yang mempermasalahkan apalagi menyalahkan anak hanya gara2 tidak dapat rangking. Sudah bukan jamannya lagi kita membandingkan tingkat kepandaian dengan melihat rangking. Tolok ukurnya adalah kemampuan atau kompetensi.

Tulisan ini dimaksudkan sebagai informasi, karena sebentar lagi akan ada kenaikan kelas yang ditandai dengan pembagian rapor. Entah dapat rangking keberapapun, itu bukan masalah. Yang lebih penting adalah kompetensinya tercapai. Belajar di kelas bukanlah perlombaan.

Buang jauh2 pertanyaan :
Putranya rangking berapa Bu?” atau “Kamu dapat rangking berapa Nak?“.
Untuk mengetahui prestasi, pembandingnya bukanlah rangking kelas melainkan Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM.

48 thoughts on “Rangking Kelas

  1. seLamat pagi, Pak Mars..
    jumpa lagi dengan saya πŸ˜€


    Selamat Pagi Mas…
    Jarang keliatan, sekalinya muncul langsung pertamax

    [Reply]

    LJ Reply:

    β€œKamu dapat rangking berapa Nak?β€œ

    [Reply]

    Hari Mulya Reply:

    rangking 3 Mak,
    coba deh tanya gugeL, harimulya.com itu rangking berapa, pasti ketemunya 3 πŸ˜€


    Rangking 3 dari berapa siswa?

    [Reply]

    ririe Reply:

    Saya rangking dua ..hehehee…


    Top markotop

  2. Jadi inget, waktu jaman Nay sekolah gak pernah dapet rangking.. Gpp nyang penting sekarang udeh lulus dengan hasil murni πŸ™‚


    Saya juga nggak pernah dapat rangking Mbak

    [Reply]

  3. dibeberapa sekolah tidak mencantumkan rangking loh pak


    Harusnya malah semua sekolah nggak boleh mencantumkan rangking Mbak

    [Reply]

  4. iya pakde..sempat juga bertanya2 kenapa tidak ada tulisan rangkingnya di rapor, tapi ternyata hanya diumumkan scr lisan di kelas.
    Paradigma dapat peringkat berdasarkan prestasi nilai rapornya, smg bisa dijadikan salah satu acuan menilai dan membenahi kompetensi siswa. 8)


    Diumumkan lisan itu biasanya karena atas permintaan orang tua

    [Reply]

  5. sebenarnya ndak salah juga sih dibuat ranking-rankingan, soalnya untuk memberi motivasi pada anak-anak sekolah untuk mengejar prestasi mereka. namun bagi orang tua jangan terlalu memaksakan atau memberikan hukuman kepada anak-anak yang tidak mencapai peringkat teratas, namun tetap berikan nasihat dan dorongan kepada mereka agar lebih giat lagi dalam belajar.


    Untuk anak2, dengan adanya rangking lebih banyak yang terbebani ketimbang mendapat semangat bersaing

    [Reply]

  6. yang penting anak bisa mengikuti pelajaran di kelas dan naik kelasnya lancar,
    njih to pak…hehehee


    Nah seperti itulah yang semestinya Mbak

    [Reply]

  7. syukur deh akhirnya sudah tidak ada ranking lagi… betul sekali tuh… ranking membuat anak anak stress dan orang tua keblinger… πŸ™‚


    Rangking yg hanya diukur dari angka2 pastinya sangat subyektif dan cenderung mengabaikan aspek lainnya

    [Reply]

  8. ada baik buruk nya jika rangking di tak adakan !! baik nya murid2 tidak stres lgi tapi buruk nya akan berkurang persaingan antar murid.


    Dengan adanya rangking kelas tampaknya dampak semangatnya juga nggak signifikan amat. Dampak buruknya lebih besar

    [Reply]

  9. Ketika istri saya dulu mengajar di sebuah sekolah di Pekanbaru, Riau, ia dan kawan-kawan gurunya sepakat untuk meniadakan ranking kelas. Alasan mereka, setiap anak adalah “juara” di bidangnya masing-masing. Oleh karenanya, di setiap penerimaan rapor, mereka memberikan piagam penghargaan kepada setiap anak dengan isi yg berbeda-beda pada masing-masing anak. Sebagai contoh; Fulan, terbaik membuat prakarya, atau Fulanatun, tertinggi nilai matematika, dst..
    Intinya, setiap anak adalah terbaik..
    Alhamdulillah, solusi tersebut cukup banyak memberi dampak positif


    Dan saat ini sudah diakomodir oleh pengambil keputusan Da…
    Meski agak terlambat tapi paling tidak pemerintah telah menyadari lalu membuat regulasi baru yaitu meniadakan peringkat

    [Reply]

  10. β€œPutranya rangking berapa Bu?”

    “what, hare gene masih tanya rangking, kenapa nggak nanya jumlah follower nya”
    [tante sosialita] πŸ™‚


    PageRanknya berapa?

    [Reply]

  11. Rangking perlu untuk menyatakan siapa yang lulus ketika pendaftaran masuk tentara karena ada alokasi berapa yang bisa diterima pada tahun ajaran/akademik tsb.
    Selisih nilai test 0,00 sekian menjadi penting untuk menentukan rangking.
    Jika yang diambil hanya 100 maka rangking 101 ya pulang kampung.

    Salam hangat dari Surabaya


    Kalau untuk seleksi memang harus di rangking Dhe…
    Karena pakai kuota.
    Tapi kalau kenaikan kelas kan nggak ada kuota.
    Naik / tidaknya siswa bukan karena rangking tapi karena nilai

    [Reply]

  12. ranking di sekolah indonesia secara umum, bagi saya dan menurut saya hanya salah satu indikator kecerdasan otak kiri saja, padahal jenis kcerdasan anak/siswa itu buanyak sekali


    Dan secara umum pula, dengan adanya rangking menjadikan murid yang tertekan jauh lebih banyak ketimbang yang senang

    [Reply]

    arif Reply:

    ada benarnya. meskipun dulu di sekolah saya cukup sering dapat ranking, tapi setelah mahasiswa dan dewasa, terbukalah pikiran saya bahwa yg namanya sekolah di Indonesia masih terlalu berparadigma menekankan otak kiri, sebab banyak teman2 saya yg dulu dilihat dari sisi ranking sekolah “biasa saja”, tapi setelah dewasa mereka tetap bisa “luar biasa”..selamat hari jumat πŸ™‚


    Kalau tolok ukurnya rangking, peningkatannya nggak jelas.
    Dari rangking 4 ke rangking 3 belum tentu bisa disebut meningkat.
    Sangat beda jika lihat nilai.
    Jika rata2 semula 8 lalu semester berikutnya rata2nya 8,2 maka semua pasti sepakat itu ada peningkatan

    [Reply]

  13. pantesan rapor keponakan saya gk ada rangking nya, padahal pinter, baru tahu sya mas, terima kasih telah berbagi informasi


    Kepandaian tak bisa diukur dari rangking…
    Rangkingnya 1 tapi kalau nilainya jelek, lebih baik rangking 10 tapi nilainya bagus.

    [Reply]

  14. Betul sekali itu pak Mars.
    Nggak enak banget kalau harus dibanding-bandingkan. Soalnya ane dari SD berada di tingkat bawah terus.


    Apalagi untuk anak SD, mentalnya masih belum kuat untuk melihat kenyataan manakala rangkingnya gak bagus. Anak merasa nggak bisa menyenangkan hati ortunya

    [Reply]

  15. Di sini ngga ada loh sistem ranking…. wong raport SD aja kolom penilaian cuma 3: Sedikit lagi, bisa dan menguasai


    Nggak tau juga kenapa dulu di sekolah Indonesia kok ada rangkingnya.
    Tapi meski agak terlambat, sekarang sudah dihilangkan Bu.
    Kemajuan anak sekolah tidak dilihat dari rangkingnya tapi dibandingkan dengan nilai minimal yang harus dicapai

    [Reply]

  16. wah iya ya, aku biyen langganan rengking siji, buktine yo mung ngene ngene tok, hehehe.. setuju sama dihapus rengking, hohoho!!


    Yg penting nilai anak sudah memenuhi syarat…

    [Reply]

  17. O pantesan ya.. di Sekolah anak saya kok nggak ada ranking ranking yang berlaku ya.. kadang bingung juga apa anak saya baik baik saja dibanding teman-temannya atau tidak..


    Untuk mengetahui prestasi atau posisi anak, tidak dilihat dari rangking tapi dibandingkan dengan KKM Mbak

    [Reply]

  18. sebagian orang tua sudah terlanjur mengukur prestasi anak dengan rangking, pak mars? πŸ™‚
    di tempat idah khususnya lho? ^_*


    Iya Mbak…
    Tak mudah mengubah paradigma lama

    [Reply]

  19. Ranking atau rangking sih, Pakdhe?

    Tapi itu hanya soal angka, pendidikan kan enggak selalu soal angka..


    Yang benar sich peringkat πŸ˜€

    [Reply]

  20. ranking itu tetep perlu menurut saya pakdhe
    kalo memang gak dibikin perkelas ada baiknya dibuat persekolah
    karena kita jadi tau sejauh mana prestasi kita di lingkungan sekolah
    baru tau awak kalo udah dihapuskan tak serulah itu


    Dihapus setelah mempertimbangkan pendapat para pakar dan juga mengacu sekolah di luar negeri Mbak…

    [Reply]

    Indah Reply:

    Penilaian dengan rangking itu manajemen pendidikan yang kuno, memberikan motivasi tidak harus dengan rangking, masih banyak cara dapat dilakukan. Dari SD sampai SMP saya dapat rangking terus kalau tidak 1 ya 2 palig apes dapat 3 itupun cuma sekali. tapi saya melihat betapa teman-teman yang tidak mendapat rangking itu dimatikan hak eksistensinya, padahal mereka semua pantas untuk mendapatkan hak diangkat potensi dan eksistensinya. Saat ini saya sebagai pendidik, Semoga tidak ada lagi rangking dimanapun. Karena kita berkewajiban mengangkat siapapun anak didik dan seperti apapun kondisinya, memberinya peningkatan kompetensi, eksistensi, dan yang lebih penting kepercayaan diri. Dan kita dibutuhkan dan membutuhkan mereka semua, siapapun mereka.

    [Reply]

  21. pakdhe komenku mana koq ilang
    nambah lagi ah
    menurutku orang2 yg merasa tdk nyaman dng rengking2an itu biasanya yg nilainya jelek :p


    Iya, tadi ketangkap anti spam Mbak

    [Reply]

  22. Meski sudah tak lagi mengikuti periode kenaikan kelas tetap menikmati gegapnya. Beberapa PT mempergunakan tes model TPA tuk potensi kemampuan mengikuti pendidikan di tahap tsbt. Selamat memantau persiapan laporan akhir pendidikan d sekolah. salam


    Aturan memang ada yang dinamis Bu…
    Disesuaikan dengan perkembangan jaman dan pertimbangan cerdas lainnya

    [Reply]

  23. loh? sekarang sudah dihapus to pak? kemarin waktu saya SD, samapi SMK masih ada, he he he


    Sudah sejak lama dihapus Mas

    [Reply]

  24. di sklh anak2 sy ranking memang tdk di cantumkan.. walopun kita bisa bertanya secara pribadi kepada wali kelas masing2 kira2 anak kita ranking berapa.. Sy termasuk yg suka bertanya ttg ranking, sebetulnya bukan terobsesi untuk mengharuskan ranking tertinggi tapi sebagai salah satu bahan pertimbangan aja.. Dengan usaha belajar anak sy selama ini kira2 dia mendapat peringkat berapa.. Dan bagian2 mana yg harus di pertahankan atau diperbaiki


    Sebatas untuk diketahui orang tua boleh saja Mbak, asal anak tidak dipaksakan mengejar rangking

    [Reply]

  25. jadi ingat waktu dulu saya sekolah pas SLTA pernah dapat ranking 1,2,3 selalu bersaing dengan teman,iya memang disamping ranking kemampuan juga lebih penting,skill juga,pandai tapi tidak punya kemampuan apa gunanya,so saya pikir kedua-duanya adalah penting,semoga akan tercipta generasi yang punya kemampuan dan pandai sebagai penerus negara tercinta Indonesia πŸ˜€


    Mengetahui posisi atau peringkat sich sah2 saja, asal bukan dijadikan target utama

    [Reply]

  26. Semenjak SMP, sistem sekolah saya ngga pernah tuh pake ranking-rankingan πŸ˜€


    Berarti sudah benar Mas

    [Reply]

  27. ooo.. ngunu to, berarti sesok aku gak takon Tole maning, “rangking piro Le?”… hayo ra mungkin oleh rangking, hawong Tole rung gelem sekolah je πŸ™

    [Reply]

  28. Bener pakde, belajar di kelas bukanlah perlombaan, tapi mengembangkan potensi diri, jangan dipaksakan ya pakde, memang belum pengumuman kelulusan, tapi putri saya udah lulus TPA di SMPN1, jadi ngak susah-susah untuk nego lagi heeee


    KAlau targetnya rangking, anak akan tambah berat bebannya. Meski sudah berusaha dan nilainya bagus, bisa saja seakan sia2 gara2 nggak dapat rangking.
    Kalau mentarget anak sebaiknya berpatokan nilai…
    Misalnya rata2 saat ini 8, maka semester berikutnya ditarget jadi 8,5

    [Reply]

  29. setuju saya, kalo pake rangking malah kayaknya bikin anak jadi kurang semangat. dulu saya juga gitu, kalo udah mau bagi rapor selalu bilang “halah, palingan yg rangking dia lagi..”


    Kalau hanya melihat rangking, bisa terkecoh manakala lingkungan anak kita kebetulan dapat yg tingkat rendah…

    [Reply]

    Ardy Pratama Reply:

    betul betul betul..


    Betul juga

    [Reply]

  30. Anak saya masih TK besar pak, gimana cara mengetahui KKM nya, kayaknya diraport nggak ada…?


    Kalau TK nilainya hanya deskripsi Mas kayaknya…
    Nggak pakai angka

    [Reply]

  31. Kadang saya juga menjadi berpikir, apa rangking itu berhubungan atau saling mempengaruhi dengan prestasi ?. Sebab kalo ngomong prestasi, tentu setiap anak memiliki prestasi sendiri-sendiri. Kalo rangking adalah generalisasi dari pretasi, maka ini masih belum menggambarkan apakah rangking yang di dapat si anak merupakan kemampuan dan prestasi dalam banyak bidang. Yang selama ini dan yang saya ketahui, rangking hanya didasarkan pada nilai angka. Dan apakah angka yang tertulis 10 semua sudah mewakili bahwa anak kita sukses dalam proses dan hasil belajar ?. Saya jawab belum tentu.
    Karena menurut saya yang namanya prestasi itu jika si anak mampu menerapkan apa yang didapat di sekolah dan lembaga pendidikan dalam kesehariannya. Bisa jadi menurut saya, ketika anak mampu mandiri, sopan, melegakan rasa setiap orang yang ditemui, mampu menempatkan diri pada situasi dan kondisi apapun dan seterusnya, maka anak yang seperti ini sudah termasuk anak berprestasi. Itu menurut saya loh Pak. Nah kalo karakter semacam ini sudah dimiliki seorang anak, maka nilai angka di sekolah akan mengikuti, dengan kata lain antara nilai angka dan nilai kepribadian berbanding lurus.
    wallohu’alam


    Rangking kurang berhubungan dengan prestasi Pak…
    Bisa saja rata2 nilainya 7 dapat rangking I manakala siswa2 disitu kemampuannya rendah. Sebaliknya anak yg rata2nya 9 malah nggak dapat rangking, manakala anak yg lain rata2nya diatas itu

    [Reply]

  32. Assalamualaikum, jadi inget waktu jamannya aku sekolah pak.. nice info pak.. Salam kenal


    Salam kenal

    [Reply]

  33. Selama makan bangku sekolah, guru saya tidak pernah memberi ranking kepada muridnya Pak. Padahal saya pribadi pengin tau berapa ranking saya, seperti yang biasa teman-teman rumah gembar-gemborkan kalau pas pembagian rapor. Ternyata itu semua masuk kategori kekerasan pada anak ya Pak, baru tau sekarang..
    Malah ada lho Pak disekolah teman saya nyebutin ranking sampe habis jumlah muridnya, kalau muridnya ada 40 ya ranking 40..


    Sebaiknya pakai target nilai Mbak…
    Jadi yg penting ada peningkatan nilai, bukan rangking

    [Reply]

  34. Belakangan ini saya sama sekali tidak memikirkan ranking Sabila, Pak. Saya sedang merasa sangat-sangat terluka dan kecewa sekali dengan ‘pengakuan’ bapak ibu guru kelas enam yang tidak mungkin saya sebutkan apa isinya di sini, karena saya khawatir kasus Prita akan ada sekuelnya.


    Ketika kita bicara rangking, artinya kita bicara sesuatu yang belum jelas batasnya Bi…
    Misalnya anak kita target masuk rangking 3 besar, trus berapa nilai yg harus diperjuangkan?

    [Reply]

  35. Dalam ekonomi justru persaingan itu dibuat supaya produk masing-masing makin bagus loh pak. Karena yang terbaik yang bertahan, jadi mau nggak mau dalam persaingan setiap pihak harus berjuang sekuat tenaganya. Kalau diterapkan di sekolah bisa seperti itu kan malah bagus.
    Tekanan yang ada emang beda-beda efeknya sih ke orang.


    Lah, ini yang saya maksud kan rangking kelas…
    Jadi amat beda dengan rangking2 yg lain.
    Kalau bersaing dalam perlombaan, seleksi termasuk juga persaingan bisnis, ya peringkat itu harus ada, karena secara filosofi, pihak lain adalah kompetitor πŸ˜€

    [Reply]

  36. Ranking is fake …
    Rangking is killing …

    Ditengah orang yang tdk pintar mungkin ranknya tinggi
    Ditengah orang cumlaude … Rank kita ndlosor pasti

    Salam saya


    Iya Om…
    Rangking bisa menyesatkan

    [Reply]

  37. Aku dulu lulus SMP ujian nasionalnya peringkat 250an dari 400 anak. Eh masuk ke SMAku, NEM SMP buat daftarnya rank 8 dari sekian ratus wkwkwk~


    Weh…
    Siep sekali

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *