Rapor

Ada yang menyebutnya rapot, ada pula yang mengatakan laporan hasil belajar, tapi semua merujuk pada satu obyek berbentuk buku bernama rapor. Isinya tentang kemajuan yang dicapai oleh seorang siswa dalam rentang waktu 1 semester.

Seiring dengan kebutuhan informasi, dalam sebuah rapor ada banyak hal yang ditulis, tapi umumnya orang hanya melihat nilainya saja. Mungkin karena terbiasa dengan model rapor jaman dulu maka info penting lainnya menjadi terabaikan.

Rapor tempo dulu memang cuma berisi nilai saja, tapi rapor sekarang amat beda. Selain identitas dan nilai masih ada banyak hal yaitu

  1. KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
    Ini adalah batas terendah nilai yang harus dicapai. KKM tiap pelajaran berbeda2. Jika belum mencapai KKM, siswa diberi kesempatan remidi
  2. Nilai
    Ada 3 jenis penilaian yaitu kognitif (pengetahuan), psikomotor (praktik) dan afektif (sikap).
    Untuk mata pelajaran tertentu misalnya Matematika dan Geografi tak punya nilai psikomotor
  3. Ketercapaian Kompetensi
    Ini berisi deskripsi ketercapaian yang dicapai siswa. Bab apa saja yang sudah atau belum dikuasai siswa ditulis dengan kalimat operasional
  4. Pengembangan Diri
    Isinya tentang ekstra kurikuler yang diikuti lengkap dengan nilai dan deskripsinya, serta organisasi dan kegiatan yang diikutinya
  5. Akhlak Mulia dan Kepribadian
    Ada 10 aspek yaitu kedisiplinan kebersihan, kesehatan, tanggungjawab, sopan santun, percaya diri, kompetitif, hubungan sosial, kejujuran dan pelaksanaan ibadah ritual
  6. Ketidakhadiran
    Yang ini pasti semua sudah tau yaitu presensi berapa hari siswa sakit, ijin oleh suatu keperluan atau tak masuk tanpa keterangan
  7. Catatan Prestasi
    Halaman ini berisi catatan prestasi siswa selama menjadi siswa di sekolah tersebut, khususnya kejuaraan yang ada bukti fisiknya berupa trophy, sertifikat atau piagam

Dalam satu semester ada sekitar 4 sampai 6 halaman. Bisa dibayangkan betapa repotnya para wali kelas yang masih menggunakan cara manual saat mengisi rapor. Untuk mengatasi masalah tersebut banyak sekolah yang sudah menerapkan sistem komputerisasi pada rapor.

Dengan informasi yang selengkap itu diharapkan para orang tua secara komprehensip tahu perkembangan anaknya selama sekolah.

Untuk siapa saja, baik yang masih sekolah maupun para orang tua, jika baca rapor harusnya secara lengkap, detail dan seksama. Jangan fast reading kayak baca postingan

37 thoughts on “Rapor

  1. Terima kasih Pak Mars. Besok saya akan terima rapor si bungsu..Dan biasanya yg diperhatikan emang nilai dari mata pelajaran doang..Hehehe..gak adil sebetulnya untuk anak ya..


    Semoga Nilainya memuaskan Mbak…

    [Reply]

  2. iya pak sekarang udah pakai KKM dan teman2nya itu …., rapor anak2 udah begitu juga


    Pihak sekolah juga punya kewajiban untuk sosialisasi pada orang tua agar punya pemahaman yang sama

    [Reply]

  3. wah…Pak Mars harusnya bikin program yang bisa bikin cepet Para Guru ngisi Rapor, Atau memang sudah ada pak?….
    Raporan selesai! eh..Laporan celecai…


    Hehehe…
    Pastinya programnya sudah saya buat. Itulah makanya saya sedikit paham karena terpaksa baca isi rapor

    [Reply]

  4. iya beda dengan yang dulu pak, kalo dulu lihat rapor ya langsung nilai2 dan rangkingnya..
    gak ada evaluasinya seperti sekarang.. bagus juga kalau dibikin seperti itu jadi orang tua bisa membaca perkembangan si anak dalam mengikuti proses belajar mengajar dan orang tua juga bisa mengambil tindakan dengan merujuk pada hasil rapor tersebut ya pak..


    Saat ini rangking malah nggak ada Mbak. Kata ahli Ilmu Jiwa Anak, adanya perangkingan termasuk kekerasan psikologi anak

    [Reply]

  5. Harusnya begitu pak Mars. Tapi sampai sekarang masih banyak orang tua yang mengedepankan nilai raport pada mata pelajarannya. Tanpa menghiraukan aspek lainnya.


    Masalahnya nggak cuma orang tua saja yg mengedepankan nilai, tapi di lapangan juga seperti itu. Orang cuma liat ijasah, nggak liat ketrampilan

    [Reply]

  6. Bener sekali, rapor sekarang tebel-tebel… sebagai orang tua tentunya tidak hanya memfokuskan pada penilaian pada mata pelajaran tertentu saja, atau pada aspek tertentu saja… karena semua nya penting.. walau pun ranking 1,2,3 atau berapa pun itu, nilai dari 3 aspek itu penting πŸ˜€


    3 aspek itu memang semuanya penting. Sekarang saatnya semua dikembalikan pada posisi yg semestinya

    [Reply]

  7. Wah..saya baru ngeh dan jadi memikirkan raport anak saya. Terimakasih ya Pak infonya sangat berguna..


    Iya Mbak…
    Kalau dibaca secara benar, butuh waktu lebih dari 5 menit

    [Reply]

  8. Kalau pas SD dulu, teman-teman malah menyebutnya “repot”. Soalnya merepotkan bapak untuk ikut ke sekolah.. πŸ™‚


    Semestinya orang tua jangan merasa ‘repot’ manakala ambil rapor anaknya

    [Reply]

  9. Waaahh,,, sudah lama tak terima raport, hehe… #KangenMasaSekolah


    Ya nanti ambil rapor pacarnya saja Mas

    [Reply]

  10. Saya tidak pernah membicarakan nilai rapor, karena sadar betul nilai yang diberikan bukan semata-mata hasil ulangan semata ada aspek-aspek lain, secara orang tua saya mantan guru dan kakak saya seorang guru. terkecuali ada nilai yang di typex


    Selamat ambil rapor putrinya…

    [Reply]

  11. hahahahahha
    jangan kayak ngebut baca postingan pas BW yak Pak
    hihihihiih

    Selamat hari Senin Pak Mars πŸ™‚


    Iya Mbak…
    Musti pelan2 karena ini menyangkut masa depan anak

    [Reply]

  12. Awalnya saya juga bingung baca rapor Sabila yang sudah menggunakan format baru, Pak. Barulah setelah wali kelasnya menjelaskan, saya bisa membandingkan antara kolom yang satu dengan kolom lainnya. Di sekolahan Sabila rapornya masih diisi manual.


    Pihak sekolah punya kewajiban menjelaskan / sosialisasi pada orang tua Bi…

    [Reply]

  13. idah sekarang sudah tidak menerima rapor, tapi transkip nilai. :lolL
    #curhat.

    masih ada KKM juga koq walaupun sudah tidak skolah.


    Suatu ketika pasti ambil rapor lagi

    [Reply]

    Idah Ceris Reply:

    iyya, pak mars.
    ambil rapor punya anak, kelak. πŸ˜†


    Hehehe

    [Reply]

  14. Malahan ada ortu yang langsung ngelihat ranking-nya saja, Pak πŸ™‚


    Dan kalau anaknya nggak dapat rangking langsung marah2 ya Mbak

    [Reply]

  15. hahahah lengkap yaa om Mars raportannya, niar mah yang mumet kalau raportan yang pake cetak bantuin2 guru2 nya om Mars, pake sistem aplikasi sekolah om ben ndak tulis manual *capek bok tulis tangan* :p


    Di sekolah saya sudah pakai aplikasi…
    (Dan yg bikin pastinya saya)

    [Reply]

  16. saya terbiasa melihat KKMnya baru nilai anaknya Pak, soalnya kalau sudah diatas atau samadengan, yo lumayan, yang penting anaknya jujur, dan mempunyai empati terhadap teman-teman dan lingkunganbnya πŸ˜€


    Nah seperti itulah seharusnya…
    KKM emang harus dilihat lebih dulu agar tau posisi anak.
    Nilai 75 dengan KKM 70 jauh lebih baik ketimbang nilai 80 dan KKM nya juga 80

    [Reply]

  17. rapor toh yg benarnya….bukan rapot, selama ini salah dung nyebutnya…..

    thanks atas pencerahannya pak…


    Sama saja sich
    Mau rapor, rapot atau LHB juga boleh

    [Reply]

  18. Dengan membaca penjelasan bapak jadi dapat mengerti untuk rapor siswa sekolah menengah. yang mana tahun ini anakku akan memasuki sekolah menengah pertama. terimakasih ya Pak.
    Maaf baru bisa meninggalkan jejak di sini Pak. Salam untuk keluarga di sana Pak.

    Sukses selalu
    Salam

    Ejawantah’s Blog


    Kemana saja Pak, kok lama nggak keliatan

    [Reply]

  19. alhamdulilah ya kalo dulu waktu saya masih sekola bellum ada nilai yang merah om mars


    Siep

    [Reply]

  20. saya termasuk yang fast reading bahkan baca rapor sekalipun…
    biasanya lihat ranking, terus lihat ada merahnya apa tidak… terus baru deh yang lain lainnya tidak diperhatikan… heheheheh


    Nah mulai sekarang nggak boleh fast reading lagi

    [Reply]

  21. Trimakasih Pak Mars, nilai menjadi narasi pencapaian siswa tak sekedar peng-angka-an. Menikmati rapor membayangkan kerja keras Ibu Bapak Guru mendeskripsikannya, apresiasi luar biasa. Salam


    Kalau Bu Prih masih ambil rapor putranya apa sudah selesai semua?

    [Reply]

  22. benar juga ya, selama ini aku baca rapat sikakak hanya liat nilai saja, padahaal ada hal yang penting selain nilai. thanks pals


    Iya Pak.
    Ada banyak informasi disana

    [Reply]

  23. kl raport detil gitu org tua juga lebih enak bacanya pak πŸ™‚


    Iya Mbak…
    Ada banyak info yang bisa dipantau oleh orang tua

    [Reply]

  24. inget2 rapot.. rappot aku kemana ya? hihi dulu rapot warna warni pas SMP. bandel banget… item jarang banyakan merah :)) *bego bangga…
    ehssss SMP banyak merah tp pas lulus kuliah nilainya kece

    kunjungan perdana nih πŸ™‚ main balik yaa


    Makasih kunjungannya Mbak

    [Reply]

  25. Adanya Laporan Nilai, bukan Lapotan NIlai.

    Setuju sekali dengan Pak Mars, jangan melihat nilai anak fast reading, kasihan guru yang begitu letih membuat nilai-nilai siswa tersebut, terutama Wali Kelas, padahal nilai-nilai tersebut bertujuan agar orang tua tau bagaimana kondisi anak, baik dari segi penilaian angka, prestasi, akhlak, kehadiran, tanggung jawab dll.

    Sama rumitnya dengan membuat silabus kayanya.

    Selama ikut suami udah gak mbuat nilai siswa lagi pak, semoga segera saya bisa bekerja seperti dulu lagi.

    Salam hangat dari Bumi INTIMUNG – MALINAU


    Kadang semua yang ditulis dalam rapor tak mendapat apresiasi dari orang tua. Malah banyak juga orang tua yg lupa menandatangani rapor anaknya…
    Salam untuk Mbak Lely sekeluarga

    [Reply]

  26. lagi kuatir menunggu pengumuman kelulusan SD-nya ponakan
    akunya kuatir, anaknya cuek ajah.. hedeh.


    Semoga lulus dengan hasil memuaskan

    [Reply]

  27. Sebelum jagi pedagang pasar, saya juga mantan guru lho Pak Mars yang saya tinggalkan sejak tahun 98. Selama 5 tahun bisa merasakan ‘pegel’nya tangan nulis diskripsi nilai angka, untungnya saat itu ndak senjlimet sekarang.
    Mungkin hampir kebanyakan guru sekarang sudah punya laptop, jadi rapor pakai penulisan komputerisasi sudah waktunya. Seperti di sekolah anak saya yang swasta saja sudah pakai komputerisasi sehingga gurunya nggak capek nulis sekian banyak huruf. Yang penting stempel dan tanda tangan asli.
    trus saya kasihan sama matematika dan geografi ya Pak, ndak punya nilai psikomotor hhh. Sugeng enjing, sugeng makaryo


    Sekarang rata2 sudah pakai sistem komputerisasi untuk penulisan rapor Pak…
    Selamat Bekerja juga
    Salam untuk keluarga

    [Reply]

  28. matur suwun infonya pak…
    si genduk terima rapot tgl 2 juni je…:)


    Semoga nilainya memuaskan Mbak

    [Reply]

  29. Rapor saya dulu juga simpel
    selain nilai pelajaran hanya ada budi pekerti, absen doank (sakit, ijin, alpa)
    Salam hangat dari Surabaya


    Rapor saya juga Dhe…
    Pelajarannya juga simpel, nggak terlalu banyak kayak sekarang

    [Reply]

  30. saya juga turut serta mengerjakan rapor, milik ibu saya yg guru smp πŸ˜€


    Enak kalau ada yg mbantu…

    [Reply]

  31. mesakne sing nomer absen keri, tulisane gurune wis koyok cekeran pitik soale wis kesel..


    Hahaha
    Iya.
    Gurune wis loyo

    [Reply]

  32. Anak-anak saya memakai format baru ini pak.

    Salam saya


    Iya Om
    Sekarang formatnya memang seperti itu

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *