Home > Realita > Rekor Made In Indonesia

Rekor Made In Indonesia

September 6th, 2010 Leave a comment Go to comments

Apapun yang buatan Indonesia, biasanya beda dengan produk luar, tak terkecuali urusan rekor. Logikanya, yang namanya rekor itu nggak gampang diraih dan nggak bisa diciptakan sesaat. Pengakuannyapun nggak begitu saja.

Lalu ada apa dengan Rekor Made In Indonesia?
Ini dia yang selalu menggelitik pikiran saya. Kalau rekor lari maraton, kambing dengan berat 1 ton atau manusia dengan jari jempol semua sich oke2 saja. Tapi bagaimana dengan sarung terbesar, bakar jagung terbanyak, sabuk terpanjang dan sejenisnya?.

Kalau menurut saya sich yang gitu2 itu bukan termasuk rekor karena mudah dipecahkan dan tergantung modal. Asal ada dananya, dengan mudah kita bisa bikin sarung terbesar. Coba aja gajinya anggota DPR itu disatukan, dibelanjakan kain lalu dijahit jadi sarung. Pasti akan jadi sarung terbesar. Atau kumpulkan saja orang sebanyak2nya suruh bergandengan tangan dan tiap peserta dibayar sejuta. Pasti akan terbentuk rangkaian orang bergandengan terpanjang se Indonesia.

Memang ini suka2 yang punya lembaga pemberi sertifikat rekor, tapi saya tetap nggak paham manakala rekor diberikan pada sebuah prestasi yang berhubungan langsung dengan anggaran.

Hanya uneg2 nggak penting yang sayang kalau cuman saya pikir dowang. Daripada mengendap, lebih baik saya tulis disini, siapa tau ada yang sependapat dengan saya.

~ Grazie ~
Categories: Realita
  1. Oyen udah kurus
    September 6th, 2010 at 16:52 | #1

    mampir bentar, lagi rapat sampe buka 😀


    iyo…

    [Reply]

  2. Oyen udah kurus
    September 6th, 2010 at 16:53 | #2

    rekor posting tercepet sopo Pak? 😀

    [Reply]

  3. masndol
    September 6th, 2010 at 17:22 | #3

    saya koq merasa sependapat pak 🙂


    Saya juga merasa begitu mas… 😀

    [Reply]

  4. September 6th, 2010 at 17:25 | #4

    betul Pakdhe, kalau masalah banyak-banyakan orang kayak gene indonesia jagonya


    Tinggal nari duwite…

    [Reply]

  5. September 6th, 2010 at 18:42 | #5

    Indonesiakan bangsa yang humoris Pak 😆


    Doktor Humoris causa

    [Reply]

    nDuk Reply:

    Pokoke cinta Indonesialah…


    Cinta Malaysia juga 😉

    [Reply]

  6. September 6th, 2010 at 18:45 | #6

    bener, Pak.. aku 100 persen sependapat.. waLaupun pendapatan qt beda jauh..
    yg ngasih piagam ga sadar kaLo dirinya pakar keLirumologi…


    Makasih atas persetujuannya

    [Reply]

  7. September 6th, 2010 at 18:49 | #7

    pokoke gayeng…


    Gayeng Kiyi

    [Reply]

  8. September 6th, 2010 at 19:06 | #8

    unek2 memang sebaiknya diungapkan.. dari pada dipendam terus ntar jadi jerawat lho…


    Jadi wudun Mas…

    [Reply]

  9. Kakaakin
    September 6th, 2010 at 20:39 | #9

    Yowis lah, Pak… ben ae… *sok njawi* :mrgreen:
    Kasihan juga… mungkin saja yang memegang rekor itu belum pernah memiliki prestasi sekali pun sejak kecil, jadi ya pengen juga mendapat gelar “ter” 😀


    Iya Mbak…
    Biarin ajah… 😀

    [Reply]

  10. nakjaDimande
    September 6th, 2010 at 21:57 | #10

    yang ngeblognya segala bisa kayak dik Mars ini sudah seharusnya masuk MURI, kakak dukung sepenuhnya.


    Makasih kak…
    kak Adel adalah pembina Pramuka yang baik…

    [Reply]

  11. khay
    September 7th, 2010 at 00:20 | #11

    sama, sayapun heran dengan pak Djaya Supranatural, eh suprana…. masak orang makan mie terbanyak ajah masuk rekor MURI. terlalu berlebihan dan mengada-ada menurut saya.

    tapi kembali lagi sama yang punya yayasan, suka2 dialah…. 😀


    Pak Jaya memang Jaya

    [Reply]

  12. TuSuda
    September 7th, 2010 at 04:44 | #12

    Tepatnya bikin rekor baru atau jor-jor an, ya pakde.. ❓


    Jor2an kayaknya…
    Asal ada uang ya bisa…

    [Reply]

  13. budiarnaya
    September 7th, 2010 at 05:12 | #13

    Hanya untuk menaikkan pembuat Rekornya saja, jadi orang berlomba bikin sesuatu, seperti Rekor mie terpanjang, entar yang untuk mienya heeeeee


    Mungkin begitu Bli… 😀

    [Reply]

  14. September 7th, 2010 at 16:08 | #14

    Setuju, Pak!
    Saya kurang suka dengan rekor yang cuma mengandalkan “besar”, “panjang”, “lebar”, dan sebagainya yang bisa dnegan mudah dibuat asalkan punya dana yang cukup. Kenapa tidak memberikan reward ke rekor yang lebih prestatif?

    Saya kira ini ada unsur bisnis dan kong kalikongnya juga, Pak. 😀


    Kayaknya ada tujuan tertentu…
    Bahkan kalau nggak salah pernah juga kampanye dngan jumlah motor terbanyak juga dapat rekor

    [Reply]

  15. September 8th, 2010 at 05:26 | #15

    wis ben ae Pak Guru……………
    bikin hati orang senang khan juga pahala.
    namun, kalau ada rekor utk tulisan yg anti biasa, aku yakin Pak guru dah pasti yang megang rekornya ………… 😀
    salam

    [Reply]

  16. Naruto 509
    September 15th, 2010 at 10:35 | #16

    pembuat rekor adl pejuang sejati..


    Kalau rekornya layak Mas…
    Kalau cuman bikin sarung terbesar ya bukan pejuang, apalagi ada yang mbayar 😀

    [Reply]

  17. Yan
    October 12th, 2010 at 00:25 | #17

    Hhmmmm bingung dah kalo ngomongin itu antara percaya gk percaya dalam hal interfensi orang didalamnya..

    [Reply]

  18. hurtige hjemmesider
    November 3rd, 2010 at 14:23 | #18

    I have wanted to post about something like this on my site and this has given me an idea. Thanks.

    [Reply]

  19. Jelly gamat
    August 3rd, 2011 at 07:43 | #19

    yg pnting bisa membuat rkor mskiopun hanya smntara..

    hhhee

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~