Rekor Made In Indonesia

Apapun yang buatan Indonesia, biasanya beda dengan produk luar, tak terkecuali urusan rekor. Logikanya, yang namanya rekor itu nggak gampang diraih dan nggak bisa diciptakan sesaat. Pengakuannyapun nggak begitu saja.

Lalu ada apa dengan Rekor Made In Indonesia?
Ini dia yang selalu menggelitik pikiran saya. Kalau rekor lari maraton, kambing dengan berat 1 ton atau manusia dengan jari jempol semua sich oke2 saja. Tapi bagaimana dengan sarung terbesar, bakar jagung terbanyak, sabuk terpanjang dan sejenisnya?.

Kalau menurut saya sich yang gitu2 itu bukan termasuk rekor karena mudah dipecahkan dan tergantung modal. Asal ada dananya, dengan mudah kita bisa bikin sarung terbesar. Coba aja gajinya anggota DPR itu disatukan, dibelanjakan kain lalu dijahit jadi sarung. Pasti akan jadi sarung terbesar. Atau kumpulkan saja orang sebanyak2nya suruh bergandengan tangan dan tiap peserta dibayar sejuta. Pasti akan terbentuk rangkaian orang bergandengan terpanjang se Indonesia.

Memang ini suka2 yang punya lembaga pemberi sertifikat rekor, tapi saya tetap nggak paham manakala rekor diberikan pada sebuah prestasi yang berhubungan langsung dengan anggaran.

Hanya uneg2 nggak penting yang sayang kalau cuman saya pikir dowang. Daripada mengendap, lebih baik saya tulis disini, siapa tau ada yang sependapat dengan saya.

20 thoughts on “Rekor Made In Indonesia

  1. Indonesiakan bangsa yang humoris Pak 😆


    Doktor Humoris causa

    [Reply]

    nDuk Reply:

    Pokoke cinta Indonesialah…


    Cinta Malaysia juga 😉

    [Reply]

  2. bener, Pak.. aku 100 persen sependapat.. waLaupun pendapatan qt beda jauh..
    yg ngasih piagam ga sadar kaLo dirinya pakar keLirumologi…


    Makasih atas persetujuannya

    [Reply]

  3. Yowis lah, Pak… ben ae… *sok njawi* :mrgreen:
    Kasihan juga… mungkin saja yang memegang rekor itu belum pernah memiliki prestasi sekali pun sejak kecil, jadi ya pengen juga mendapat gelar “ter” 😀


    Iya Mbak…
    Biarin ajah… 😀

    [Reply]

  4. yang ngeblognya segala bisa kayak dik Mars ini sudah seharusnya masuk MURI, kakak dukung sepenuhnya.


    Makasih kak…
    kak Adel adalah pembina Pramuka yang baik…

    [Reply]

  5. sama, sayapun heran dengan pak Djaya Supranatural, eh suprana…. masak orang makan mie terbanyak ajah masuk rekor MURI. terlalu berlebihan dan mengada-ada menurut saya.

    tapi kembali lagi sama yang punya yayasan, suka2 dialah…. 😀


    Pak Jaya memang Jaya

    [Reply]

  6. Tepatnya bikin rekor baru atau jor-jor an, ya pakde.. ❓


    Jor2an kayaknya…
    Asal ada uang ya bisa…

    [Reply]

  7. Hanya untuk menaikkan pembuat Rekornya saja, jadi orang berlomba bikin sesuatu, seperti Rekor mie terpanjang, entar yang untuk mienya heeeeee


    Mungkin begitu Bli… 😀

    [Reply]

  8. Setuju, Pak!
    Saya kurang suka dengan rekor yang cuma mengandalkan “besar”, “panjang”, “lebar”, dan sebagainya yang bisa dnegan mudah dibuat asalkan punya dana yang cukup. Kenapa tidak memberikan reward ke rekor yang lebih prestatif?

    Saya kira ini ada unsur bisnis dan kong kalikongnya juga, Pak. 😀


    Kayaknya ada tujuan tertentu…
    Bahkan kalau nggak salah pernah juga kampanye dngan jumlah motor terbanyak juga dapat rekor

    [Reply]

  9. wis ben ae Pak Guru……………
    bikin hati orang senang khan juga pahala.
    namun, kalau ada rekor utk tulisan yg anti biasa, aku yakin Pak guru dah pasti yang megang rekornya ………… 😀
    salam

    [Reply]

  10. pembuat rekor adl pejuang sejati..


    Kalau rekornya layak Mas…
    Kalau cuman bikin sarung terbesar ya bukan pejuang, apalagi ada yang mbayar 😀

    [Reply]

  11. Hhmmmm bingung dah kalo ngomongin itu antara percaya gk percaya dalam hal interfensi orang didalamnya..

    [Reply]

  12. I have wanted to post about something like this on my site and this has given me an idea. Thanks.

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *