Sampah Digital

Sesuatu yang diperoleh dengan cara mudah dan biaya murah biasanya cepat berubah menjadi sampah. Memang tidak semuanya begitu, tapi yang saya ketahui hampir semua seperti itu.

Contoh yang gampang misalnya email. Berapa yang sudah kita buat dan berapa yang disia2kan?. Itulah yang saya sebut dengan sampah digital. Knapa kita bikin banyak email kalau satu atau dua saja sudah cukup?. Alasannya pasti ya karena mudah dan murah tadi itu.

Contoh lain tentu saja blog. Berapa blog yang pernah kita bikin?. Lebih dari dua kan?. Trus yang sehat dan terawat ada berapa?. Tidak teringkari lagi, blog yang mangkrak itu pastinya jadi sampah digital, dan kita menjadi salah satu orang yang ikut memproduksi sampah itu.

Bisa kita bayangkan apa yang terjadi andai telpon dan internet digratiskan. Berapa waktu yang habis kurang bermanfaat karena sebagian orang akan asyik menelpon dan main internet. Di tempat umum pasti makin banyak orang yang pegang HP, twitteran dan facebookan.

Saya jadi ingat tulisan sahabat tentang kebiasaan orang makan di acara makan gratis. Mereka ambil makanan lalu dimakan sedikit, belum habis sudah ganti menu lain dan sisanya dibiarkan begitu saja. Ketika acara selesai akan nampak sisa makanan tercecer. Knapa?. Pasti karena gratis.

Amat beda situasinya kalau makan di warung atau restoran. Karena mbayar, maka orang berusaha menghabiskan makanan yang sudah dipesan, dan menunyapun tidak dobel2. Kalau sudah makan jenis tertentu, pastinya nggak ditinggal trus ganti menu lain.

Berapa banyak file yang pernah kita download tapi nggak pernah kita sentuh. Ada file MP3, software gratisan, e-book dll. Semua tersimpan rapi di hardisk kita, menjadi sampah digital.

Sampah digital memang bukan sampah biasa yang kotor dan bau. Tapi justru karena nggak nampak kotor dan bau itulah maka kita tak menyadari bahwa disekitar kita terdapat sampah terselubung yang menggunung.

65 thoughts on “Sampah Digital

  1. teringat dengan kata-kata mas Agoes Widodo, si anak nakal dari nganjuk
    Saya banyak menumpuk sampah pak! Mau saya bukukan buat museum sampah bagus kali ya


    Sekarang Mas Agusnya malah ngilang entah kemana 😀

    [Reply]

  2. setuju pak, seringkali kita lupa kalau sebenarnya kita adalah salah satu yang bikin sampah digital itu


    Termasuk saya juga Mas

    [Reply]

  3. wah kayaknya suamiku harus baca postingan ini nech…soale blognya bejibun heheheh……


    Bejibun tapi kalau terawat ya jangan dibersihkan Mbak…
    Ini kan yg bejibun tapi dianggurkan 😀

    [Reply]

  4. Untung blog cuman 1, email ada beberapa, tapi yg gratisan cuman 2 😀


    Kalau saya lebih dari satu, karena diberi hadiah dari orang

    [Reply]

  5. Jadi inget ada ratusan ebook yang didownlod tapi baru belasan yang dibaca.


    Berarti sekaranglah mulai dicicil Bi…
    Musti dibaca2

    [Reply]

  6. Untung sampah yang ini kaga bau yah.. xixixixixix
    memang gratis bkin lupa


    Kalau ini sich bukan soal gratis apa enggaknya Mas…
    Yg berbayar tapi setahun langsung tutup ya banyak sekali…

    [Reply]

  7. Jadi saya menumpuk samapah dong selama ini…
    ngopas resep2 masakan, tapi jarang diuji coba. Dunlut e-book, sampe sekarang belum dibaca2 juga… 🙁


    Harus segera dibaca Mbak…

    [Reply]

  8. wah… saya juga sudah banyak mengoleksi sampah digital rupa2nya…
    banyak download tapi tidak dimanfaatkan…

    memang kalo masalah gratisan, orang2 cenderung untuk seenaknya dan tidak hati2…


    Saatnya dimanfaatkan Mas

    [Reply]

  9. he he.. jaman dulu bikin e-mail account susah banget, pak.. tapi tetep aja jadi sampah karena susahnya koneksi, masih sedikit yg punya e-mail so jarang online sehingga lupa password sendiri.. (maklumin kepikoenan ini).
    Sekarang jaman berubah, fasilitas semakin terbuka luas… terjadi “penyampahan” karena pengguna itu baru tahap “follower”, namun ketika pengetahuannya meningkat mereka eksis, ekonomis dan dinamis.. (panjang banget nulise).. 😀 😀


    Iya Mas…
    Sampah saya juga banyak nich

    [Reply]

  10. apakah sampah digital berpengaruh terhadap pemanasan global??


    Kayaknya sich nggak ada… 😀

    [Reply]

  11. wah..berarti selama ini baru saya sadari kalau pembuatan email,blog atau yang lainnya bisa membuat sampah digital,,
    makasih ya gan infonya..dan untuk selanjutnya mungkin akan saya pertimbangkan lagi memiliki email atau sejenisnya lebih dari tiga…


    Sama2 Mas…

    [Reply]

  12. Pingback: metamarsphose

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *