Satu Ditambah Satu

Pada semua murid, saya selalu bilang bahwa satu ditambah satu itu dua. Tapi dalam kehidupan nyata, nggak begitu realitanya. Tak selalu 1 + 1 = 2. Kata Mbak Nda, 1 + 1 malah 3 karena hidup itu bukan matematika. Perhitungan kita beda dengan Tuhan.

Bagi pedagang, satu tambah satu bisa jadi alat untuk membidik pasar. Dengan harga yang sudah dipermak berlipat2, lalu muncul kalimat promosi beli satu akan ditambah satu lagi. Pasangan suami istri juga begitu, 1 + 1 bisa jadi aneka rupa.

Bagaimana dengan saya?
Lha ini yang aneh lagi. Saya pernah ketemu satu tambah satu malah nol. Kejadiannya saat ngantar istri beli baju. Nggak tau kok akhir2 ini saya banyak nulis tentang istri sendiri ya. (Kalau nulis tentang istrinya orang malah repot to). Ketika dia sudah beli satu dan nambah satu lagi, tiba2 dompet saya jadi kosong. Hebat juga ini. 1 + 1 = 0.

Bagaimana…
Anti Biasa kan?

79 thoughts on “Satu Ditambah Satu

  1. teng pundi2 namine tiyang estri nggih ngoten niku, mangkane kula mboten purun pacaran kalih tiyang estri…. :mrgreen:

    [Reply]

    guskar Reply:

    menawi kaliyan tiyang telepon, inggih mboten toh mbak? 😛

    [Reply]

  2. Loh…

    dulu waktu masih manten baru, kalo ndak salah…
    pernah bilang sama bune.

    “apapun yang kau inginken, akan kuberiken semua…”
    Lah sekarang kok malah nyesel… 😆

    [Reply]

  3. geK musim itung itungan tah?
    kok aku hari ini nemuin artikel 1+1 kabeh

    tak di LJ,disini,dirumahnya nDa..
    wessss

    sebagai tukang ngamen aku nyanyi dulu eheemm :

    satu ditambah satu..!
    sama dengan duwaaa.. [keukeuh duwaaa]

    duwa ditambah duwaaa !
    sama dengan Lima…….

    *nyampahdirumahgurumatematiKameRtuanyaoyeNsiratujengKoL,kabuur :mrgreen: *

    [Reply]

  4. Aku belum komen ya?

    yang jelas hari ini nyawaku bertambah satu lagi 😀

    [Reply]

    Mars Reply:

    Loh…
    Kok sama Bun…
    Saya barusan pengin bilang gitu lho…
    Malah barusan pengin update posting juga…
    Ataukah barusan ada Malaikat Penambah nyawa yg ke Bukittinggi lalu ke Kendal ya…
    Serasa melayang2…

    [Reply]

  5. jadi inget sewaktu pelatihan AMT BMT dulu 1 + 1 bisa apa saja. Diumpamakan saja katanya 1 itu sebuah kawaat maka jika di buat masing-masing bulatan lantas ditumpuk jadinya angka delapan. Atau ditekuk dan disambungkan jadi angka empat. Sementara dilengkungkan jadi angka 3 he he …. hasil olah kreatifitas.
    Trims pak … inspiratif 🙂

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *