Sekali Tempo

Salah satu upaya untuk menyiasati kejenuhan yg sekaligus bisa memperluas wawasan adalah dengan melakukan sesuatu di luar kebiasaan. Sekali tempo kita perlu keluar dari sarang, asalkan apa yg kita lakukan bukan sesuatu yang dilarang atau melanggar undang-undang.

  • yang biasanya cuma mengenal Ridho Rhoma, sekali tempo perlu menyimak Wiz Khalifa
  • yang biasanya makan malam di restoran, sekali tempo perlu nongkrong di angkringan
  • yang biasanya bergaya lebay, sekali tempo harus berani jadi 4l4y
  • yang biasanya belanja di mal, sekali tempo perlu masuk pasar tradisional
  • yang biasanya cuma mantengin Chelsea, sekali tempo perlu nonton Valentino Rossi
  • yang biasanya hanya bisa curhat, sekali tempo perlu gantian ngasih nasihat
  • yang biasanya getol jadi provokator, sekali tempo perlu jadi inspirator
  • yang biasanya hanya bikin posting, sekali tempo juga musti blogwalking
  • yang biasanya hanya berkutat dengan rumus matematika, sekali tempo perlu main kata2
  • dan yang biasanya biasa2 saja, sekali tempo perlu dibikin anti biasa

Sekali tempo itu perlu, asal bukan yang terlalu. Jangan sampai sekali tempo jatuh hati pada gadis manis tapi di tempo yang lain cinta juga pada pria berkumis

61 thoughts on “Sekali Tempo

  1. mencoba hal baru supaya gak jenuh ya pak


    Sekaligus untuk memperluas wawasan Mbak, biar taunya nggak itu2 dowang

  2. Sekali tempo menjadi cantik perkasa atau gagah jelita, menyesuaikan kebutuhan 😆


    Hahahaha
    Cantik perkasa itu seperti Cat Woman ya Mbak

  3. Yang cenat cenut kalau saatnya jatuh tempo ya Pak. Salam


    Kalau Tempo Jatuh bisa beli Suara Merdeka saja Bu… 😀

  4. yang biasanya denger lagu metal sekali tempi denger boyband.
    🙂


    Atau juga lagu daerah

  5. hahaha….


    Hahahaha
    Ini lagi diskusi tentang konsonan K, R, N dan vokal Mbak…

  6. memang ketika kita melakukan hal yang berulang ulang kebosanan tak pelak akan menghampiri kira ..

  7. Yang biasanya gak makan sate sekali tempo ngincipi 1-2 tusuk mas
    Salam hangat dari Surabaya


    Iya Dhe, setaun sekali…
    Nggo tombo pengin
    Salam.

Comments are closed.