Home > Jawa > Sepélé Dadi Gawé

Sepélé Dadi Gawé

July 11th, 2012

Dalam pepatah Jawa dikenal ungkapan Sepélé Dadi Gawé, yang maknanya kira2 perbuatan iseng tapi berujung jadi petaka, sesuatu yang kita kira sepele tapi berakibat fatal. Ungkapan ini hampir sama dengan “Kriwikan Dadi Grojogan”, masalah kecil yang berubah jadi besar.

Misalnya kita membuat kejutan pada seseorang tapi ternyata orang itu punya penyakit jantung, atau kita bermaksud bercanda tapi ternyata akibat dari candaan itu ada pihak yang tak berkenan bahkan sampai membawanya ke meja hijau.

Banyak contoh lain yang sering kita temui dan jika tak hati2 bukan tak mungkin hal tersebut terjadi pada kita, terlebih jika antara kedua belah pihak memang sudah ada masalah sebelumnya. Hal yang sepele bisa berubah menjadi perseteruan berkepanjangan.

Salah satu solusi yang paling baik adalah sikap hati2 dalam segala hal. Sebelum melakukan sesuatu musti dipikirkan kemungkinan atau akibat yang timbul.

~ Grazie ~
Categories: Jawa
  1. July 11th, 2012 at 20:46 | #1

    Betul banget itu pak Mars. Seseorang apabila sebelumnya ada sedikit masalah yang menyelimutinya. Sesuatu yang sepele akan berakibat fatal dan menimbulkan perseteruan yang panjang apabila tidak tepat melakukannya, seperti bercanda itu pak. kita juga harus bisa melihat mimik wajah seseorang yang akan kita ajak bercanda.


    Dalam skala besar (secara nasional) masalah pemicu itu harus diwaspadai ya Mas.
    Sering kita lihat hanya masalah sepele bisa taruhan nyawa

  2. July 11th, 2012 at 20:55 | #2

    Wuaduuuh… sy sering iseng ik… 😀

    Pak Mars… mau ngintip pemenang kusi yang kemarin nih…


    Mari Mas

  3. July 11th, 2012 at 20:57 | #3

    Ya Pak..banyak ya kejadian yang spt itu jika kita tidak hati-hati. Dari hal-hal kecil tiba tiba menjadi besar. Kaya bercanda antara kucing dengan anjing..lama lama jadi bertengkar hebat ya..


    Hanya karena senggolan gak sengaja bisa bunuh2an ya Mbak

  4. July 11th, 2012 at 21:15 | #4

    dielus-elus malah dowo,hahaha


    Husss… 😀

  5. July 11th, 2012 at 21:16 | #5

    makanya aquwh gak pernah kasih suprais wat mbahkung,
    kuatir jantunge ora kuat..


    Alhamdulillah jantungnya MbahKung masih sehat

  6. July 11th, 2012 at 21:17 | #6

    setuju pak, kita harus hati2 …

    salam sukses 🙂


    Hati2 dalam segala hal ya Mbak
    Salam

  7. July 11th, 2012 at 21:21 | #7

    Baru tahu peribahasa bunyinya begitu hehehe 😀
    Yah, saya kalo becanda liat dulu orangnya. Kalau gak akrab, mending jangan deh hehe 😀


    Kalau di Jawa amat dikenal Mas

  8. July 11th, 2012 at 21:35 | #8

    Pak Mars, utk peribahasa yg ini: Kriwikan Dadi Grojogan…saya jadi ingat saat pelajaran bahasa daerah SMP dulu. Ada pertanyaan utk mengartikan peribahasa tersebut dan salah satu teman saya mengartikannya : Talang…[bahasa Indonesianya ‘Talang’ itu apa ya Pak?]. Sampai guru bahasa daerah kala itu emosi karena sptnya teman saya sengaja ngasih jawaban kayak gitu.


    Talang…. 😀
    Mungkin terobsesi jika hujan deras, maka talang air kadang seperti grojogan….
    Ngomong2, bahasa Indonesianya talang apa ya

  9. July 11th, 2012 at 23:14 | #9

    selamat hari rabu menjelang hari kamis pak :)(


    Selamat malam Mbak Lidya

  10. Nh18
    July 11th, 2012 at 23:32 | #10

    Dan saya rasa ini juga berlaku kebalikannya …

    Sesuatu hal sepele yang kita lakukan …
    Bisa jadi sangat berarti bagi orang lain

    Salam saya


    Iya, bener sekali Om.
    Intinya kita harus memperhatikan segala hal, mulai dari yang kecil sekalipun…
    Salam!

  11. July 12th, 2012 at 06:36 | #11

    waaah, bener banget mas.
    hal sepele bisa jadi hal serius.

    salam.


    Iya Mas…
    Salam kembali

  12. July 12th, 2012 at 08:08 | #12

    Dulu ada acara TV yang membuat orang kaget sehingga di komplin oleh orang yang dikerjain karena akibatnya kurang bagus.

    Juga ada pelawak yang dihujat karena lawakannya pulgar dan menyinggung sara.
    Salam hangat dari Surabaya


    Acara yang tidak mendidik ya Dhe
    Sisi hiburannya juga nggak dapat.
    Jan goblog tenan yg punya ide

    yayats38 Reply:

    Saya suka replynya ha ha ….
    Mahooo dengerin tuh … smg baca tu pak :))


    Hahaha…

    nique Reply:

    xixixi saya seru sendiri ‘ngeliat’ kang yayat yang seneng baca komen pak’e xixixixi


    Mas Yayat hatrick…

  13. July 12th, 2012 at 09:09 | #13

    falsafah jawa. hahaha…
    yang satu itu pernah ngalamin (ngalamain atau dialamin ya?).. Semoga bisa menjadi pembelajaran.


    Ngalamin… 😀

  14. July 12th, 2012 at 09:23 | #14

    Diharapkan jangan membunyikan klakson di depan orang yang sakit jantung. . . 🙂


    Sebelum membunyikan klakson harus survei dulu…

  15. djangan pakies
    July 12th, 2012 at 09:29 | #15

    banyak contoh dan kejadian yang seperti itu di sekitar kita Pak. Terkadang yang kita maksudkan begini ternyata efeknya diluar yang kita perkirakan. Untuk itulah kenapa orang tua seringkali mengingatkan agar kita gojek sewajarnya karena kita tidak pernah tahu bagaimn kondisi orang lain


    Apalagi jika kita ada di lingkungan baru ya Pak, musti studi lapangan lebih dulu

  16. July 12th, 2012 at 11:26 | #16

    memang harus bisa ’empan papan’ ya pk …


    Nggih Mas, empan papan amat penting

  17. Abi Sabila
    July 12th, 2012 at 12:06 | #17

    Kejutan atau candaan yang sama efeknya bisa jauh berbeda bila salah situasi, kondisi dan juga suasana hati , karena itu tepat sekali bahwa kita harus mempertimbangkan tiga faktor ini.


    Iya Bi, sama seperti memberi nasehat.
    Intinya, dalam banyak hal kita perlu mempertimbangkan 3 faktor tersebut

  18. July 12th, 2012 at 12:51 | #18

    Di samping berhati-hati dalam candaan, menurut saya kita juga harus bersikap arif dalam menerima candaan kawan. Jika tersinggung, tak perlu lah berlama-lama, bahkan sampai membawa ke meja hijau segala.. 🙂


    Hahaha
    Iya Da
    Kalau mau jual harus mau beli

  19. July 12th, 2012 at 13:29 | #19

    jadi lakukan segala sesuatunya dengan sadar jadi mampu menanggung resikonya…


    Iya Mas
    Harus disertai tanggung jawab

  20. irmarahadian
    July 12th, 2012 at 14:11 | #20

    Injih leres pak….
    Perlu di perhatikan baik buruknya dlu sebelum melangkah y pak…:)


    Inggih Mbak
    Lihat situasi lebih dulu

  21. Toko Mesin Indonesia
    July 12th, 2012 at 15:14 | #21

    makanya emang jadi orang harus selalu berpikiran panjang… berfikir jauh kedepan sebelum melakukan sesuatu… gitu kan??? 🙂


    Iya Mas
    Pikir dulu sebelum bertindak

  22. July 12th, 2012 at 15:32 | #22

    Kadang memang tanpa berpikir panjang kita suka gegabah mengatakan atau melakukan perbuatan yang merugikan orang. Minta maaf aja kadang nggak memperbaiki keadaan, ya Pak..


    Kalau sudah terlanjur luka susah mengobatinya Mbak

    cahya Reply:

    Saya suka komen ini dan balasan komennya.


    Makasih Mbak… 😀

  23. Miftakhudin
    July 12th, 2012 at 15:52 | #23

    memang dalam bertindak kita harus hati2 mas.
    itulah fungsinya kontrol diri supaya tidak terlalu grusa-grusu dalam bertindak.


    Iya Mas
    Dalam hal apapun, grusa-grusu pasti banyak resikonya

  24. July 12th, 2012 at 17:42 | #24

    Bahasa gaulnya “Sepele Jadi Berabe”


    Bagus juga dijadikan bahasa Jakarta 😀

  25. Kurnia Septa
    July 12th, 2012 at 22:41 | #25

    alon2 waton kelakon


    Iya, untuk menghindari sepele dadi gawe kita bisa pakai falsafah alon2 waton klakon

    Akbar PU Reply:

    Ta’ kiro alon-alon wathon kelon 🙂


    Boleh saja

  26. arif
    July 14th, 2012 at 08:32 | #26

    sepele tetapi tidak boleh diselepekan 🙂


    Nah itu betul Mas
    Saya setuju

@marsudiyanto
silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~