Sifat Komutatif

D

alam Matematika, sifat komutatif dimiliki oleh sesuatu yang berlaku bolak-balik, misalnya penjumlahan dan perkalian. Kita tau bahwa 2 + 3 = 3 + 2 dan 3 x 4 = 4 x 3.
Sifat ini tidak berlaku dalam pengurangan dan pembagian. 6 – 2 tidak sama dengan 2 – 6.

Di kehidupan sehari2, banyak hal yang memiliki sifat seperti ini. Berjabat tangan misalnya, Saya berjabat tangan dengan Brencia sama kejadiannya dengan Brencia berjabat tangan dengan saya, Khairuddin sekamar dengan Maria Ozawa sama kejadiannya dengan Maria Ozawa sekamar dengan Khairuddin. Tapi dalam hal lain, sifat seperti ini tidak berlaku. Andy mencintai Markumi, belum tentu Markuminya cinta pada Andy.
Joell mengintip Cebong belum tentu Cebong mengintip Joell.

Pengalaman unik terjadi saat ada seorang sahabat yang tanya ke saya, Apakah saya temannya Pak Sawali. Langsung saya jawab: “Saya bukan temannya Pak Sawali, tapi Pak Sawali lah yang teman saya”. Sepintas jawaban saya tampak bercanda. Tapi coba sampeyan cermati lebih teliti. Saya tidak berani mengatakan saya ini sahabatnya Pak Sawali apa bukan, karena saya ndak tau hatinya Pak Sawali yang sebenarnya (walau saya percaya 200% kalau Pak Sawali pasti memasukkan saya pada folder teman). Yang bisa saya pastikan hanyalah bahwa Pak Sawali sudah saya jadikan teman.

Hormat saya
Photobucket

N.B:
Nama-nama di atas adalah fiktif belaka.
Apabila ada kesamaan nama, maka itu adalah keniscayaan.
Saya tidak bertanggungjawab apabila nama tersebut menjadi terkenal di kemudian hari

(Draft tulisan ini dibuat saat Maria Ozawa masih TK)

63 thoughts on “Sifat Komutatif

  1. pak, menawi mangke kawulo wangsul enten Batang, Insya Allah kawulo mampir ten Kendal dugi griyo panjenengan. Kados pundi, pareng mboten??

    Monggo Mas… Saya juga sering ke Batang. Kakak saya di Batang juga.

    [Reply]

  2. kok ndak ada yang tanya saya, ya, pak, misalnya: apakah sawali itu temannya pak mar. karena ndak mudheng sifat komutatif, hiks, aku pasti akan njawab 500%, oh, iya, lha wong sering ngrokok bareng, meski sudah difatwa haram oleh MUI, kekeke ….

    Pencerahan saja Pak. Ini kan meluruskan saja. Bukankah pertemanan tak selalu imbang?. Jangankan berteman. Keluarga saja ada yang nggak komutatif kok. Apalagi buat seseorang yg sudah tak diakui oleh keluarga besarnya.

    [Reply]

  3. Pingback: Membeli Waktu Demi Masa Depan Remaja | Helda dot Info
  4. Tanya kenapa…
    Kenapa tanya..
    *wah ga komutatif ya*

    Memalingkan Muka dan Memukakan Maling juga ndak komutatif

    [Reply]

  5. komutatif itu apa kalau dibahasa hukum DM-MD, bukan ya. wah yang tahu masalah bahasa ya pak sawali. tadi habis baca komen sampean di pak sawali langsung meluncur kesini tambah nguakak maneh….
    diaaaaancuk…. ngguyu dewe aku nganti bojoku takon opo’o pak

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *