Siji Ngalor Siji Ngidul

Beberapa saat lalu saya menulis status “Ora Ngalor Ora Ngidul” yang saya maksudkan sebagai tidak memihak dan tidak berpihak ketika dua kelompok sahabat saya berbeda pandangan, Siji Ngalor Siji Ngidul.

Ora Ngalor Ora Ngidul adalah pilihan dan prinsip saya yang tak bisa diganggu dan tak boleh digugat. Itu prinsip saya. Terserah orang mau bilang apa, saya tak ambil pusing karenanya.

Mengapa memilih Ora Ngalor Ora Ngidul?
Sederhana saja. Saya ytak mau kehilangan setengah sahabat saya. Ketika saya “ngalor”, itu artinya saya terpisah dengan sahabat yang “ngidul”. Demikian pula sebaliknya.

Kalau Ora Ngalor Ora Ngidul bukankah akan ditinggalkan semua sahabat?
Secara matematis memang tampak seperti itu. Tapi hakekat persahabatan tidaklah sesederhana itu. Dalam persahabatan 2 + 2 tak selalu sama dengan 4.

Ketika Siji Ngalor Siji Ngidul dan kita Ora Ngalor Ora Ngidul, maka ketika mereka pulang kita akan mendapat oleh-oleh dari yang Ngalor maupun yang Ngidul…

11 thoughts on “Siji Ngalor Siji Ngidul

  1. tidak memilih hakikatnya juga merupakan sebuah pilihan. tidak ngalor dan tidak ngidul tak bisa diartikan tidak kemana-mana. Kadangkala dikotomi semu itu dimanfaatkan untuk menjebak dan menyudutkan pihak tertentu. Padahal mereka yang tidak baik belum tentu jahat. Seperti halnya tidak putih bukan selalu hitam. hamberuhhhh…

    [Reply]

  2. Sebuah penyelesaian yang cerdas menurut saya, daripada harus memilih salah satu dan meninggalkan salah satu dari kedua belah pihak tersebut

    [Reply]

  3. Aku biyen sering engkel2an ndik facebook, sampe sahabat sahabat saya banyak yg bubar gara2 itu.

    Lalu aku mikir. Lalu sekarang berubah. Kalau ada yg aku tidak setuju, aku langsung hapus komen itu. Gak perlu ngeyel. Karena ngeyel bisa berujung unfriend kalau aku. HAHHAA. Kalau hapus komen masi tetep berteman. 😀

    Semoga.

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *