Sisi Lain Petasan

Lebaran telah usai, yang tinggal hanya sisa kue dan petasan. Kue enaknya dimakan, petasan enaknya diobrolkan. Untuk itulah kali ini saya pengin ngobrol soal petasan. Bukan tentang suaranya dan bukan pula tentang korbannya, tapi tentang Sisi Lain Petasan.

Korban petasan sudah banyak, orang yang terganggu dar dor suara petasan juga tak kalah banyak. Tapi ada Sisi Lain Petasan yang mengusik ketenangan saya.

Yang mengganggu saya adalah istilah petasan itu sendiri. Saya bingung, petasan itu sebuah kata dasar ataukah “petas” dapat imbuhan “an” trus jadi petasan? Ada yang tau?

Atau jangan2 malah pe + tas + an
(sumber:kamus karangan pak ndop)

52 thoughts on “Sisi Lain Petasan

  1. Petasan itu jadul, Pak Mars. Yg baru suaranya ada vibrasinya. Namanya Pretasan.


    Kalau petasan harganya empat ribu, kalau pretasan itu harganya emprat ribu

    [Reply]

  2. Sebenarnya saya juga termasuk orang yang merasa terganggu dengan bunyi petasa. tapi karena saya mengerti mereka masih anak-anak dan remaja yang sedang merayakan sesutau bersama teman-temannya. Saya maklum. Hendaknya kita tidak melarang mereka. Melainkan minta mereka untuk bermain di tempat yang lebih terbuka seperti lapangan dsb.


    Belum ada alternatif penggantinya
    Kalaupun diganti, kayaknya sensasinya nggak bisa menggantikan mercon
    Dan secara umum, main petasan sama sekali nggak ada positifnya

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *