Sisi Lain

Seminggu dari Lebaran, saya baru bisa mudik ke tanah kelahiran yang ada di Puncak Muria Kudus. Selain ketemu Ibuk dan saudara, saya menyempatkan ziarah ke makam ayah saya.

Sesuatu yang sudah lama mengendap dalam batin saya, sore itu kembali mengusik ketenangan yang selama ini rapi tersembunyi. Persis di sebelah nisan bapak, ada nisan adik saya yang meninggal karena kecelakaan sekian puluh tahun lalu. Kepergiannya sudah kami ikhlaskan, tapi kalau mengingat kembali peristiwa itu, darah ini rasanya mendidih kembali.

Setamat SMA, adik saya tidak kuliah tapi memilih wiraswasta kecil2an, jualan cendera mata bersama beberapa temannya. Kebetulan daerah kami adalah tempat wisata yang potensial.

Siang itu, dia berniat kulakan. Berboncengan motor berdua dengan temannya, meluncurlah dia ke kota. Kira2 500 meter dari rumah, adik saya ditabrak angkutan umum luar kota yang tampaknya belum mengenal medan yang memang banyak tikungan dan menanjak. Adik saya terpental sampai masuk jurang. Adik saya dan temannya pingsan.

Karena tempatnya sepi, maka saksi mata tidak ada, kecuali sopir yang menabrak dan penumpangnya. Setelah sekian lama baru ada yang menolong. Yang dibonceng lukanya parah tapi tidak sampai fatal. Sementara adik saya lukanya tak seberapa tapi akibat benturan langsung, ada pendarahan di kepala. Operasi sempat dijalani, tapi Tuhan memanggil keesokan harinya.

Yang paling memprihatinkan adalah surat kendaraan, SIM dan uang yang dibawa adik saya lenyap entah kemana. Puncak dari semuanya adalah saat pemakaman usai, dengan suasana keluarga yang masih berduka, sopir yang menabrak datang ke rumah tapi sambil membawa temannya yang seorang polisi.

Sungguh sangat tidak melihat situasi. Kalau tujuannya mau menyelesaikan masalah, knapa tidak memilih waktu yang tepat?. Kalau takut menyelesaikan masalah, kenapa harus datang sambil bawa2 oknum polisi?.

Peristiwa itu sudah puluhan tahun lalu, tapi seakan baru terjadi begitu saya melihat nisan adik saya.

Itulah sisi lain kehidupan, ada yang datang ada yang pergi, ada kegembiraan ada kesedihan. Selamat jalan adikku…

Akibat dari peristiwa itu, lebih dari lima tahun Ibuk saya tidak mau melewati tempat kecelakaan adik saya. Kalau ke kota, musti muter lewat rute lain yang jaraknya mencapai 50 km. Padahal kalau lewat biasanya, jaraknya hanya 15 km. Bahkan sampai sekarang, tiap lewat tempat tersebut, Ibuk masih tak mau nengok ke jurang tempat adik saya terlempar. Ibuk selalu menengok ke arah yang berlawanan.

30 thoughts on “Sisi Lain

  1. innalillahi wainnaillaihrojiun.. sungguh KEMATIAN adalah RAHASIA ILLAHI.. mudah mudahan beliau mendapat tempat yang baik di SISINYA..
    .-= Postingan KangBoed : Sisi Laut Pangandaran =-.

    [Reply]

  2. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuullllllllllllllllllllll
    .-= Postingan KangBoed : Sisa Kedirianku =-.

    [Reply]

  3. Mudah mudahan semua dapat mengambil hikmah dari perjalanan kisah kehidupan anak manusia dan bersegera mempersiapkan diri,,

    [Reply]

  4. hihihihihi.. di tangkap aki aki.. pleaseeeeee.. keluarin ya paaaaak
    .-= Postingan KangBoed : Sisa Kedirianku =-.

    [Reply]

  5. setelah membaca posting ini saya bingung mau komen apa, semoga diberi keihklasan ya pak
    .-= Postingan masoglek : Bisnis Adu Nasib, Ternyata tak pernah mati =-.

    [Reply]

  6. saya ikut sedih membaca kisah ini.
    perpisahan, apalagi oleh kematian, dengan orang-orang terkasih pasti berat sekali. terlebih bila penyebabnya adalah sesuatu yang rasanya tidak adil.
    turut berduka cita, pak guru. mudah-mudahan allah melapangkan jalan sang adik ke tempat yang terbaik di sisi-Nya.
    .-= Postingan marshmallow : Senin Pertama di Dunia =-.

    [Reply]

  7. Semoga semuanya mendapat yang terbaik di sisi-Nya…amiin.

    Colo memang jalannya nggegirisi.

    Sayang kemaren saya ndak bisa ketemuan dengan Pak Dhe, cuman bisa titip salam lewat Lik Min nya Lik Pramono nJapan.

    😀 Kemarin saya juga cerita ke Ibuk saya…
    Jalan nJapan memang yang paling curam. Kalau rem kurang pakem ya bahaya sekali. Mana orang sana kalau naik kendaraan koyo tong setan

    .-= Postingan Pradna : Bon Idul Fitri 1430H =-.

    [Reply]

  8. Saya turut berduka Mister.
    Mudahan2 beliau damai disisi-Nya.
    Amin
    .-= Postingan Mengembalikan jati diri bangsa : Avril Lavigne Blog Dofollow =-.

    [Reply]

  9. looh dari Muria to? saya dulu sering banget ketempat itu…dipenginapan Pemda…..

    Pasti namanya Pesanggrahan to Mas?

    .-= Postingan wieda : Lebaran =-.

    [Reply]

  10. Lebaran kali ini beda dengan yang lain;
    angka kecelakaan sangat tinggi dan korban meninggal dunia juga sangat banyak,
    600-an orang meninggal dunia Pak.

    Secara kodrati, manusia pasti memiliki kecenderungan untuk memiliki rasa kehilangan,
    yang itu bisa berpanjang-panjang terhadap orang2 yang dicintainya. Turut prihatin Pak.

    Ebiet benar, dalam kekalutan, masih banyak orang-orang yang tega berbuat nista (mreteli dompet seisinya)
    .-= Postingan Munawar AM : Menolak Pemakaman Mayat Atau Jenazah Teroris Di Kampung Halaman =-.

    [Reply]

  11. jodoh, rizki dan maut adalah kuasanya pak manusia tiada daya untuk melawannya hanya saja datangnya melalui cara yang berbeda2, semoga adiknya pak Mars damai disisinya
    .-= Postingan achmad sholeh : Bagaimana Membangun trafic Natural Ke Blog Kita =-.

    [Reply]

  12. ikutan sedih pakdhe…

    juga miris sama kelakuan yang nabrak…

    semoga arwah beliau diterima disisi-Nya, diampuni segala dosanya..amiin
    .-= Postingan eskopidantipi : Gurihnya Bubur Ayam Jalaprang =-.

    [Reply]

  13. ya semoga keluarga tetap tabah menjalani hidup 🙁
    .-= Postingan Ridwanox : Renungan Akhir Ramadhan 1430 H =-.

    [Reply]

  14. kok pake bawa polisi apa maksutnya?
    nyerang secara psikologis?
    .-= Postingan JTC : Kalah Itu Perlu =-.

    [Reply]

  15. keikhlasan itu sulit… seseorang yang kita sayang apalagi… semoga tetap berada di lindungan allah. amin
    .-= Postingan Jidat : Setting Sitemap yang baik dan benar =-.

    [Reply]

  16. ikut teriris hati ini membacanya.
    semoga adik dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kesabaran.
    .-= Postingan novi : Mewarnai Pondok, Mungkinkah? =-.

    [Reply]

  17. Innalillahi wainnaillaihrojiun.
    Semoga arwah bapak dan adik diterima disisi terbaik Allah Swt.
    Masih punya saudara berapa mas ?
    Mbakyu saya meninggal ketika masih bayi umur 2 tahun. Itu menyebabkan emak menjaga dengan baik anak lanang satu-satunya ini.
    Salam hangat dari Surabaya

    [Reply]

  18. sedih Pak… saya kebayang yang dirasain sama Ibuknya Pak Mars, hal seperti itu memang susah ilang dari ingatan… semoga kelak dipertemukan di surgaNya …Amin


    Amin……

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *