Home > Inspirasi > Standarisasi

Standarisasi

October 4th, 2009 Leave a comment Go to comments

Standarisasi dalam skala besar sudah banyak contohnya, semisal batu baterei atau chip kartu selular.

Apapun merknya, kalau baterei yang buat jam tembok ukurannya pasti segitu, tidak kebesaran, tidak pula kekecilan. HP merk apapun, dengan operator manapun, chipnya pasti tepat masuk pada tempatnya. Itulah standarisasi.

Memang standarisasi tak selalu global. Ada yang berbeda di tiap kelompok negara, semua bergantung kepada si pembuat standarisasi.

Dalam skala kecil, bahkan mungkin teramat kecil, kita bisa membuat standarisasi sendiri, sepanjang menjadikan komunitas yang membuat standar merasa lebih nyaman.

Sudah puluhan tahun saya mencoba mempraktekannya. Sebagai uji coba saya menggunakan semua TV saya, TV Ibuk saya dan TV mertua saya. TV-TV tersebut ada di 3 kota berbeda, tapi memorinya punya urutan channel yang sama. Saluran 1 saya isi TVRI, lalu berturut2 adalah TPI, ANTV, Indosiar, RCTI, SCTV, Trans7, TransTV, TVOne, Global TV, Metro TV dst dst.

Apa keuntungannya?
Dengan urutan yang selalu seperti itu, saya jauh lebih cepat menemukan studio yang akan saya pilih, meskipun saya sedang di rumah Ibuk saya ataupun mertua saya tanpa harus nyari2 atau nyoba2. Sebaliknya kalau Ibuk saya atau mertua lagi di rumah saya, dengan mudahnya beliau mengomando saya atau anak2 saya untuk pindah channel yang tayangkan sinetron kesukaannya. Beliau nggak perlu bilang nama studionya, tapi cukup berkata: “Aku stelke nomer 5 !”. Saya langsung tau, bahwa itu adalah RCTI.

Kini, TV kakak saya maupun adik saya sudah menyesuaikan standarisasi yang saya lakukan. Saluran 1 TVRI, saluran 2 TPI, saluran 3 ANTV dst. Dan kini pula, dengan mudah saya menemukan stasiun yang mau saya tuju meskipun saya di rumah Ibuk saya, mertua saya, kakak saya maupun adik saya. Demikian pula sebaliknya apabila mereka2 ada di rumah sayapun dengan cepat akan menemukan stasiun kesukaannnya.

Apa yang saya lakukan mungkin terasa berlebihan bagi orang lain. Tapi saya dan keluarga saya tidak demikian. Saya terlanjur suka memikir sesuatu sampai sekecil2nya, toch tanpa biaya dan tak memakan waktu lama, tapi kemanfaatannya sangat terasa. Ini soal hati, ini inovasi

Yang saya maksud standarisasi itu bukan semua, tapi beberapa anggota sejenis dalam komunitas kecil, misalnya beberapa TV di rumah kita saja, atau TV kita dengan TV sahabat dekat kita, urutan channelnyapun disesuaikan dengan selera kita. Kalau antar kita ya jelas sak senenge dewe alias suka2…

~ Grazie ~
Categories: Inspirasi
  1. October 4th, 2009 at 00:23 | #1

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Wah… standard saya dan Pak Mars dalam pengaturan chanel tv kayaknya berbeda.
    Tapi ngomong2 kayaknya kata yang benar sesuai KBBI itu standardisasi karna dari kata dasar standard (maaf dari pada saya nulis komeng sedikit)
    .-= Postingan alamendah : Badak Jawa Satwa Terlangka Di Dunia =-.

    [Reply]

  2. October 4th, 2009 at 00:53 | #2

    celaka sekali, TVRI nggak mau disetel di rumah saya pak πŸ˜€
    .-= Postingan suryaden : shipwrecked =-.

    [Reply]

  3. October 4th, 2009 at 00:56 | #3

    kaLo di rumah saya, urut2any sesuai besar frekuensiny, dari paLing keciL hingga paLing besar.. bisa juga disetting pake Auto Scan…

    [Reply]

  4. October 4th, 2009 at 01:09 | #4

    Malam pak..

    [Reply]

  5. October 4th, 2009 at 01:15 | #5

    Dari dulu metro tv menduduki saluran 0 untk tv saya pak..

    [Reply]

  6. Sarimin
    October 4th, 2009 at 03:35 | #6

    Melankolis…
    .-= Postingan Sarimin : Download Yahoo Messenger 3 Beta Untuk Mac OS X =-.

    [Reply]

  7. cerita hot
    October 4th, 2009 at 03:57 | #7

    Satandarisasi untuk masing2 orang beda2 ya, Kl metro aku selalu no 1

    [Reply]

  8. October 4th, 2009 at 03:58 | #8

    Nice, standar
    .-= Postingan property : Orlando real estate – The land of Disney =-.

    [Reply]

  9. kreatips
    October 4th, 2009 at 06:45 | #9

    standarisasiin blog kita yuk mas … hehehehe
    .-= Postingan kreatips : Hari Batik, Blogku Pun Pakai Batik =-.

    [Reply]

  10. Mars
    October 4th, 2009 at 07:59 | #10

    Yang saya maksud standarisasi itu bukan masing2 kita, tapi beberapa anggota sejenis dalam komunitas kita.
    Kalau antar kita ya jelas sak senenge dewe…

    [Reply]

  11. October 4th, 2009 at 08:07 | #11

    Lah, di t4 saya cm bisa trans 7, rcti ma sctv

    [Reply]

  12. October 4th, 2009 at 09:35 | #12

    kalau saya standarisasi rokok pak he..he.. yang penting ada filternya πŸ˜‰

    [Reply]

  13. October 4th, 2009 at 10:14 | #13

    Wah, klo spt itu, stasiun favorit bisa diluar 1-9 pak. Susah aksesnya…

    Lho…
    Urutannya kan tidak harus itu Mas…
    Apa yg saya tulis itu standarisasi di tempat saya.
    Kalau orang lain kan bisa nyusun sendiri.
    Jadi saya tidak bermaksud menytandarisasi orang lain dengan urutan seperti yg saya pakai… πŸ˜€

    .-= Postingan BudiTyas : Google Wave : Langkah Strategis Google Membendung Microsoft =-.

    [Reply]

  14. arkasala
    October 4th, 2009 at 10:26 | #14

    saya pernah melakukan standarisasi ini Pak padahal hanya di rumah mertua dan orang tua, namun entah tidak pernah berhasil. Setiap berkunjung (mungkin karena temponya lama) jadi selalu berubah. Atau bisa jadi juga karena orang tua saya putranya banyak jadi punya selera sendiri-sendiri. Bahasa lainnya rebutan posisi juga he he. Trims Pak. Salam
    .-= Postingan arkasala : Mengetahui Halaman Yang Ter- index di Google =-.

    [Reply]

  15. October 4th, 2009 at 13:49 | #15

    Nek aku biasane kon standar miring pak, nek nggone sempit enake standar jejek… tur nek nang parkiran biasan tukang parkire sing nyetandarke jejek, jare ngebak2i nek standar miring!
    .-= Postingan senoaji : Apa Kabar Pak =-.

    [Reply]

  16. October 4th, 2009 at 15:02 | #16

    biasanya yang namanya standarisasi ada margin plus-minusnya pak..
    kalo punya njenengan marginnya berapa pak?
    *ni ngomongin apa to*
    .-= Postingan Blog Ijo : Pantau Gempa dari Firefox =-.

    [Reply]

  17. Blog Ijo
    October 4th, 2009 at 15:09 | #17

    0 Global TV
    1 Metro TV
    2 Trans TV
    3 ESPN
    4 SCTV
    5 RCTI
    6 ANTV
    7 Trans7
    8 TPI
    9 TVOne
    10 Indosiar

    TVRI nomer berapa ya?

    [Reply]

  18. October 4th, 2009 at 15:38 | #18

    Hehe…jadi inget neh.
    Gara-2 standarisasi, uang saku Bendol pas SMA jadi menurun, karena menyesuaikan uang saku sepupu neh, karena kita 1 sekolahan dan tinggal di desa yang sama dan berangkat juga sama-2.
    .-= Postingan HumorBendol : Cewek Lugu =-.

    [Reply]

  19. October 4th, 2009 at 16:39 | #19

    cuma harga warnet yg belom kena standarisasi pak.,.,
    πŸ™‚
    .-= Postingan kisaran : Jangan Lupa Sundul Komodo di New7wonders =-.

    [Reply]

  20. FK
    October 4th, 2009 at 17:12 | #20

    kalo saya pak, mungkin TVRI akan saya tempatkan di channel nomor 99 πŸ˜€ (gak nasionalis banget yah :”> )
    .-= Postingan FK : Komplain pertama mereka. =-.

    [Reply]

  21. October 4th, 2009 at 17:46 | #21

    standard ganda…

    [Reply]

  22. Ali Mas adi
    October 4th, 2009 at 18:10 | #22

    Aku juga tuh suka pake standartku sendiri… lebih nyaman rasanya…
    .-= Postingan Ali Mas adi : SEO – Daftar Situs RSS Submission =-.

    [Reply]

  23. October 4th, 2009 at 18:26 | #23

    emm emmm opo ya πŸ˜€ durung tau ngelakoni standarisasi dewe soale Pak
    .-= Postingan cebong ipiet : Ebong Ipiet Mengucapkeun Minal Aidin wal Faizin =-.

    [Reply]

  24. mbah gendeng
    October 4th, 2009 at 19:33 | #24

    mantap……………………………

    bisa2 besok pada sama semua y mengikuti standarisasi……………. jangan2 istri n suami juga wkkkwkkwkwkwkkkkkwkkk

    [Reply]

  25. October 4th, 2009 at 23:03 | #25

    @senoaji
    timbang nganggo sepatu nyong milih nganggo standard jepit, luwih isis…
    .-= Postingan endar : Pengalaman menggunakan Linux dari seorang pemula =-.

    [Reply]

  26. masnur
    October 5th, 2009 at 01:31 | #26

    Sekali lagi masalah kesepakatan, disiplin dan kemudahan dalam bertindak. Itu yang saya petik dari kebijakan standarisasi ala pak Mars. Trim sudah menginpirasi saya.
    .-= Postingan masnur : Mengapa gempa terjadi beruntun =-.

    [Reply]

  27. Aldy
    October 5th, 2009 at 06:01 | #27

    sebaiknya memang segala sesuatunya distandarkan, walaupun dalam skala yang lebih kecil.

    [Reply]

  28. arihevea
    October 5th, 2009 at 07:28 | #28

    Samaaaa!!!! di rumah ortu kbetulan ada 4 Tipi karena keluarga besaaarr… semuanya no channel nya dibuat samaa.. hahaha..
    .-= Postingan arihevea : Latihan Panjat Dinding Untuk Anak.. Bagus..!! Tapi.. =-.

    [Reply]

  29. achmad sholeh
    October 5th, 2009 at 07:29 | #29

    standaraisasi blog perlu ndak pak

    Kalau blog sich terserah adminnya Pak…
    Kalau semua distandarisasi ya malah nggak baik…

    .-= Postingan achmad sholeh : Renungan Untuk Rentetan Bencana Di Negeri ini =-.

    [Reply]

  30. October 5th, 2009 at 07:52 | #30

    enak juga kaluk ada korem, komandan remot seperti itu…jadi dimanapun berada pilih channel-nya tidak nunak-nunuk….(bagaimana kaluk diberlakukan juga untuk urutan barang di semua karfur?…soale aku juga suka disorientasi kaluk masuk karfur yg bukan langganan, mas!)
    .-= Postingan ernut : Masih Capek! =-.

    [Reply]

  31. Bisnis Online
    October 5th, 2009 at 08:15 | #31

    seep bener tuh, semua dah ada standartnya.. tapi kalo kena ama org kreatif bisa jadi multiguna
    .-= Postingan Bisnis Online : Promosi Produk Lewat Youtube =-.

    [Reply]

  32. boyin
    October 5th, 2009 at 09:56 | #32

    Pak mars, tipi ku cuma siji je…kudu tuku siji maneh iki…

    [Reply]

  33. tuyi
    October 5th, 2009 at 11:19 | #33

    standar yang nggak standar bagi orang lain…
    karena TVRI di saya ngga’ nyaut sinyal…
    wakakak…

    [Reply]

  34. October 5th, 2009 at 14:50 | #34

    wah jarang2 nonton TV palagi TVRI
    .-= Postingan hadi : Info Donasi Sumbangan Gempa Padang =-.

    [Reply]

  35. mandor tempe
    October 5th, 2009 at 15:03 | #35

    standarisasi dalam kalangan kecil memang tidak / belum dirasa manfaatnya, namun jika sudah masuk dalam perusahaan besar akan sangat terlihat bahwa ternyata butuh standar untuk melakukan sesuatu agar proses berjalan lancar. Tidak seenaknya sendiri.
    .-= Postingan mandor tempe : komponen pasif pada tegangan DC dan AC =-.

    [Reply]

  36. brencia
    October 5th, 2009 at 19:40 | #36

    rak tau nonton tipi
    .-= Postingan brencia : Dia sudah berubah =-.

    [Reply]

  37. October 6th, 2009 at 01:17 | #37

    Standarisasi dhe Mars ndak bakalan bisa berlaku di keluarga saya. Saluran TV saya hampir tiap hari berubah, lha wong anak saya yang kecil suka ngawur mencete remote. Yaa namanya bocah.
    .-= Postingan M Mursyid PW : Presiden Memilih Mengunjungi Daerah Bencana, Pelantikan MPR RI Diwarnai Interupsi =-.

    [Reply]

  38. October 6th, 2009 at 13:12 | #38

    upaya awal untuk standarisasi pasti susah .. tapi jika sudah standard pasti jauh lebih enak, gak bingung krn perbedaan ..
    setting channel tv itu contoh di rumah .. itu saja sudah dapat memberikan kemudahan untuk memilih channel .. apalagi jika diimplementasikan dalam dunia kerja, maka kerja kita akan sangat mudah .. terutama untuk bagian yang banyak menghandle dokumen2 ..

    Iklan Gratis

    [Reply]

  39. novi
    October 7th, 2009 at 18:26 | #39

    koq sama. nomer 1 juga TVRI (thinking)
    .-= Postingan novi : Mewarnai Pondok, Mungkinkah? =-.

    [Reply]

  40. zenteguh
    October 9th, 2009 at 01:04 | #40

    saya bener-bener tak menyangka ada standarisasi chanel tivi. He..he..boleh juga tuh pak untuk saya copas πŸ˜€
    .-= Postingan zenteguh : Kemarin dan Nanti…. =-.

    [Reply]

  41. Mengembalikan jati diri bangsa
    October 9th, 2009 at 20:21 | #41

    Sekarang sudah ada ‘standirisasi’ TV baru mister
    yaitu sebuah tv LCD yang konon katanya nyaman dimata namun berat dikantong
    hehehehe…
    .-= Postingan Mengembalikan jati diri bangsa : Google Sandbox Sebuah Bencana! =-.

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~