Standarisasi

Standarisasi dalam skala besar sudah banyak contohnya, semisal batu baterei atau chip kartu selular.

Apapun merknya, kalau baterei yang buat jam tembok ukurannya pasti segitu, tidak kebesaran, tidak pula kekecilan. HP merk apapun, dengan operator manapun, chipnya pasti tepat masuk pada tempatnya. Itulah standarisasi.

Memang standarisasi tak selalu global. Ada yang berbeda di tiap kelompok negara, semua bergantung kepada si pembuat standarisasi.

Dalam skala kecil, bahkan mungkin teramat kecil, kita bisa membuat standarisasi sendiri, sepanjang menjadikan komunitas yang membuat standar merasa lebih nyaman.

Sudah puluhan tahun saya mencoba mempraktekannya. Sebagai uji coba saya menggunakan semua TV saya, TV Ibuk saya dan TV mertua saya. TV-TV tersebut ada di 3 kota berbeda, tapi memorinya punya urutan channel yang sama. Saluran 1 saya isi TVRI, lalu berturut2 adalah TPI, ANTV, Indosiar, RCTI, SCTV, Trans7, TransTV, TVOne, Global TV, Metro TV dst dst.

Apa keuntungannya?
Dengan urutan yang selalu seperti itu, saya jauh lebih cepat menemukan studio yang akan saya pilih, meskipun saya sedang di rumah Ibuk saya ataupun mertua saya tanpa harus nyari2 atau nyoba2. Sebaliknya kalau Ibuk saya atau mertua lagi di rumah saya, dengan mudahnya beliau mengomando saya atau anak2 saya untuk pindah channel yang tayangkan sinetron kesukaannya. Beliau nggak perlu bilang nama studionya, tapi cukup berkata: “Aku stelke nomer 5 !”. Saya langsung tau, bahwa itu adalah RCTI.

Kini, TV kakak saya maupun adik saya sudah menyesuaikan standarisasi yang saya lakukan. Saluran 1 TVRI, saluran 2 TPI, saluran 3 ANTV dst. Dan kini pula, dengan mudah saya menemukan stasiun yang mau saya tuju meskipun saya di rumah Ibuk saya, mertua saya, kakak saya maupun adik saya. Demikian pula sebaliknya apabila mereka2 ada di rumah sayapun dengan cepat akan menemukan stasiun kesukaannnya.

Apa yang saya lakukan mungkin terasa berlebihan bagi orang lain. Tapi saya dan keluarga saya tidak demikian. Saya terlanjur suka memikir sesuatu sampai sekecil2nya, toch tanpa biaya dan tak memakan waktu lama, tapi kemanfaatannya sangat terasa. Ini soal hati, ini inovasi

Yang saya maksud standarisasi itu bukan semua, tapi beberapa anggota sejenis dalam komunitas kecil, misalnya beberapa TV di rumah kita saja, atau TV kita dengan TV sahabat dekat kita, urutan channelnyapun disesuaikan dengan selera kita. Kalau antar kita ya jelas sak senenge dewe alias suka2…

41 thoughts on “Standarisasi

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Wah… standard saya dan Pak Mars dalam pengaturan chanel tv kayaknya berbeda.
    Tapi ngomong2 kayaknya kata yang benar sesuai KBBI itu standardisasi karna dari kata dasar standard (maaf dari pada saya nulis komeng sedikit)
    .-= Postingan alamendah : Badak Jawa Satwa Terlangka Di Dunia =-.

    [Reply]

  2. Melankolis…
    .-= Postingan Sarimin : Download Yahoo Messenger 3 Beta Untuk Mac OS X =-.

    [Reply]

  3. standarisasiin blog kita yuk mas … hehehehe
    .-= Postingan kreatips : Hari Batik, Blogku Pun Pakai Batik =-.

    [Reply]

  4. Yang saya maksud standarisasi itu bukan masing2 kita, tapi beberapa anggota sejenis dalam komunitas kita.
    Kalau antar kita ya jelas sak senenge dewe…

    [Reply]

  5. Wah, klo spt itu, stasiun favorit bisa diluar 1-9 pak. Susah aksesnya…

    Lho…
    Urutannya kan tidak harus itu Mas…
    Apa yg saya tulis itu standarisasi di tempat saya.
    Kalau orang lain kan bisa nyusun sendiri.
    Jadi saya tidak bermaksud menytandarisasi orang lain dengan urutan seperti yg saya pakai… πŸ˜€

    .-= Postingan BudiTyas : Google Wave : Langkah Strategis Google Membendung Microsoft =-.

    [Reply]

  6. saya pernah melakukan standarisasi ini Pak padahal hanya di rumah mertua dan orang tua, namun entah tidak pernah berhasil. Setiap berkunjung (mungkin karena temponya lama) jadi selalu berubah. Atau bisa jadi juga karena orang tua saya putranya banyak jadi punya selera sendiri-sendiri. Bahasa lainnya rebutan posisi juga he he. Trims Pak. Salam
    .-= Postingan arkasala : Mengetahui Halaman Yang Ter- index di Google =-.

    [Reply]

  7. Nek aku biasane kon standar miring pak, nek nggone sempit enake standar jejek… tur nek nang parkiran biasan tukang parkire sing nyetandarke jejek, jare ngebak2i nek standar miring!
    .-= Postingan senoaji : Apa Kabar Pak =-.

    [Reply]

  8. 0 Global TV
    1 Metro TV
    2 Trans TV
    3 ESPN
    4 SCTV
    5 RCTI
    6 ANTV
    7 Trans7
    8 TPI
    9 TVOne
    10 Indosiar

    TVRI nomer berapa ya?

    [Reply]

  9. Hehe…jadi inget neh.
    Gara-2 standarisasi, uang saku Bendol pas SMA jadi menurun, karena menyesuaikan uang saku sepupu neh, karena kita 1 sekolahan dan tinggal di desa yang sama dan berangkat juga sama-2.
    .-= Postingan HumorBendol : Cewek Lugu =-.

    [Reply]

  10. kalo saya pak, mungkin TVRI akan saya tempatkan di channel nomor 99 πŸ˜€ (gak nasionalis banget yah :”> )
    .-= Postingan FK : Komplain pertama mereka. =-.

    [Reply]

  11. Aku juga tuh suka pake standartku sendiri… lebih nyaman rasanya…
    .-= Postingan Ali Mas adi : SEO – Daftar Situs RSS Submission =-.

    [Reply]

  12. mantap……………………………

    bisa2 besok pada sama semua y mengikuti standarisasi……………. jangan2 istri n suami juga wkkkwkkwkwkwkkkkkwkkk

    [Reply]

  13. Sekali lagi masalah kesepakatan, disiplin dan kemudahan dalam bertindak. Itu yang saya petik dari kebijakan standarisasi ala pak Mars. Trim sudah menginpirasi saya.
    .-= Postingan masnur : Mengapa gempa terjadi beruntun =-.

    [Reply]

  14. Samaaaa!!!! di rumah ortu kbetulan ada 4 Tipi karena keluarga besaaarr… semuanya no channel nya dibuat samaa.. hahaha..
    .-= Postingan arihevea : Latihan Panjat Dinding Untuk Anak.. Bagus..!! Tapi.. =-.

    [Reply]

  15. standaraisasi blog perlu ndak pak

    Kalau blog sich terserah adminnya Pak…
    Kalau semua distandarisasi ya malah nggak baik…

    .-= Postingan achmad sholeh : Renungan Untuk Rentetan Bencana Di Negeri ini =-.

    [Reply]

  16. enak juga kaluk ada korem, komandan remot seperti itu…jadi dimanapun berada pilih channel-nya tidak nunak-nunuk….(bagaimana kaluk diberlakukan juga untuk urutan barang di semua karfur?…soale aku juga suka disorientasi kaluk masuk karfur yg bukan langganan, mas!)
    .-= Postingan ernut : Masih Capek! =-.

    [Reply]

  17. seep bener tuh, semua dah ada standartnya.. tapi kalo kena ama org kreatif bisa jadi multiguna
    .-= Postingan Bisnis Online : Promosi Produk Lewat Youtube =-.

    [Reply]

  18. standar yang nggak standar bagi orang lain…
    karena TVRI di saya ngga’ nyaut sinyal…
    wakakak…

    [Reply]

  19. standarisasi dalam kalangan kecil memang tidak / belum dirasa manfaatnya, namun jika sudah masuk dalam perusahaan besar akan sangat terlihat bahwa ternyata butuh standar untuk melakukan sesuatu agar proses berjalan lancar. Tidak seenaknya sendiri.
    .-= Postingan mandor tempe : komponen pasif pada tegangan DC dan AC =-.

    [Reply]

  20. upaya awal untuk standarisasi pasti susah .. tapi jika sudah standard pasti jauh lebih enak, gak bingung krn perbedaan ..
    setting channel tv itu contoh di rumah .. itu saja sudah dapat memberikan kemudahan untuk memilih channel .. apalagi jika diimplementasikan dalam dunia kerja, maka kerja kita akan sangat mudah .. terutama untuk bagian yang banyak menghandle dokumen2 ..

    Iklan Gratis

    [Reply]

  21. koq sama. nomer 1 juga TVRI (thinking)
    .-= Postingan novi : Mewarnai Pondok, Mungkinkah? =-.

    [Reply]

  22. Sekarang sudah ada ‘standirisasi’ TV baru mister
    yaitu sebuah tv LCD yang konon katanya nyaman dimata namun berat dikantong
    hehehehe…
    .-= Postingan Mengembalikan jati diri bangsa : Google Sandbox Sebuah Bencana! =-.

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *