Home > Inspirasi > Statistik Lima Serangkai

Statistik Lima Serangkai

Tulisan ini bukan tutorial matematika, juga bukan tulisan ilmiah. Ini tulisan biasa, yang sengaja saya tulis untuk meluruskan kesalahan kecil yang mungkin terjadi. Siapa tau dengan tulisan sederhana ini ada manfaat yang bisa dipetik oleh yang mau membaca.

Misalnya terjadi kasus aneh seperti ini…
Merasa peduli dengan warganya, seorang Camat berniat membantu semua desa di wilayahnya. Dia perintahkan anak buahnya mendata usia rata2 penduduk tiap desa. Dari data yang masuk, salah satu desa yang usia rata2 penduduknya 22 taun dikirimi peralatan futsal.

Begitu menerima bantuan, seluruh penduduk desa tadi bengong sebengong2nya. Apa pasal?

Karena data statistik desa tersebut adalah…
10 % berusia 75 tahun keatas; 35 % berusia antara 60 s.d 75 tahun dan sisanya balita
Para dewasa merantau jadi TKI, yang tersisa tinggal kakek nenek beserta cucu2nya…
Cuma si Lurah satu2nya yang berusia 25 taun. Emang enak, main futsal sendirian

Disinilah pentingnya parameter lain selain rata2 yaitu data minimum, data maksimum dan kuartil. Kuartil adalah batas 25% kebawah dan 25% keatas. Inilah yang dinamakan Statistik Lima Serangkai. Masih banyak statistik yang lain tapi untuk awam saya pikir cukup yang 5 itu.

Dengan melihat kelima ukuran tersebut maka kesimpulan yang didapat menjadi lebih obyektif dan mendekati keadaan sebenarnya. Ini amat dibutuhkan manakala kesimpulan tersebut dipakai untuk mengambil kebijakan, agar kebijakan yang dibuat benar2 tepat sasaran.

Contoh lainnya lagi begini :

Rata2 Nilai Ujian
SMA A
SMA B
SMA C
:
:
:
8,30
8,17
8,50
Pendapatan per kapita
Negara A
Negara B
Negara C
:
:
:
$ 51,000
$ 50,000
$ 49,000

Kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa SMA C lebih sukses dibanding dua SMA lainnya hanya dengan melihat rata2nya. Bisa terjadi di SMA C banyak yang dapat nilai 10 tapi juga ada yang nilainya 3 atau 4, sementara di SMA A dan B nilainya berkisar antara 7, 8 dan 9.

Hal yang sama juga bisa terjadi untuk data pendapatan per kapita. Kalau hanya melihat rata2nya tampak negara A paling tinggi, tapi itu belum cukup untuk mengatakan dia lebih makmur. Bisa saja di negara A terjadi gap yang amat jauh antara si kaya dan si miskin seperti Indonesia.

Sayangnya pemerintah sering menutupi hal ini. Dikatakan pertumbuhan ekonomi mencapai angka sekian, tapi sejatinya yang mencapai angka itu hanya perusahaan besar milik segelintir orang. Industri kecil yang menyangkut hajat orang banyak tetap ngesot

Semoga tulisan ini mampu menjadi inspirasi bagi siapa saja sehingga makin menyadari betapa pentingnya statistika dalam kehidupan kita.

~ Grazie ~
Categories: Inspirasi
  1. Ikkyu_san
    May 17th, 2011 at 20:38 | #1

    Oh pak eM aku sangat suka statistik, sebagai user, bukan pembuat apalagi pengambil sampler. Dan aku senang melakukan penelitian di sini karena statistik tersedia dengan berbagi aspek yang menarik, tanpa kita perlu membuat survey sendiri. Dan itu dengan mudah didapat di internet/perpustakaan/lembaga terkait, asal bisa bahasa Jepang tentunya.

    Tidak seperti biro statistik kita yang di homepagenya saja amat sangat kurang (meskipun aku tahu asal ada dana, mereka bisa memenuhi permintaan kita untuk survey tertentu).

    EM


    Iya Bu…
    Kalau dipegang oleh orang yang nggak beres, data statistik justru dijadikan komoditi dan bahan manipulasi

    [Reply]

    nh18 Reply:

    Hehehe …
    larinya pasti ke arah situ deh …

    hahahaha

    (geleng-geleng kepala)


    Ikut geleng2 Om

    [Reply]

    Oyen udah kurus Reply:

    makane indikator kemakmuran jangan pake ekonomi makro (non real), ketoke makmur padahal sing ngesot isih uakeehhhh… benahi perekonomian sektor real, hapus sistem kapitalisme! *demo sambil mbawa umbul-umbul sisa repormasi nyang bauk terasi*

    xixixixi… sekali-kali komenge Oyen sangar, ben ketok intelek :P

    Pak’eee…. kapan niliki putune? :P

    [Reply]

  2. niQue
    May 17th, 2011 at 20:46 | #2

    akhirnya meledak juga bisulnya :D

    ok saya tidak mengerti tentang statistik,
    jadi saya ndlongop aja dweh :D


    Data tentang pengunjung warnet itu kan statistik juga…
    Weleh2…
    Ora ngakoni

    [Reply]

    niQue Reply:

    yang soal bisul meledak gimana pak? xixixi


    Tau aja kalau saya bisulan :D

    [Reply]

  3. May 17th, 2011 at 20:50 | #3

    statistik kadang memang menipu


    Kalau dipahami secara lengkap harusnya tidak begitu Mas…
    Yang ngawur orang2nya

    [Reply]

  4. May 17th, 2011 at 20:53 | #4

    (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Pak Mars ki opo ngakon aku mbukak buku statistika dasar meneh… Kebangeten, go.


    Ojo ngono leh…

    [Reply]

  5. May 17th, 2011 at 21:07 | #5

    Bicara tentang statistik, saya jadi teringat dengan pelajaran Matematika. Yang sukar saya pahami sekaligus saya kerjakan, memang berat belajar Matematika. Hehehe :D


    Ayo belajar lagi

    [Reply]

  6. May 17th, 2011 at 21:07 | #6

    Setuju pak Mars …

    BTW …
    Ini tentang standart deviasi bukan ya ?
    wis lali aku …

    Hehehe

    Salam saya Pak Mars


    Yang deviasi itu statistik lain lagi Om…
    Ini masih ukuran dasar

    [Reply]

  7. May 17th, 2011 at 21:09 | #7

    Membicarakan tentang statistik, jadi teringat dengan pelajaran Matematika. Yaitu mengenai “Data dan Statistika”, hehehe :D :mrgreen:


    Harus selalu diingat

    [Reply]

  8. Bisnis Online
    May 17th, 2011 at 21:40 | #8

    Boleh juga nih statistiknya, walaupun saya krg menyukainya hehehehehe… anyway blognya keren euy


    Makasih Mas

    [Reply]

  9. May 17th, 2011 at 21:55 | #9

    Iya, saya barusan ngikuti dialog di TV yg juga bahas masalah statistik pertumbuhan ekonomi di negri ini. Duh, jadi geregetan…


    Kalau bicara statistik di negara kita memang bikin geregetan Mas, karena ditangani oleh orang2 yang ngga beres.
    Statistiknya sich bener, cuman diplintir oleh pengambil kebijakan

    [Reply]

  10. May 17th, 2011 at 22:12 | #10

    indonesia oh indonesia….


    Jawa Oh Jawa

    [Reply]

  11. May 18th, 2011 at 00:28 | #11

    Cerita soal statistik Pakde, sama saja seperti hasil survey ‘Puas tidaknya pemerintahan sekarang’ :D
    Logikanya saja, saya sendiri bahkan teman2 saya tak pernah diminta untuk ikut survey, lha kok tiba2 sudah muncul hasil surveynya. Yang disurvey siapa sih?


    Banyak survey yang nggak valid Mas…
    Kurang mewakili…

    [Reply]

  12. May 18th, 2011 at 00:42 | #12

    wow 5 serangkai yang indah pak-É; nilai minimum, kuatril kebawah, nilai rata-rata, kuatril keatas, dan nilai maksimum.. Ilmiah dan Indah.. moga nggak dirubah jadi nggak indah gara-gara disalahgunakan orang2 yang nggak indah. halah


    Matematika memang indah…

    [Reply]

  13. May 18th, 2011 at 05:44 | #13

    Statistik itu pelajaran yang kejam Pakdhe..

    [Reply]

  14. purwanto
    May 18th, 2011 at 07:08 | #14

    data dan statistika memang bermuka dua Pak… tapi kenyataan itulah yang utama, karena sebagian orang puas hanya dengan angka saja, maka dengan rerata dianggap cukup. Seharusnya paramater kemamkmuran ttidak hanya diukur dari rerata pendapatan perkapita, tapi diukur dari prosentese penduduk miskin, mungkin lebih adil dan mendekati realita kemakmuran..

    [Reply]

  15. May 18th, 2011 at 07:29 | #15

    Masalah di negara kita, pejabatnya rata-rata mengajarkan spekulasi data. Data autentik malah salah sedangkan yang manipulatif lolos sendor.

    [Reply]

  16. May 18th, 2011 at 08:34 | #16

    jadi kasian kalau apa2nya dipandang dari nilai rata2… yang bawah malah jadi semakin terpendam….

    [Reply]

  17. chocoVanilla
    May 18th, 2011 at 09:49 | #17

    Nek Pak Mars nyalon anggota DPR, aku pasti milih.

    (ada hubungannya lho, Pak :D )

    [Reply]

  18. Kuriman
    May 18th, 2011 at 09:51 | #18

    Saya hanya ikut terbengong bengong saja kang… :D

    [Reply]

  19. May 18th, 2011 at 12:41 | #19

    Wah belum pernah dapat pelajaran statistik. Jadi nyimak aja Pak. :)

    [Reply]

  20. May 18th, 2011 at 13:32 | #20

    hehehe….masih bingung…..

    [Reply]

  21. May 18th, 2011 at 13:33 | #21

    Salam Takzim
    betul itu pak, kalau ga ada parameter lain bisa salah persepsi pak, contohnya Futsal jadi inget postingan pak Mars yang duluan xixixi
    Salam takzim Batavusqu

    [Reply]

  22. Technology Solutions
    May 18th, 2011 at 14:06 | #22

    yups…
    bener banget nih..
    buset si akang mangteb banget ilmu statistiknya…
    :)

    [Reply]

  23. Bunda Bijak
    May 18th, 2011 at 15:36 | #23

    saya juga tidak mau disuruh nyebrang kali jika tahu rata-rata kedalamannya 1 meter

    [Reply]

  24. Amin
    May 18th, 2011 at 15:45 | #24

    Bagaimana solusinya agar para bisnis ekonomi kecil dapat meningkat kaitannya dengan statistik itu.

    [Reply]

  25. May 18th, 2011 at 16:56 | #25

    saya ikut menyimak juga Pak,,
    sekolahnya gimana hasil statistiknya Pak?

    [Reply]

  26. May 18th, 2011 at 19:08 | #26

    duh pelajaran ini ribet pak,, ntar ikut les aja pak ..

    [Reply]

  27. personal health care
    May 18th, 2011 at 19:08 | #27

    ho’om pak,, masih bingung . hehe

    :)

    [Reply]

  28. May 18th, 2011 at 21:19 | #28

    manggut² tanda bingung :mrgreen:

    Angka rata-rata berarti lemah ya kebenarannya?

    [Reply]

  29. May 18th, 2011 at 21:40 | #29

    Wah..maaf pak Mars, kalo sudah menyangkut angka-angka pasti saya suka mumet duluan.. :)

    [Reply]

  30. May 18th, 2011 at 21:41 | #30

    Kalo dilihat dari statistiknya, berarti orang tua sang balita tuwir2 dong mas? Hhahahaa…. :lol:
    Ngakak saya bacanya :D
    Tapi saya setuju tuh dengan poin terakhir, bisa jadi kalo emang angka kemiskinan menurun, tapi toh kenyataannya yang terjadi saat ini kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin semakin meningkat.

    [Reply]

  31. May 18th, 2011 at 22:55 | #31

    jadi teringat saat sma pak, saya suka pelajaran ini

    [Reply]

  32. May 19th, 2011 at 07:22 | #32

    wiss kren sekali nih tentang statistiknya, makasih banyak ya gan buat infonya, semoga bermanfaat nih , makasih banyak ya gan

    [Reply]

  33. TuSuda
    May 19th, 2011 at 08:23 | #33

    jadi teringat dengan istilah trias M: mean, median, modus…mungkin artinya serupa, ya pakde.. :)

    [Reply]

  34. May 19th, 2011 at 08:47 | #34

    wah memang tidak segampang itu kalo mau ngibulin Pak Mar.
    alibinya tak terbantahkan! keren! hehehe

    [Reply]

  35. May 19th, 2011 at 09:24 | #35

    numpang cengengesan pak, :lol:

    [Reply]

  36. May 19th, 2011 at 10:28 | #36

    bener pak… kesenjangan sosial di negeri ini tinggi.. gak kaya di lur… kenapa ya?

    [Reply]

  37. May 19th, 2011 at 13:23 | #37

    Oh, statistik…. :D

    [Reply]

  38. rezaprama
    May 20th, 2011 at 13:18 | #38

    ngesotnya anak negri itu pak,, huh

    [Reply]

  39. May 20th, 2011 at 14:37 | #39

    hm…bener juga ya.. *manggut

    [Reply]

  40. May 21st, 2011 at 10:02 | #40

    sekedar baca statistik aja pak mas

    [Reply]

  41. AndiPb
    May 21st, 2011 at 10:47 | #41

    Lucu juga ya ada camat seperti itu mas :-)

    [Reply]

  42. May 21st, 2011 at 22:13 | #42

    Wah, begitu, ya Pak Mars? Kalau data masih mentah dan ditelan mentah pula kacau hasilnya. Terima kasih atas ilmunya, Pak :)

    [Reply]

  43. Arif
    May 22nd, 2011 at 06:56 | #43

    Berat postingannya … :D

    [Reply]

  44. May 22nd, 2011 at 13:29 | #44

    Pengunjung blog saya umumnya diatas usia 17 tahun, tetapi belum ada yang umurnya melebihi umur saya.
    Saya pernah belajar Statistik waktu sekolah di Cimahi dan Bandung

    Salam hangat dari Surabaya


    Yang penting ramainya Dhe…

    [Reply]

  45. May 27th, 2011 at 10:34 | #45

    bagus,

    postingan yang menarik,

    good job! :)

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

Current month ye@r day *

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~