Home > Inspirasi > Tak Ada Yang Tak Bisa Ditulis

Tak Ada Yang Tak Bisa Ditulis

December 24th, 2011 Leave a comment Go to comments

Kenapa bingung menulis?. Bukankah setiap hal bisa ditulis?. Apa sich yang nggak bisa ditulis.
Makanan, minuman, pekerjaan, sahabat, musuh, laut, gunung, binatang, tumbuhan dan semuanya bisa kita jadikan tema. Bahkan yang tak kasat mata macam perasaan atau setanpun bisa kita tulis.

Menurut saya, menulis itu kuncinya cuman satu, kita mau apa tidak. Kalau memang niatnya nggak sungguh2, jatuhnya ya cuman alasan yang keluar. Sibuklah, bingunglah, mati idelah dll dll.

Bukan menggurui, tapi saya akan berbagi tentang apa yang saya lakukan jika mau nulis. Pertama menetapkan topik. Misalnya “Tempe“. Saya tak akan nulis tentang bagaimana cara bikin tempe atau tentang harganya, karena pasti tak menarik. Saya bukan ahlinya dan juga bukan pengamat ekonomi.

Yang saya tulis pastinya tempe yang ada dihadapan saya, dan itu bukan tempe mentah tapi tempe goreng. Saya juga tak akan jelaskan rasanya, karena saya yakin 100% pembaca tau persis rasa tempe goreng. Saya akan nulis tentang renungan, bagaimana tempe goreng bisa ada didepan saya.

Nun jauh disana, ada penanam kedelai. Habis dipanen, dijuallah ke tengkulak. Dari tengkulak pindah ke pembuat tempe, diolah lalu dijual lagi. Dan salah satu pembelinya adalah istri saya. Tempe digoreng, ditaruh dipiring dan dihidangkan. Sampailah tempe goreng itu dihadapan saya.

Betapa banyak yang terlibat, betapa banyak cucuran keringat. Kita tak pernah berpikir, bagaimana jika kita jadi petaninya, tengkulaknya, penjual tempenya atau bahkan orang yang menggorengnya. Yang ada dipikiran kita biasanya cuman satu, yaitu rasa tempe gorengnya…

Supaya judulnya terkesan bombastis dan bikin yang baca penasaran bahkan histeris, kita permak sedikit menjadi “Perjalanan Sepotong Tempe Goreng

– tamat –

Demikian pengalaman saya dalam menulis.
Mari menulis, karena tak ada yang tak bisa ditulis.

~ Grazie ~
Categories: Inspirasi
  1. December 24th, 2011 at 14:26 | #1

    hehee jadi inget, aku pernah tulis artikel ttg jeritan sepotong tempe. btw, tempe itu enak bangeet. gak pernah bosan makan tempe


    Judul pegang peranan dalam setiap tulisan. Seperti itulah yg saya rasakan…
    Makasih kunjungannya

    [Reply]

  2. December 24th, 2011 at 15:35 | #2

    holla pak.
    apakabar?

    hehehe… iya, terimakasih atas semangatnya untuk mengupdate blog. saya sih ide menulis tuh buanyak banget, tapi waktunya yang ga ada… πŸ™‚

    salam hormat & hangat untuk keluarga ya


    Makasih Mbak Quiinie…
    Mari semangat.
    Salam juga buat semua yg disitu

    [Reply]

  3. December 24th, 2011 at 15:41 | #3

    kalau masalah judul tulisan…saya mulai belajar di rumahnya pakde…tapi belum mampu heee….masih amburadul pakde


    Kita harus berani memainkan judul…

    [Reply]

  4. Erwin
    December 24th, 2011 at 15:42 | #4

    yang penting ada niat dan kemauan, apapun bisa di tulis.

    salam kangen pak Mars… πŸ˜€


    Mari menulis, mari semangat…
    Mari tidur dengan nyaman πŸ˜€

    [Reply]

  5. Sriyono Semarang
    December 24th, 2011 at 15:43 | #5

    Tempe itu enak klo masih anget, klo dah dingin nggak enak, apalagi kluar dari kulkas… πŸ˜€


    Mendoan enaknya juga kalo masih manget2…

    [Reply]

  6. December 24th, 2011 at 16:10 | #6

    Setujuuuuu …

    Semua bisa ditulis …
    masalahnya mau atau tidak …

    Dan salah satu barier / penghambat orang menulis adalah … “selalu dihantui oleh perasaan sendiri … bahwa tulisan yang mereka hasilkan itu harus fenomenal … bernilai sastra tinggi … terlihat smart dan sebagainya …

    jika hal itu yang mereka fikirkan terlebih dahulu … niscaya … tak ada satu hurufpun akan dihasilkan …

    Salam saya


    Nah itu dia Om, yang slalu jadi hambatan sebagian orang…
    Belum2 sudah takut dengan bayangannya sendiri.
    Padahal kadang tulisan sederhana yg nggak kita duga2 justru mendapat apresiasi dari yg baca.
    Kita perlu memupuk rasa PD
    Salam!

    [Reply]

  7. aura
    December 24th, 2011 at 16:46 | #7

    bener juga ya om…..,, kita cuma bisa menikmatinya,, tapi gak merasakan bagaimana mengolah tempe tersebut. heheee


    Yg kita pikir biasanya apa yg ada didepan kita saja…

    [Reply]

  8. nique
    December 24th, 2011 at 17:23 | #8

    pertanyaannya : kenapa tempe itu tidak sampai ke alamat saya ya pak? πŸ˜€


    Tempenya dah dimakan Egi… πŸ˜€

    [Reply]

  9. December 24th, 2011 at 18:33 | #9

    kok sampe ke tempe mbahas nya..?


    Itu bonus dowang

    [Reply]

  10. December 24th, 2011 at 18:38 | #10

    lama gak mampir kesini..tiba2 kok jadi dot net..hehe


    Yg dot info tewas Mas

    [Reply]

  11. December 24th, 2011 at 18:49 | #11

    tempenya sudah saya makan pak πŸ™‚ selamat liburan


    Saya juga barusan makan tempe Mbak…

    [Reply]

  12. budiastawa
    December 24th, 2011 at 19:02 | #12

    Membaca tulisan ini, saya merasa ada semangat baru untuk menulis. Sungguh tulisan ini sangat memberikan motivasi. Memang Pak Mars ini nggak pernah kekurangan kata-kata dan ide untuk menulis. Terima kasih, Pak Mars.


    Ide ada disekeliling kita Bli. Nggak usah dicari jauh2.
    Ingat, kuncinya cuman satu, mau nulis apa enggak.
    Salam!

    [Reply]

  13. December 24th, 2011 at 19:41 | #13

    Setuju Pak Mars. Tak ada yang tak bisa ditulis. Bahkan kebingungan kita mau menulis pun bisa kita tulis…

    Sayang juga yang dot info tewas, De.


    Pokoknya asal ada kemauan, pasti bisa…

    [Reply]

  14. December 24th, 2011 at 20:01 | #14

    Ini yang dulu sering saya katakan ke narablog2 lain, bahwa ide menulis itu bisa datang dari mana saja. Segala sesuatu di sekitar kita bisa jadi inspirasi menulis. Tinggal kita sendiri aja yang mesti peka dengan lingkungan sekitar. πŸ™‚ Nggak usah jauh-jauh lah, di dalam kamar sendiri. Mulai dari lemari, isi lemari, lampu meja, meja belajar, itu semua bisa jadi bahan posting-an. πŸ˜€


    Pokoknya yg penting kemauannya Mas…
    Kalau mau, pasti bisa

    [Reply]

  15. arifhawis
    December 24th, 2011 at 20:03 | #15

    karna beragkat dari keterpaksaan. waktu sd dipaksa nulis agar bisa nulis “ini budi”. smp, agar hasil mengarang bhs ind. bagus. sma, agar nilai karya tulis bagus. kuliah, agar lusus skripsi… setelah itu ga ada yg maksa…. yo wis bubar… kalo ada yang maksa kasih uang mau kali ya… he he he… salut buat pak Mars


    Makasih Mas…
    Yg penting kita jaga semangat menulis, jangan sampai hilang

    [Reply]

  16. bayuputra
    December 24th, 2011 at 22:01 | #16

    Selamat malam pak … apa kabarnya sudah lama tidak berkunjung kesini, maklum lah pak kalau tidak liburan tidak bisa bersentuhan dengan internet. setuju dengan apa yang bapak katakan. banyak sekali kawan2 guru yang tidak mau mengikuti kegiatan ngblog hanya karena alasan tidak bisa menulis …. padahal menulis obat awet muda … heee.
    Salam Persahabatan dari Gunung & Hutan Belantara Kalimantan Tengah.


    Semoga Mas Bayu sukses disana

    [Reply]

  17. Yudan F
    December 24th, 2011 at 22:02 | #17

    Hehe, unik pak ceritanya. Bisa membuat motivasi kepada para pembaca, oh iya satu yg bikin kocak, pas bagian “..dan bikin yang baca penasaran bahkan histeris, kita permak sedikit.. ” Memangnya naik hysteria dufan ya kok sampek histeris segala ? πŸ˜€


    Biar penasarannya memuncak Mas

    [Reply]

  18. December 25th, 2011 at 02:36 | #18

    sakitnya ketika di injak-injak πŸ™‚


    Diinjak2 bangsanya sendiri Mas

    [Reply]

  19. December 25th, 2011 at 05:43 | #19

    aku nulis komen aja disini ya Pak Guru πŸ™‚
    salam


    Makasih Bun

    [Reply]

  20. CakCholik di BlogDetik
    December 25th, 2011 at 07:48 | #20

    Benar mas, disekitar kita banyak bahan yang bisa ditulis.
    Semalam juga ada sahabat yang bertanya bagaimana saya seolah-olah tak pernah kering ide. Saya katakan “masuk saja ke toilet, amati yang ada disitu “. Buat judul, misalnya ” Keuntungan Menggunakan Toilet Duduk “.
    Atau masuklah kamar tidur, amati lampu,dll. Buat judul “3 Cara Mengatasi sulit tidur”

    Jaman IT gini sulit mencari dan mendapatkan ide ? NDESO !! ha ha ha ha

    Membuat judul yang mengejutkan memang hobi kita ya mas.

    Salam hangat dari Surabaya


    Iya Dhe…
    Malah kadang waktunya yg berasa kurang karena kebanyakan yg mau ditulis

    [Reply]

  21. December 25th, 2011 at 11:46 | #21

    He.. hee… yang menjadikan kita mati ide sebetulnya bukan tidak ada bahan untuk ditulis kan pak Mars.
    terkadang faktor mod (malas dech kalau saya) yang menjadikan ide menghilang begitu saja
    kalau kita ingin belajar sebetulnya tidak ada yang tidak dapat ditulis, paling tidak menuliskan huruf a sebagai posting

    he.. he..

    salam dari pamekasan madura


    Itulah yang saya katakan “mau nulis apa tidak” Mas…

    [Reply]

  22. Anas
    December 25th, 2011 at 14:29 | #22

    Jiaaahhh, Perjalanan Sepotong Tempe Goreng ternyata…
    tak kira cerita warung tempe penyet.. πŸ˜€


    Warung Penyetnya libur akhir taun Mas

    [Reply]

  23. December 25th, 2011 at 19:34 | #23

    kalau saya yang sulit itu, bagaimana membahasakan dan menuliskannya agar tersusun rapi dan mudah dipahami pembaca, walaupun sudah ada dibenak apa yang ingin ditulis. πŸ˜€

    terimakasih telah berbagi pengalaman.


    Sambil jalan Mas…
    Yang penting berani nulis dulu

    [Reply]

  24. December 25th, 2011 at 19:48 | #24

    Terima kasih atas motivasinya pak.


    Sama2 Mas Endar

    [Reply]

  25. December 25th, 2011 at 23:29 | #25

    Yang penting nulis, barangkali selain tempe, mau nulis kebiasaan tak bisa nulis atau ga ada ide juga tidak apa-apa, yang penting nulis πŸ˜€
    Nuwun, Pak


    Pokoknya semua bisa ditulis Mas

    [Reply]

  26. December 26th, 2011 at 09:53 | #26

    hahaha…kalo pakdhe mah tak ada yang bisa ditulis… πŸ˜€
    meski tempe bisa jadi rasa pizza, hanya di sini πŸ˜€


    Apa yg ada didepan saya langsung saya tulis Mas

    [Reply]

  27. advertiyha
    December 26th, 2011 at 16:52 | #27

    tempe tentu jadi posting antibiasa di tangan sang maestro antibiasa.. πŸ™‚
    (jadi, traktir saya tempe pak?)

    eh, nanas n friends bisa untuk bahan postingan seger juga ya pak, selain bahan rujakan.. πŸ™‚


    Tempe gorang hangat2 pas musim hujan gini enak banget Mbak

    [Reply]

  28. yuniarinukti
    December 26th, 2011 at 22:23 | #28

    Pak Mars sama Pakde ini pinter sekali kalau membuat judul, njebak pembaca haha..


    Pembaca kan biasanya ngeliat judulnya Mbak…
    Kalo nggak menarik biasanya nggak jadi masuk

    [Reply]

  29. December 30th, 2011 at 23:30 | #29

    ini artikel yang insporatif banget buat para blogger yang senang menulis


    Makasih kunjungannya

    [Reply]

  30. January 2nd, 2012 at 19:07 | #30

    wow idenya hebat. πŸ˜€
    jadi kayak detektif ya, melacak sesuatu hingga ke sumbernya. menceritakan apa yang membuat sesuatu itu disebuat sebagaimana dirinya.. yang utuh, tidak lebih, tidak kurang.. hmm sesuatu ya… πŸ˜†


    Sesuatu banget Mas

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~