Home > Inspirasi > Take and Give

Take and Give

October 8th, 2012 Leave a comment Go to comments

Take and Give adalah satu kesatuan atau paket tak terpisahkan. Setiap ada yang memberi pasti ada yang menerima. Itu sudah menjadi hukum alam dan merupakan sebuah keniscayaan. Siapa yang rajin memberi, niscaya akan sering menerima pula.

Memberi dan menerima sama baiknya, tergantung bagaimana memberi dan menerima itu dilakukan. Menerima tamu, menerima saran dan menerima kenyataan sama baiknya dengan memberi sedekah, memberi makan dan memberi nasehat jika dilakukan tanpa pamrih.

Yang agak memprihatinkan adalah manakala si pemberi justru belum pernah menikmati apa yang diberikan, dan ini banyak terjadi. Karena sebuah keinginan, seseorang memberi sesuatu pada pihak lain dengan harapan permohonannya dikabulkan. Itulah gratifikasi namanya.

Terkadang apa yang diberikan terpaksa diada2kan dan diluar kemampuan. Si Pemberi belum pernah pegang uang jutaan, belum pernah makan makanan import dari Negeri Jiran dan juga belum pernah pakai sepatu dari kulit macan, tapi terpaksa menyediakan demi mengikuti persyaratan.

Semoga kita termasuk pelaku Take and Give yang proporsional.
Memberi sesuai kemampuan dan menerima karena memang layak sebagai penerima.

~ Grazie ~
Categories: Inspirasi
  1. October 8th, 2012 at 07:41 | #1

    Ada pihak yg memberi ada pihak yg menerima….dan model gratifikasi utk take and give, sekarang ini sptnya seakan di anggap wajar apalgi jk utk skala kecil..

    dan saya ingin belajar memahami dalam konteks yg lain: ketika kita memberi [give], maka berikutnya kita akan menerima yaitu rasa senang, puas dan kebahgiaan tersendiri karena bs berbagi dengan org lain. hehehee


    Iya Mbak, dan nggak sembunyi2 tapi terang2an.

    [Reply]

  2. October 8th, 2012 at 08:12 | #2

    Pagi PakMars :D
    Memberikan senyuman di bagi hari termasuk take yaa pak, jadi give nya bisa senyuman juga atau merengutan, xixixi :D


    Saya nggak pernah mrengut Niar… :D

    [Reply]

  3. October 8th, 2012 at 08:17 | #3

    bersedekah sesuai kemampuan kita ya pak.


    Iya Mas, apapun semestinya disesuaikan dengan kemampuan

    [Reply]

  4. October 8th, 2012 at 08:18 | #4

    Kalau gak punya uang jutaan masak mau memberi jutaan Pak?
    Duit darimana, mosok ngutang? hehe
    Selamat hari Senin, semoga selalu sehat Pak :)


    Sebagian besar, uang sogokan itu justru hasil ngutang Mbak…

    [Reply]

    nique Reply:

    ada lhooooooooooo
    bela2in ngutang kiri kanan …
    setiap hari saya ketemu orang model begini :D

    aneh tapi nyata :D


    Dan ngutangnya ke kamu, makanya kamu tau… :D

    [Reply]

    nique Reply:

    hahahaha …. skak mat!


    :D
    Kamu cocok jadi Bendahara, makanya banyak yg mau Bon

    [Reply]

  5. nique
    October 8th, 2012 at 08:23 | #5

    katanya sih harus bisa memaknai MEMBERI tanpa harap kembali pak
    jadi yaaa take and give itu orang yang pamrih
    gimana tuh menurut bapak?


    Gini Ni…
    Kalau memberi ke A, nggak harus dapat kembalian dari A pula.
    Bisa saja kita ngasih ke A tapi kita dapat dari B

    [Reply]

    nique Reply:

    gitu ya Pak
    ywd deh gak jadi ngarep :D


    Ngarep boleh saja, asal nggak ngarep dapat balasan…
    Ngarep agar yg kita berikan dapat bermanfaat, ngarep agar pemberian kita tak mengecewakan, ngarep agar bisa memberi dan memberi lagi adalah contoh ngarep yang baik

    [Reply]

    nique Reply:

    ngarep lagi deh hahaha


    Mburi wae Ni, ngarep akeh tamu

    [Reply]

  6. October 8th, 2012 at 08:56 | #6

    kalo memberi diluar batas kemampuan, yg susah ya diri sendiri. :D


    Nggak hanya susah sendiri tapi kadang nyusahkan keluarganya juga wkwkwkwk

    [Reply]

    nique Reply:

    bener banget mbak, cuma repotnya orang itu blom merasa susah padahal yang nonton udah gerah … :D


    Pengin njitak kepalanya ya Ni :D

    [Reply]

    Resep Chinese Food Reply:

    yg seperti itu biasanya lebih mementingkan gengsi mbak.


    Selain gengsi juga kadang karena butuh Mbak.
    Butuh jadi pegawai, akhirnya ngutang2 buat nyuap

    [Reply]

    Resep Chinese Food Reply:

    Pak Mars… kasih tau donk, gmn agar loading blognya secepat kilat. :D


    Yang saya lakukan adalah:
    1. Mengompress ukuran gambar
    2. Pasang plugin jangan banyak2

    [Reply]

    Resep Chinese Food Reply:

    untuk gambar, sampun pak, sebelum upload saya minimizer dulu.
    plugin jg seperlunya saja, paling saya cuman nambahi translete.


    Salah satu yang bikin berat adalah widget facebook itu Mbak
    Mungkin bisa disiasati dimunculkan di single post, tidak di halaman depan.
    Jadi ketika web dibuka untuk pertama kalinya, loadingnya tidak berat.
    Punya saya ini kan halaman depannya sedikit widget

    [Reply]

  7. October 8th, 2012 at 09:26 | #7

    Amiiin. Semoga kita tidak termasuk pelaku yang harus memberi tanpa merasakan manfaatnya terlebih dahulu Pak Mars.


    Tapi yg ada adalah bayar dulu Mas

    [Reply]

  8. October 8th, 2012 at 09:27 | #8

    Konon semestinya: “give and give and give”


    Kalau semua give and give, trus siapa yang take?

    [Reply]

    Imelda Reply:

    ya yang take dia-dia terus, soalnya dia pahamnya : take, take, and take :D Nah masalahnya sekarang, siapa dia?


    Siapa ya?

    [Reply]

  9. October 8th, 2012 at 09:44 | #9

    kalau sampai memaksakan tidak bagus juga kan pak


    Mau tidak memaksakan bakal kalah dalam persaingan sich Mbak

    [Reply]

  10. October 8th, 2012 at 10:13 | #10

    saya selalu memberi senyum sesuai senyum yang saya terima pakdhe :D


    Senyumnya MbakDik Julie malah nggak cuma sesuai tapi justru lebih… :D

    [Reply]

  11. obat herbal kanker payudara
    October 8th, 2012 at 10:22 | #11

    pasangan dari memberi adalah menerima,
    itulah kesempurnaan hidup


    Iya Mas
    Setuju

    [Reply]

  12. October 8th, 2012 at 10:44 | #12

    sekarang ada istilah baru yang konon katanya menggantikan “take and give”
    yaitu “GIVE and RECEIVE”
    jadi memberi dulu, baru menerima “ganjarannya”


    Ganjaran akan mengikuti pemberian yg kita lakukan ya Mbak, asal dalam memberi itu nggak dilandasi dengan “ngarep”

    [Reply]

  13. October 8th, 2012 at 10:53 | #13

    Itu memang persyaratan utama, Om. Kadangkala miris hati ini ketika harus memberi sesuatu yang bahkan “ndemok” saja belom pernah :(

    Mo gimana lagi, biarpun gak bener, kenyataannya itulah aturan mainnya :( Kalo gak gitu bisnis tersendat :D

    (curcol buruh nih)


    Seperti para pelamar PNS Mbak. Pegang uang 50 juta belum pernah, tapi setornya di atas 75 juta…
    Dan ini ada.
    Padahal cuma PNS rendahan lho

    [Reply]

    chocoVanilla Reply:

    Nek saya mending buat mbukak toko pernak-pernik atau warung burger :D


    Kalau jumlahnya besar memang mending buat modal drpd buat nyuap yg kadang malah dibohongi

    [Reply]

  14. achmad sholeh
    October 8th, 2012 at 13:36 | #14

    Memberi dan menerima secara proporsional itu yang kadang sulit pak


    Proporsional tak berarti sama ya Mas…
    Tapi berimbang

    [Reply]

  15. October 8th, 2012 at 13:49 | #15

    Sejalan dengan makna ‘Terima Kasih’, artinya ‘terima’ dari Atas, ‘kasih’ ke sesama. Itu adalah makna take and give yg hakiki (menurut saya sih) :)
    Salam pak Mars.


    Ternyata cocok dengan terima kasih ya Mas
    Satu sisi nerima, sisi lain ngasih…

    [Reply]

  16. alaika
    October 8th, 2012 at 15:50 | #16

    Tapi kalo memberi ‘utangan’ pasti berharap dikembalikan donk pak… :).
    Semoga kita termasuk pelaku Take and Give yang proporsional.
    Memberi sesuai kemampuan dan menerima karena memang layak sebagai penerima. <– amiiin.

    Selamat sore Senin pak Mars. :)


    Hahahaha
    Iya juga ya
    Kalau kasih utangan pasti berharap kembali
    Tapi seandainya tak mengharapkan dikembalikan akan lebih baik :D

    [Reply]

  17. October 8th, 2012 at 19:17 | #17

    Kayak kasih ibu ya pak, tak harap kembali…
    Kalau udah ngasih, dilupain aja kali ya~
    Pasti dapet balesannya kok, jadi selowwww


    Semoga kamu jadi ibu yang seperti itu…

    [Reply]

  18. arif
    October 8th, 2012 at 19:45 | #18

    memberi hadiah itu barangkali memang mengeluarkan uang, tapi memberikan kebahagiaan bagi orang lain, dan sesungguhnya hati kita juga sama bahagianya bahkan lebih asalkan ikhlas
    selamat malam selasa…. :D


    Selamat hari Selasa Mas

    [Reply]

  19. October 8th, 2012 at 22:31 | #19

    sekarang ini banyak sekali iuran sukarela supaya urusan lancar, sukarela tetapi harus hi.hi.hi.


    Istilah sukarela sudah mengalami kriminalisasi Mas

    [Reply]

  20. Imelda
    October 8th, 2012 at 22:39 | #20

    tapi pak saya tidak mau memberi hati sih, nanti susyah :D


    Kalau memberi perhatian gimana Bu?

    [Reply]

  21. October 8th, 2012 at 23:42 | #21

    makanya kl memberi emang hrs ikhlas ya pak :)


    Iya Mbak…
    Kalau menerima secara ikhlas sich lebih mudah. Tapi memberi dengan ikhlas itu yg kadang berat

    [Reply]

  22. October 9th, 2012 at 00:08 | #22

    Amiinn…
    Hatiku juga ga mau aku berikan pada yang lain ahh…


    Hati2 menjaga hati…
    Begitu syair lagunya Mulan…

    [Reply]

  23. Double Unyu
    October 9th, 2012 at 00:50 | #23

    :)

    [Reply]

  24. October 9th, 2012 at 01:38 | #24

    seperti hukum dikotomi ya pak mars. semoga saya tergolong orang yang bisa melakukan take and give secara proporsional, hehe …


    Amin…

    [Reply]

  25. October 9th, 2012 at 05:15 | #25

    Jadi inget ada kalimat : indahnya berbagi. Dan betul itu, berbagi itu indah he he.
    Trims pak :)


    Pembagian akan makin indah manakala yang membagi juga indah Mas :D

    [Reply]

  26. October 9th, 2012 at 08:58 | #26

    mari saling memberi


    Mari Mas…

    [Reply]

  27. melly
    October 9th, 2012 at 09:56 | #27

    Kalau memberi, sebisa mungkin jgn mengharapkan balasan dr org yg kita beri, kecuali dr Tuhan..
    selamat hari Selasa, pak Mars


    Selamat hari Selasa Mbak…

    [Reply]

  28. October 9th, 2012 at 12:07 | #28

    kalau masyarakat memberikan sampah, alam menerima limbah, lalu manusia menerima bencana..
    pada dasarnya yang kita lakukan akan kembali kepada kita..
    eh bener ngga ya pak?


    Iya Mbak
    Siapa menabur angin akan menuai badai katanya

    [Reply]

  29. October 9th, 2012 at 12:14 | #29

    sembari memantaskan diri…


    Iya, kalau kakek2 dipanggil Mbah Jonny kan nggak pantas
    Pantasnya Mbah Jo

    [Reply]

  30. October 9th, 2012 at 16:03 | #30

    Give dulu baru take ya paaak… :D


    Begitulah sebaiknya

    [Reply]

  31. October 9th, 2012 at 18:22 | #31

    Memaksakan diri memang kurang bagus, apalagi kalau sudah mengada-ada. :D


    Apalagi memaksa orang lain

    [Reply]

  32. Bambang Haris
    October 9th, 2012 at 21:14 | #32

    Memberi sesuai dengan kemampuan, menerima sesuai dengan kebutuhan, begitukah pak? :P


    Iya Mas…

    [Reply]

  33. Djangan Pakies
    October 9th, 2012 at 21:25 | #33

    Yang seringkali dilupakan ketika memberi adalah keikhlasan. Jika dasarnya semata mencari ridho Alloh, maka balasan yang kita dapatkan selain keberkahan di dunia juga pahala akhirat. Berkah, barokah inilah yang bisa menyuburkan kelegaan rasa dan kenikmatan hidup. Memberi jika tanpa ada barokah, maka kegersangan yang akan di dapatkan. Ini tercermin dari pemberian dengan jalan menyogok yang di dalamnya ada banyak perbuatan sia-sia dan menghilangkan keberkahan.
    Wallohu’alam, semoga nyambung nggih Pak dengan maksud Njenengan


    Makasih tambahannya Pak Ies…
    Ikhlas adalah kata kunci dalam tiap langkah….
    Menulis dengan ikhlas, berkomentar secara ikhlas, main bola dengan ikhlas, nonton dengan ikhlas…
    Ngeblog juga harus ikhlas

    [Reply]

  34. October 10th, 2012 at 05:38 | #34

    saya percaya banget dengan memberi dan menerima ini. Sudah sangat wajar di semesta ini.

    pencapaian terbesar manusia adalah ketika kehendaknya sama dengan kehendak Tuhan.. jadi apa yg diinginkan dipenuhiNya..


    Sebagai nDofans, saya juga harus percaya

    [Reply]

  35. October 10th, 2012 at 12:10 | #35

    ada ya orang yang ngasih gratifikasi “di luar kemampuan”? saya mikirnya yang ngasih gratifikasi itu juga udah kaya, duit turah-turah, jadinya sanggup ngasih gratifikasi biar duit yang turah-turah itu makin mblarah-mblarah.


    Penerima itu kaya ya karena banyak yg ngasih Mbak… :D

    [Reply]

  36. October 12th, 2012 at 15:22 | #36

    Yang memberi gratifikasi itu umumnya nggak ikhlas lho, Pak, meski tetap memberi. Kayak bos aku. Kalo ada yg minta gratifikasi dia selalu ngomel, tapi dia tetap ngasih. Yang kasihan yang nerima dong, makan duit nggak berkah… Mereka kaya, tapi pasti gak bahagia :)

    *komen nyimpang* :D


    Tapi bener Mbak, yg ngasih uang pelicin umumnya nggak 100% ikhlas…
    Kayaknya malah di bawah 50% :D

    [Reply]

  37. October 12th, 2012 at 18:40 | #37

    kalau dari pengalaman saya.. asal kita sering take.. maka hasil give akan lebih banyak pak mars :D


    Iya Mas
    Setuju…

    [Reply]

  38. October 12th, 2012 at 21:34 | #38

    Itu banner penolakan gratifikasi terpampang di pemkot, tapi kok ya masih ada kasak-kusuk pemberian uang untuk melancarkan jalan ya…
    Bahkan ada di antara honor yang saya terima di puskesmas, dipotong sekian ribu. Katanya sih untuk dikasih ke orang atas. Pasrah aja deh…


    Persis dengan banner yang mengingatkan agar kalau ngurus apa2 nggak lewat calo ya Mbak
    Di Kantor Imigrasi, Di Samsat, di stasiun, di Bandara dll pasti ada tulisan itu tapi calo merajalela

    [Reply]

  39. Diah
    October 12th, 2012 at 21:34 | #39

    Betul sekali kang …Selalu Saling mengisi dan menutupi kekosongan masing2 sangat2 diperlukan.


    Dengan kata lain adalah “Saling Melengkapi” ya Mbak

    [Reply]

  40. October 12th, 2012 at 21:52 | #40

    Selama yang memberi ikhlas dan yang menerima ikhlas.

    Pasti dapat ganjaran dari Tuhan yang lebih baik :)


    Saya juga masih belajar Ilmu Ikhlas itu Mas

    [Reply]

  41. October 13th, 2012 at 10:27 | #41

    Baca koment Mbak Niar, saya baru sadar Pak,

    yg disebut2 Pak Mars tu ternyata jenengan toh….

    Salam hornat dari saya Pak….


    Salam kembali Mas…
    Makasih sudah datang di sini :D

    [Reply]

  42. Ejawantah’s Blog
    October 13th, 2012 at 18:42 | #42

    Ilmu sederhana namun tidak mudah untuk dilakukan setiap orang Pak. hanya orang-orang yang berjiwa besar saja yang dapat melakukan hal seperti ini. He…x9

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog


    Iya Pak, yg sederhana biasanya malah susah dilakukan

    [Reply]

  43. October 13th, 2012 at 20:44 | #43

    give give give nanti pasti dibales.


    Iya Mbak…
    Kalau sudah give give dan give pasti akan take…

    [Reply]

  1. October 8th, 2012 at 11:35 | #1
  2. March 9th, 2016 at 21:38 | #2

Current month ye@r day *

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~