Terlewatkan Yang Kelewatan

Terlewatkan oleh suatu hal apalagi kalau momennya nggak bisa diulang amat berpotensi terjadinya penyesalan panjang. Namun mau disesali kayak apapun, kalau sudah terlewatkan kita tak bisa apa2 lagi. Saya pernah mengalami hal yang terlewatkan dan amat kelewatan.

Saat itu seperempat abad yang lalu (ketika sebagian besar blogger belum lahir) saya menikah. Karena saya guru, maka kenalannya banyak dan kadonya juga banyak. Kalau ditotal lebih dari 200 bungkus. Selain dari teman guru, sebagian kado datang dari siswa yang merupakan teman2 istri saya.

Semua kado yang masuk diinventarisir dan dicatat oleh istri saya. Agar tetap rapi, maka nggak kami buka semuanya, apalagi kalau isinya sudah bisa ditengarai. Dan karena ada yang sejenis, maka saat kami pindah rumah tidak kami bawa semua, sebagian masih ada dirumah mertua.

Minggu kemarin kami kerumah mertua. Iseng2 buka almari tempat kado itu. Entah knapa tiba2 saya pengin buka kado yang masih terbungkus rapi yang dulunya saya tengarai sebagai jam tembok. Dan betapa kaget saya setelah tau bahwa isinya adalah pembakar roti stainless steel produk Jepang asli.

Hikmah yang bisa dipetik dari kejadian ini adalah jangan pernah menilai sesuatu hanya dari bungkus luarnya meskipun kita yakin dengan isinya. Apa yang terjadi pada saya ini sungguh merupakan kejadian terlewatkan yang amat kelewatan.

43 thoughts on “Terlewatkan Yang Kelewatan

  1. wah, sayang sekali ya pak. ahrusnya bisa digunakan sejak seperempat abad yang lalau. hehe.

    salam.


    Iya Mas…
    Tapi barangnya masih utuh, masih kempling

    [Reply]

  2. benar… jangan menilai sesuatu dari luarnya.


    Tapi dalam beberapa hal memang harus menilai dari luarnya…
    Mendoan misalnya, selalu saya lihat dari bagian luarnya.
    Kalau gosong ya nggak beli

    [Reply]

    Erwin Reply:

    😆

    [Reply]

  3. Pak’e kunci anyare jebul huelek tenan yo, meh tak ganti wis kadung 😀


    Kuncine Alay Poll 😀

    [Reply]

    Oyen udah kurus Reply:

    xixixixi… nemu soundtrack nangdi to, kok tumben milihe apik 😀


    Ojo takon2 😀

    [Reply]

    Oyen udah kurus Reply:

    nek ra kanggo ge aku ae Pak 😛


    ngotong-otonge ning Salatiga kuwi sing rekoso

    [Reply]

  4. barang antik dong pak!
    dan sekarang jadi bisa main romantis2an nih… bakar roti pakai kado 25 th lalu….
    Selamat Memperingati Pernikahan Perak! Semoga bahagia selalu!


    Antik & mulus…
    Akhirnya nggo pajangan, mergane wis kadung tuku ko Njohar sing produk China…

    [Reply]

  5. voltagenya brp pak eM? di sini 100V loh hehehe (jelas sudah dimodifikasi kan?)

    EM


    Voltasenya sich sudah 220 Bu…
    Kala itu produk China belum membanjiri pasaran Indonesia, maka barang2 elektronik masih produk Jepang semua 😀

    [Reply]

  6. saya bisa merasakan, pak guru…

    Seperti nemu ‘uang nyempil’ dalam dompet tapi ini lebih dahsyat 🙄

    Selamat menikmati roti panggang :mrgreen:


    Iya Mas…
    Malah jadi kangen sama yang ngasih kado

    [Reply]

    bd Reply:

    oia, tampilkan dong fotonya, pak *penasaran


    Kapan2 saya posting tersendiri lengkap dengan potonya Mas

    [Reply]

  7. wah pak, kalau saya sih bungkus kadonya aja dibuka, lihat sekilas isinya sama nggak dengan dalamnya, udah tutup lagi kalau belum mau dipakai


    Yang satu ii bener2 mirip jam dinding kok Mbak…
    Karena jam dindingnya dapat banyak, maka yg ini nggak dibuka 😀

    [Reply]

  8. “sebagian kado datang dari siswa yang merupakan teman2 istri saya”, hanya berusaha mnebak brarti istrinya bapak saat itu adalah murid bapak juga ya. 🙂 …

    Tapi memang tak semuanya bisa dinilai dari luar saja walaupun dalam beberapa hal mesti dilihat luar juga, xixixixi
    TabiK


    Iya Mas…
    Saya wali kelasnya istri saya 😀

    [Reply]

    ysalma Reply:

    yups Pak Mars,,
    saya bacain koment dari atas satu2,, soalnya bukan kadonya yang terlewat yang menarik buat saya,, lah wong udah dianggap jam dinding kok,,
    yang ngasih kadonya itu lo,, murid tapi teman istri..
    berarti Pak Mars, dari dulu sampai saat ini,, benar2 guru idola 🙂


    Iya Mbak…
    Istri saya adalah salah satu murid saya 😀

    [Reply]

  9. Wakakakak,, mau menikmati roti panggang sampe kelewatan seperempat abad, bener2 kelewatan pakkkkkkkkkkk,, 😛

    kado Nanas n friend dari saya, gak kelewatan dibuka kan pak?? khawatir busuk.. hehehe

    [Reply]

  10. Wah, berarti pepatah “don’t judge a book by its cover” itu benar ya, pak? Dalam kasus Pak Mars bisa diganti jadi “don’t judge a gift by its wrap”. Hehehe…

    [Reply]

  11. Waktu itu naik angkot ketiduran.. trus tereakkk Bangggg minggir dah kelewatan aku bahhhh

    😛

    hahhhha… jikalau tidak terpakai disini menerima panggangan model lama dan baru pak,, hihihihihih.

    selamat memakai dan ditunggu roti panggangnya

    salam hangat

    [Reply]

  12. HHHmmmm …
    Ya … benar juga Pak Mars …
    Itu kalau pemanggang roti …

    kalau isinya lebih bernilai dari itu bagaimana Pak Mars ???
    Bongkahan Emas misalnya ??

    hehehe

    Salam saya Pak Mars

    (dan saya setuju sekali … jangan sampai tertipu … or istilah bulenya … take it for granted ,,, dengan tampilan luar … sebab tampilan luar bisa menipu …)

    [Reply]

  13. wah Pak De, kalau saya sih kebiasaannya kebalikan sama Pak De. Kalau dapat hadiah pasti langsung dibuka, walaupun abis itu bungkus kadonya berceceran di mana-mana, hehehe…

    ayo Pak De, buka semua kadonya… siapa tau di dalamnya ada barang-barang bagus lainnya 🙂

    [Reply]

  14. wwiiiizzzzzz…. mantep… masih fungsi pak? syukurlah kalo amsih bagus, hahahaahaa… padahal dah lama banget dicuekin… “aku kapan dipakenya nih??” kata si toaster 😀

    [Reply]

  15. wah bener-bener terlewatkan , mantap juga ya gan kalo buatan jepang aslllli, makasih gan infonya

    [Reply]

  16. Kok saya gak diundang sih menikahnya.
    Mau tak kasih kado : korek api dan asbak antik dari Jepang je.
    Pasti gak dibuka deh,,
    Therlhahlu……

    Salam hangat dari Surabaya

    [Reply]

  17. Waduh mas, saya termasuk orang yang gak sabar kalo buka kado2 he..he…gak bakalan dalam waktu lama gitu saya lewatkan masih terbungkus rapi 🙂
    btw udah dipakai dong pembakar rotinya mas? 😀

    [Reply]

  18. Menyesal tiada guna ya, Pak.. 🙂
    Pelajaran bagi yang mau nikah, kalau misalnya dapat kado mungkin harus dibuka semua, atau, tidak menerima sumbangan dalam bentuk selain amplop.. 😀

    Nuwun Pak…

    [Reply]

  19. Hah? Masih ada kado-kadonya, Pak? Ha mbok siniiiii, kirim ke saya sebagian biar lemari gak penuuuuhhhh :mrgreen:


    Terbit Sabtu Pagi Mbak… 😀

    [Reply]

  20. hebatsssssssss!!!
    saya mah klo liat apa aja dibungkus kado rapi jali
    pasti ga sabaran pengen buka
    eh kok pak mars bisa tahan segitu lama yaaa ??
    ckckck …. masih banyak ga pak? KLo masih banyak,
    biar tak mampir bantuin buka2in kado yang tersisa xixixi
    tapi isinya boleh buat yang buka ya paaak LOL


    Yang satu itu nggak dibuka karena teryakini sebagai jam Mbak…
    Sementara yang sudah dibuka aja yang berupa jam tembok sudah 10 biji lebih.
    Nah karena menyangka itu jam juga, maka hanya dilihat dari siapa trus dicatat 😀

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *