Home > Kabar, Realita > Uji Kompetensi Guru

Uji Kompetensi Guru

August 1st, 2012

Karena saya adalah guru, maka pasti mengikuti Uji Kompetensi Guru. Karena ujian, maka harus belajar. Tapi karena saya punya blog dan suka main2 dengan blog, maka apa yang saya pelajari akan saya dokumentasikan di sini. Inilah hal yang saya pelajari, khususnya Kompetensi Pedagogik

Teori Vygotsky
Manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari sosial dan budaya. Proses perkembangan mental seperti ingatan, perhatian, dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa, sistem matematika, dan alat-alat ingatan.

Gagasan tentang kelompok kerja kreatif diperluas menjadi pengajaran pribadi oleh teman sebaya (peer tutoring), yaitu seorang anak mengajari anak lainnya yang agak tertinggal dalam pelajaran. Satu anak bisa lebih efektif membimbing anak lainnya karena mereka sendiri baru saja melewati tahap itu sehingga bisa dengan mudah melihat kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak lain dan menyediakan scaffolding yang sesuai.

Teori Perkembangan Piaget
Manusia memahami dunianya dengan mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi.

  1. Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)
  2. Periode praoperasional (usia 2–7 tahun)
  3. Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)
  4. Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)

Penerimaan terhadap perbedaan individu dalam kemajuan perkembangan, teori Piaget mengasumsikan bahwa seluruh anak berkembang melalui urutan perkembangan yang sama namun mereka memperolehnya dengan kecepatan yang berbeda.

Langkah-langkah Pengembangan Silabus:

  1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
  2. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
  3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
  4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
  5. Menentukan Jenis Belajar
  6. Menentukan Alokasi Waktu
  7. Menentukan Sumber Belajar

Teori Kognitif dari Bruner
Belajar memerlukan 3 proses yang hampir langsung bersamaan yaitu enaktif, ikolik, simbolik.

Teori Belajar Bermakna dari Ausubel
Belajar menerima dan belajar menemukan adalah dua hal yang berbeda.Pada belajar menerima,isi pokok yang akan dipelajari diberikan kepada siswa dalam bentuk catatan Ausubel juga menjelaskan bahwa perbedaan antara belajar hafalan dan belajar bermakna sering dicampuradukkan dengan perbedaan antara belajar menerima dan belajar menemukan.

Pembelajaran Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL)
CTL adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna didalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka, yaitu dengan konteks keadaan pribadi, sosial, dan budaya mereka.

Komponen pembelajaran kontekstual tersebut adalah sebagai berikut:

  1. membuat keterkaitan-keterkaitan yang bermakna,
  2. melakukan pekerjaan yang berarti,
  3. melakukan pembelajaran yang diatur sendiri,
  4. melakukan kerja sama,
  5. berpikir kritis dan kreatif,
  6. membantu individu untuk tumbuh dan berkembang (konstruktivisme),
  7. mencapai standar yang tinggi,
  8. menggunakan penilaian autentik.

Ternyata males juga belajar tentang teori, apalagi jika harus buka Peraturan Menteri.
Target saya nggak muluk2, sekedar lulus saja…

~ Grazie ~
Categories: Kabar, Realita
@marsudiyanto
silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~