Ulat Bulu & Koepoe Biroe

Wabah ulat bulu yang melanda Probolinggo ternyata terjadi juga di kota saya Kendal. Entah gimana prosesnya, tapi nyatanya ulat bulu itu bisa sampai kota saya. Berbagai media mulai dari yang online maupun cetak seperti Kompas, Liputan6, Lintas Berita, News OkeZone dll mewartakan hal tersebut.

Ribuan ulat bulu menyerang sejumlah pohon sejak sebulan lalu. Untuk mengantisipasinya dilakukan penebangan beberapa pohon. Ternyata hasilnya tidak efektif karena ulatnya tidak hilang tapi malah berpindah ketempat lain dan jumlahnya semakin banyak.

Ini bukan salah ulat, kepompong atau kupu2. Mereka sekedar menjalani bahwa kupu memang harus bertelur yang akan menetas dan jadi ulat. Sumber malapetaka itu bukan dari mereka tapi akibat dari ulah manusia yang merusak ekosistem yang ada. Dan ulat itu bukan dari Koepoe Biroe, karena Koepoe Biroe adalah jantan 😀

21 thoughts on “Ulat Bulu & Koepoe Biroe

  1. melihat beritanya di TV benar2 bahaya, kalo ekosistem yang ada dirusak ya Pak,,
    tapi kalo jadi kupu-kupu,, kan berwarna warni dan indah ya Pak,, harusnya ada dihutan kupu-kupu…


    Nggilani Mbak…
    Buanyak banget dan jalan2

    [Reply]

  2. sepertinya dinas terkait harus segera berinovasi, misalnya mengenalkan kepada masyarakat “oseng-oseng ulat bulu” agar populasi ulat bulu berkurang drastis…


    Pepesan Kupu yo keno…

    [Reply]

  3. saatnya manusia sadar kalau apa yang dilakukan memiliki dampak negatif bagi kelangsungan hidup mahluk lain


    Nek nunggu kesadaran ketoke ra tekan2 Mas…
    Kudu dipekso

    [Reply]

  4. kupu biru kalo brtelur jangan banyak-banyak….!!! hehehe….


    Kupu Biru itu jantan Mas 😀

    [Reply]

  5. Wah sesekali memang terjadi serangan semacam itu, semoga segera berlalu dan pulih kembali tunas-tunas daun yang ada ..


    Iya ini Pak…
    Setelah Probolinggo Jawa Timur sekarang giliran Kendal Jawa Tengah

    [Reply]

  6. Wah, pasti para ulat bulu itu para calon koepoe yang pengen belajar ngeblog sama koepoe biroe, Pak. 😀


    Semoga ada hikmahnya Mas…

    [Reply]

  7. Menurutku ini salahnya si Koepoe Biroe juga kok. Lha kenapa si pejantan mesti nikahi kupu betina banyak2 hayo? Kan jadinya banyak ulat yang lahir dan menyerang desa-desa.

    Salahnya lagi, kenapa pas ngawini si Koepoe Biru akeh bulune hayo? Kan jadinya yang lahir itu semua ulat yang berbulu, nggak ada ulat yang gundul… wkwkwkwkkk


    Bukan salah kupu bertelur Bli…

    [Reply]

  8. wah ngeri juga ya pak… geli lihatnya, semoga gak sampe kaliwungu… 🙁


    Sudah sampai jalan Pemuda Mbak, wis ngliwati Kaliwungu 😀

    [Reply]

  9. Mrinding, Pak hiiiiiyyyyyy…… moga-moga gak nyampe Bogor 🙁

    Itu nanti semua brubah jadi kupu-kupu kan, Pak? Memang sih ulatnya bukan dari Koepoe Biroe. Tapi sapa tau gara-gara Koepoe Biroe berpoligami jadi banyak betina bertelur :mrgreen:

    (*ampuuun Pak, ini ngomongin kupu-kupu lho, Pak*)


    Sudah sampai Kendal Mbak

    [Reply]

  10. haiyah… kupu biru emang jantan om, kalo pink itu betina… *doeng!

    artinya banyak pohon2 tempat makan si ulat ditebang dan dimana-mana ada penyemprotan pesticide, makin aja gak ada makanan buta si ulat,

    dan lagi bisa juga karena rantai makanan di sana sudah gak seimbang, bisa jadi predator kupu-kupu/ulat, seperti burung, kadal, dll sudah langka dan diburu, sehingga populasi dibawahnya yaitu serangga, membludak tanpa kontrol… *kok aku tiba-tiba jadi guru biologi? Wuakakka


    Kupu biru nggak nelur 😀

    [Reply]

  11. isteri saya selalu girap2 setiap meliat ulat bulu mas.
    Padahal tinggal diinjak aja kok bengok2 yaaaa
    Salam hangat dari Surabaya


    Ditembak aja Dhe… 😀

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *