Win – Win Solution

Bicara tentang gorengan, kami punya selera berbeda. Saya suka gorengan yang nggak perlu ada cabe ketika memakannya seperti sukun, pisang dan singkong, sedangkan istri lebih suka yang makannya musti lalap cabe seperti mendoan, bakwan, lumpia, resoles dan tahu isi.

Dari sekian banyak pedagang gorengan, ada satu yang jadi langganan saya. Selain rasanya enak dan kebersihannya terjamin, variasi gorengannya lebih beraneka. Apa yang saya sebut di atas ada semua. Tidak heran jika dagangannya laris manis dan pembelinya sampai ngantre.

Dengan datangnya bulan Puasa, perjuangan ngantrenya terasa makin berat. Saking larisnya, begitu diangkat dari penggorengan langsung diserbu oleh pembeli. Repotnya lagi si pedagang menggunakan sistem terpisah. Wajannya hanya diisi oleh jenis yang serumpun.

Sukun, pisang dan singkong digoreng serentak. Setelah selesai, minyaknya diganti kemudian barulah menggoreng mendoan, bakwan dan tahu. Itu dilakukan secara bergantian. Bisa dibayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan jika pengin pisang, sukun, mendoan dan tahu.

Karena selera yang berbeda itulah, maka kami rela meluangkan waktu setengah jam lebih demi untuk mendapatkan gorengan favorit sekaligus mengakomodir kesukaan masing2.

Ketika tak ada yang mau mengalah, maka berjuang bersama adalah jalan terbaik, sesuatu yang penting dan wajib kita jalankan. Itulah “win-win solution“.

23 thoughts on “Win – Win Solution

  1. Mirip postingan Pak Mars yang apa tuh ya… lupa…


    Hahaha
    Justru ini kebalikannya.
    Saya tau yg kamu maksud. Yang dulu itu tentang telur ceplok. Saya suka tengahnya, istri suka pinggirnya. Yang itu sich sinergi namanya.
    Nah kalo yg ini kontradiksi.
    Urusan begini kamu musti belajar ke saya Na, biar kalau nanti berkeluarga sudah lincah adanya

    [Reply]

  2. betul pak mars. klo smua orang jg mau win win solutions.. negara pasti damai


    Seandainya tiap orang bisa kompromi, maka solusi akan didapat ya Mas

    [Reply]

  3. Cara jawane ngalah sithik. 😆


    Nggih Pak, ngalah sithik ning apik wekasane

    [Reply]

    kamal Reply:

    aneka berita: dudu sing waras ngalah yo? wkwkwkw

    [Reply]

  4. Langganannya di deket SMA Kendal ya pak? Di sana juga ada bakso meski pak Mars nggak suka pedes, namanya apa saya lupa, itu sodara saya dari Sukoharjo. 😀


    Pak Slumun… 😀

    [Reply]

  5. selera aquwh sama dengan bu Mars,
    klo gak ada tahu isi, pisang goreng pun aquwh makannya pake cabe rawit.

    win win solution juga.. apapun makannya tetep pake cabe rawit.


    Minum teh lalap cabe oke juga Ngai…
    Bagus buwat gigi

    [Reply]

    mandor Reply:

    Bu Mars makan gorengannya, Ngai makan cabe rawitnya. Win Win solution daripada gak makan.


    Nah itu komposisi yang pas banget

    [Reply]

    Ngai Reply:

    om Leman klo puasa gini tambah pinter…


    Om Leman baru prihatin karena harga kedelai naik tinggi

    [Reply]

  6. Kalau saya sih biar makan mendhoan, tahu isi, tempe atau risoles tetap saja nda pakai cabai, Pak Mars. Perut saya ini lho, kayak perut bayi, nda boleh kena pedas dikit langsung mules.

    Headernya ganti ya, Pak?


    Nggak ganti Bi, cuma saya tambahi tulisan satu larik 😀

    [Reply]

  7. saya sih tergantung situasi pak yang manapun saya sukai gorengannya


    Saya juga sama, cuma kalau harus milih, saya lebih suka yg nggak pakai cabe Mbak 😀

    [Reply]

  8. wah untung cuman minyak yang diganti, coba kalo sekalian ganti tabung gasnya ama lapaknya, wah berapa lama ngantrinya yah


    Hahaha
    Apalagi kalo harus ganti gerobak…
    Tambah lama lagi

    [Reply]

  9. Jalan tengah memang lebih sip
    Saya suka tempe-tahu gorengan, kadang nyeplus lombok kadang tidak
    Kalau puasa gini mau nyeplus cabai takut bocor
    Salam hangat dari Surabaya


    Kalau saya suka yang capainya diuleg trus dicampurkan bakwannya Dhe, jadi gak perlu nyeplus

    [Reply]

  10. Paak Aku mah suka gorengan apa aja, mau pake lombok ato ga, yang penting kudu ada di saat buka puasa..


    Kalau yg pakai nggigit lombok itu saya belum terlalu berani, karena lidah terasa terbakar Mbak

    [Reply]

  11. berjuang bersama untuk mencapai win-win solution, tips yang sangat bermanfaat pk Mars … 🙂


    Iya Mas…
    Semoga kita selalu bisa mengatasi setiap masalah yang kita temui

    [Reply]

  12. saya mengurangi gorengan pak, sehari pake gorengan, sehari enggak 😀


    Saya juga mengurangi gorengan. Sebelumnya ada 6 tempe goreng, lalu saya kurangi 2 dan tinggal 4

    [Reply]

  13. Kiat harmoninya Pak Mars, penggemar cabe dan sukun berpadu (nyirik padu) di gerobak dagang gorengan


    Nggih Bu, menunggu gorengan sampai garing 😀

    [Reply]

  14. saya juga sukanya gorengan yang bisa dimakan pake cabe rawit, pakde.

    baru tau saya ada tukang gorengan yg begitu profesional… di sini (Bandung) keknya minyaknya sama aja tuh buat goreng semua jenis gorengan, hehehe 😀


    Iya Mbak, dan justru karena itulah saya suka beli di orang itu…

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *